2.6.15

Berani Bicara Lewat Bunga Mimpi



Cara duduk Ulfah Elfani tidak setenang biasanya. Mahasiswi UNISBA itu lebih banyak bergerak. Kue kering yang dia beli sebelum bergabung dengan rekan kelas Public Speakingnya langsung ludes sebelum ujian mulai. Ulfah hanya bisa tertawa gugup saat Theoresia Rumthe menyebut namanya untuk mempresentasikan tugas akhirnya.

Ulfah langsung memposisikan dirinya di hadapan teman-teman dan tiga orang juri yang siap menghakimi caranya berbicara di depan umum. Dengan suara menggelegar, dia menceritakan bunga tidur yang paling diingatnya.

Sore itu, Ulfah bercerita tentang kondisinya yang merasa tidak bisa membedakan mana mimpi dan mana kehidupan nyata. Dia baru menyadari hidup dalam mimpi saat kesulitan menggerakkan ponsel dalam genggamannya. Saat dia pandangi, ponsel itu juga tidak serata aslinya.

“Di sana saya merasa harus bangun, tapi agak kesulitan. Akhirnya malah jadi ereup-eureup,” katanya. Gadis kelahiran 20 tahun lalu itu pun membandingkan mimpinya dengan film Inception. Film Hollywood yang dimainkan oleh bintang film Titanic, Leonardo Di’Caprio  itu menceritakan mimpi di dalam mimpi. Sang sutradara, Chirstopher Nolan membuat para pemerannya mampu menciptakan mimpinya sendiri, hingga masuk ke mimpi orang lain. Lewat Inception, dia membuat para penontonnya terhibur sekaligus mengerutkan kening saat melihat adegan demi adegan yang jauh dari nalar.

Sambil menceritakan bunga mimpinya, Ulfah tak berhenti menggerakkan tangannya. Seolah dia sedang berusaha menyingkirkan kegugupannya. Dia juga sesekali berhenti untuk mengingat apa yang akan selanjutnya dia ungkapkan di depan peserta kelas lain.

Meski begitu, paling tidak sekarang Ulfah bisa bicara di hadapan banyak orang lebih lancar daripada sebelum dia mengikuti kelas Public Speaking. Ulfah mengaku punya krisis kepercayaan diri, terutama jika harus berbicara.

Itulah salah satu alasan yang membuatnya nekad mendaftarkan diri di kelas bimbingan Theo. Selain dia mengaku sebagai fans nya Theo, Ulfah juga mengatakan kalau selama ini dia masih kebingungan menemukan minatnya. Dengan mengikuti kelas yang hadir dua kali dalam satu minggu di Tobucil and Klabs itu, gadis asal Purwakarta itu berharap bisa menemukan hal yang dia minati.

Sebagai mentor, Theo tidak banyak mengajari semua peserta kelasnya. Selama tiga dari tujuh pertemuan, Theo hanya membagikan beberapa teknik dasar cara berbicara di depan umum. Dia lebih banyak mendorong para peserta untuk lebih aktif berbicara lewat berbagai tugas. Theo berusaha mengubah kebiasaan bicara para peserta kelasnya, menggenjot semangat peserta kelasnya untuk berbicara lebih lugas dengan memainkan nada, mimik wajah, posisi, dan gerak tubuh. Memang, hal tersulit dari kelas Public Speaking adalah mengubah kebiasaan.

“Delapan kali pertemuan memang kurang maksimal, itu makanya saya selalu meminta mereka berlatih di rumah. Kuncinya memang berlatih mengubah kebiasaan sepanjang hidup,” ujar Theo.

Ulfah bukan satu-satunya peserta kelas berusaha keras mengubah cara bicaranya. Inne Anastasia, Tani Indira Dewania, Erick Adyowibowo Soemantri, dan Muhammad Sabil adalah empat peserta lain yang selalu setia datang ke Tobucil and Klabs setiap Selasa dan Jumat sore, berusaha keras supaya bisa berbicara lebih baik. Meski belum selancar dan semenarik para MC kondang, mereka sudah berani tampil “cuap-cuap” di depan umum.

Kelas Public Speaking ke-16 baru selesai dan Theoresia Rumthe sedang mempersiapkan kelas selanjutnya. Nah, buat yang tertarik mengikuti jejak Ulfah, Inne, Erick, Sabil, dan Tani, siap-siap ya! 




Google Twitter FaceBook

22.5.15

Klab Nulis & Sastra Angkatan XVII Periode : Juni-Juli 2015 Berbahagia Karena Sastra dan Menulis

Disaat kita memutuskan menulis, apapun itu bentuknya, percaya atau tidak, kita akan terlibat pada suatu pemainan yang membingungankan, menjengkelkan, hingga mungkin tak henti-hentinya kita berdecak kagum ‘kok bisa ya begitu?weiisss bener juga tuh.Ahaa…setuju!’ Pengalaman-pengalaman seperti itu, tentunya akan benar-benar sangat terasa dibatin, barangkali akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan bagi yang pertama kali menulis. Bagi segilintir orang yang lain, pengalaman seperti itu, adalah sesuatu yang dinanti-nanti saat bermain dalam permainan menulis.
Kini Klab Nulis angkatan XII akan mengambil tema Berbahagia Karena Menulis. Tema itu diambil bedasarkan pertimbangan ketika melihat banyak orang yang pusing tidak selesai-selesai tulisannya, tertawa bahagia dan berjalan dengan percaya diri, karena tulisannya selesai dan banya orang suka. Maka, kini Angkatan XII Klab Nulis ingin mengajak Anda semua, bisa tertawa dan percaya diri, berbahagia karena menulis dan bersastra ria dengan cara kontemporer.

