22.5.15

Klab Nulis & Sastra Angkatan XVII Periode : Juni-Juli 2015 Berbahagia Karena Sastra dan Menulis

Disaat kita memutuskan menulis, apapun itu bentuknya, percaya atau tidak, kita akan terlibat pada suatu pemainan yang membingungankan, menjengkelkan, hingga mungkin tak henti-hentinya kita berdecak kagum ‘kok bisa ya begitu?weiisss bener juga tuh.Ahaa…setuju!’ Pengalaman-pengalaman seperti itu, tentunya akan benar-benar sangat terasa dibatin, barangkali akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan bagi yang pertama kali menulis. Bagi segilintir orang yang lain, pengalaman seperti itu, adalah sesuatu yang dinanti-nanti saat bermain dalam permainan menulis.
Kini Klab Nulis angkatan XII akan mengambil tema Berbahagia Karena Menulis. Tema itu diambil bedasarkan pertimbangan ketika melihat banyak orang yang pusing tidak selesai-selesai tulisannya, tertawa bahagia dan berjalan dengan percaya diri, karena tulisannya selesai dan banya orang suka. Maka, kini Angkatan XII Klab Nulis ingin mengajak Anda semua, bisa tertawa dan percaya diri, berbahagia karena menulis dan bersastra ria dengan cara kontemporer.

Materi ;
Pertemuan 1 – Filsafat dan Keberpihakan Sastra Kontemporer Dalam Perspektif Baru
  • Semesta Kata : Dunia kelihatan dan yang tak kelihatan
  • Menggugah perasaan dalam karya
Pertemuan 2 – Filsafat Menulis (Penulis sekaligus juga Pelukis Cerita)
  • Membangun Nilai Fiksi Dalam Karya
  • Originilatas Karya
Pertemuan 3- Strategi Menulis Karya Kontemporer I
  • Tiga langkah bercerita yaitu baik, bagus, dan benar menurut George Sentayana
  •   Membuat grafik alur dan menilai secara jitu
Pertemuan 4-  Strategi Menulis Karya Kontemporer II
  • Teknik” muncul” pengisahan dan In Medias Res
  • Aneka logika yang mendukung penciptaan gagasan, maksud, hingga cerita 
Pertemuan 5- Dinamika Kelompok “Power Words Game”
Permainan imajinasi , rasa, dan studi literatur
Pertemuan 6- Dinamika Kelompok “Games sebelum Menulis Karya”
Undian persiapan sidang karya
Pertemuan 7- Mentoring
Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk konsultasi perihal karya seni yang sedang dikerjakan
Pertemuan 8-Mentoring
Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk konsultasi perihal karya seni yang sedang dikerjakan
Pertemuan 9-Sidang Karya I
Pertemuan 10- Sidang Karya II
Pertemuan 11-Sidang Karya III
Pertemuan 12-Penutupan
Pengumuman karya terbaik dan pesta sastra

Model kursus ini adalah original dan dibuat oleh Sophan Ajie bekerjasama dengan Tobucil
Untuk sahabat terbaik, kritikus, dan praktisi Klab Nulis Tobucil Paskalis Trikaritasanto 


Google Twitter FaceBook

11.5.15

Workshop Sablon Bersama @wawbaw































Workshop Sablon
Bersama Age @wawbaw
Sabtu, 23 Mei 2015 Pk. 14.00 WIB

Tempat Tobucil & Klabs Jl. Aceh No. 56 Bandung

Biaya IDR 250.000/orang sudah termasuk alat dan bahan (Screen, cat, kain, rakel, dll)
Tempat terbatas untuk  8 orang peserta.
Pendaftar mengirimkan artwork berupa drawing, vektor, atau pattern berukuran 10 cm x 14 cm dengan spesifikasi satu warna, file jpg 300 dpi dikirim ke email wawbawserieshandmade@gmail.com
paling lambat tanggal 20 Mei 2015.

Informasi dan pendaftaran hubungi:
Tobucil 022 4261548 - 089637444156
Google Twitter FaceBook

Book Binding Workshop bersama @vitarlenology Minggu, 24 Mei 2015


Book Binding Workshop
Bersama Tarlen Handayani @vitarlenology

Tempat Tobucil & Klabs Jl. Aceh No. 56 Bandung

Minggu, 24 Mei 2015
Pk. 09.30 -12.00 WIB Kelas Pemula
Pk. 13.00 - 15.00 WIB Kelas Lanjutan

------
Kelas Pemula:
Materi: Simple Binding, 2 in 1 Binding, Long Stitch Binding, French Link Binding
Biaya IDR 300.000 termasuk alat dan bahan

Kelas Lanjutan:
Materi: Chains stitch, coptic binding
Bonus: Demo Manual Embossing Print
Biaya IDR 225.000/orang termasuk alat dan bahan

Tempat terbatas
Informasi dan pendaftaran Tobucil 022 4261548 - 089637444156
www.tobucil.net follow ig & twitter @tobucil & @vitarlenology

Google Twitter FaceBook

8.5.15

Dibuka Kelas Decopage Bersama Suryanti @scrappetizer


Kelas Decopage 
Sabtu, 23 Mei 2015 Pk. 10.00 - 13.00 
Bersama Suryanti @scrappetizer
Biaya IDR 300.000/orang (termasuk alat dan bahan) 
masing-masing peserta dipersilahkan membawa celemek. 

Informasi dan pendaftaran hubungi: 
Tobucil Jl. Aceh No. 56 Bandung 
Telp. 022 4261548 - 08963744156

Decopage adalah seni menghias benda dengan menempelkan gambar-gambar atau motif tertentu dan menggabungkannya dengan teknik pengecatan untuk menghasilkan efek tertentu.


Google Twitter FaceBook

27.10.14

Terpuruk dan Bangkit

Renaisan adalah titik nol Eropa. Revolusi Perancis, Inggris, dan Jerman menjadi motor yang menggerakkan Eropa dalam percepatannya yang pesat. Jerman menjadi yang terdepan di Eropa dalam hal kemajuan di segala lininya dari bidang ekonomi, sains dan teknologi, pendidikan, hingga bidang industri. Padahal dalam sejarah, Jerman mengalami setidaknya dua kali keterpurukan di dua Perang Dunia. Teknologi, sistem ekonomi, sistem pendidikan, dan bidang industri hanyalah sebuah perangkat. Ada hal yang lebih hakiki yang membuat Jerman mampu bangkit dan menjadi nomor satu.
Seperti Jerman, ada Jepang yang mampu bangkit dari keterpurukan dalam. Selain keadaan terpuruk membuat manusia menjadi kreatif, jalinan kerja sama dan solidaritas masyarakat Jerman sangat kuat. Bangsa Jerman saat itu mengesampingkan kepentingan kelompok untuk hal yang lebih hakiki yaitu kepentingan bangsanya sendiri yang terpuruk dalam. Apa yang membuat jalinan itu begitu erat? Mungkin karena semua lapisan secara merata mengalami nasib yang sama, mereka dihadapkan oleh satu musuh besar bersama pula. Dan mengapa nasib sama itu bisa dialami seluruh masyarakat Jerman? Karena begitu dalamnya jurang keterpurukkan itu, dalam yang terdalam, pahit yang terpahit.
Bagimana dengan negeri Indonesia? Mungkin Indonesia belum pernah mengalami keterpurukan sebegitu dalam seperti di Jerman. Jaman kolonial Belanda, tidak semua lapisan masyarakat merasakan penderitaan, bahkan ada lapisan yang mengambil untung dengan situasi tersebut. Terlalu banyak elemen yang bersifat label di negeri ini yang lebih diutamakan. Unsur kesukuan, tradisi, agama, golongan yang kecenderungannya lebih rentan untuk menjadi faktor pemecahbelah daripada menjadi faktor pemersatu. Begitu mudahnya dipecahbelah, tergiur untuk hal-hal yang instan, hal-hal ini turut membentuk karakter manusia . Bisa jadi semua hal itu bisa dinafikan bila negeri ini mengalami terlebih dulu keterpurukan yang begitu dalam. Solidaritas di negeri ini lebih terjalin atas nama panji-panji golongan dan label, bukan solidaritas untuk selalu bisa membela yang  terlemah tanpa melihat label yang melekat.


Satu lagi mungkin yang membuat negara-negara maju menjadi maju, karena mereka tidak memiliki sumber daya alam yang cukup signifikan. Kemajuan negaranya lebih pada kemajuan sumber daya manusianya. Wilayah yang terberadakan sumber daya alam identik dengan konflik dan perebutan berbagai penjuru pihak. Wilayah yang biasanya