Materi ;
Pertemuan 1 – Filsafat dan Keberpihakan Sastra Kontemporer Dalam Perspektif Baru
  • Semesta Kata : Dunia kelihatan dan yang tak kelihatan
  • Menggugah perasaan dalam karya
Pertemuan 2 – Filsafat Menulis (Penulis sekaligus juga Pelukis Cerita)
  • Membangun Nilai Fiksi Dalam Karya
  • Originilatas Karya
Pertemuan 3- Strategi Menulis Karya Kontemporer I
  • Tiga langkah bercerita yaitu baik, bagus, dan benar menurut George Sentayana
  •   Membuat grafik alur dan menilai secara jitu
Pertemuan 4-  Strategi Menulis Karya Kontemporer II
  • Teknik” muncul” pengisahan dan In Medias Res
  • Aneka logika yang mendukung penciptaan gagasan, maksud, hingga cerita 
Pertemuan 5- Dinamika Kelompok “Power Words Game”
Permainan imajinasi , rasa, dan studi literatur
Pertemuan 6- Dinamika Kelompok “Games sebelum Menulis Karya”
Undian persiapan sidang karya
Pertemuan 7- Mentoring
Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk konsultasi perihal karya seni yang sedang dikerjakan
Pertemuan 8-Mentoring
Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk konsultasi perihal karya seni yang sedang dikerjakan
Pertemuan 9-Sidang Karya I
Pertemuan 10- Sidang Karya II
Pertemuan 11-Sidang Karya III
Pertemuan 12-Penutupan
Pengumuman karya terbaik dan pesta sastra

Model kursus ini adalah original dan dibuat oleh Sophan Ajie bekerjasama dengan Tobucil
Untuk sahabat terbaik, kritikus, dan praktisi Klab Nulis Tobucil Paskalis Trikaritasanto 


Google Twitter FaceBook

11.5.15

Workshop Sablon Bersama @wawbaw































Workshop Sablon
Bersama Age @wawbaw
Sabtu, 23 Mei 2015 Pk. 14.00 WIB

Tempat Tobucil & Klabs Jl. Aceh No. 56 Bandung

Biaya IDR 250.000/orang sudah termasuk alat dan bahan (Screen, cat, kain, rakel, dll)
Tempat terbatas untuk  8 orang peserta.
Pendaftar mengirimkan artwork berupa drawing, vektor, atau pattern berukuran 10 cm x 14 cm dengan spesifikasi satu warna, file jpg 300 dpi dikirim ke email wawbawserieshandmade@gmail.com
paling lambat tanggal 20 Mei 2015.

Informasi dan pendaftaran hubungi:
Tobucil 022 4261548 - 089637444156
Google Twitter FaceBook

Book Binding Workshop bersama @vitarlenology Minggu, 24 Mei 2015


Book Binding Workshop
Bersama Tarlen Handayani @vitarlenology

Tempat Tobucil & Klabs Jl. Aceh No. 56 Bandung

Minggu, 24 Mei 2015
Pk. 09.30 -12.00 WIB Kelas Pemula
Pk. 13.00 - 15.00 WIB Kelas Lanjutan

------
Kelas Pemula:
Materi: Simple Binding, 2 in 1 Binding, Long Stitch Binding, French Link Binding
Biaya IDR 300.000 termasuk alat dan bahan

Kelas Lanjutan:
Materi: Chains stitch, coptic binding
Bonus: Demo Manual Embossing Print
Biaya IDR 225.000/orang termasuk alat dan bahan

Tempat terbatas
Informasi dan pendaftaran Tobucil 022 4261548 - 089637444156
www.tobucil.net follow ig & twitter @tobucil & @vitarlenology

Google Twitter FaceBook

8.5.15

Dibuka Kelas Decopage Bersama Suryanti @scrappetizer


Kelas Decopage 
Sabtu, 23 Mei 2015 Pk. 10.00 - 13.00 
Bersama Suryanti @scrappetizer
Biaya IDR 300.000/orang (termasuk alat dan bahan) 
masing-masing peserta dipersilahkan membawa celemek. 

Informasi dan pendaftaran hubungi: 
Tobucil Jl. Aceh No. 56 Bandung 
Telp. 022 4261548 - 08963744156

Decopage adalah seni menghias benda dengan menempelkan gambar-gambar atau motif tertentu dan menggabungkannya dengan teknik pengecatan untuk menghasilkan efek tertentu.


Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin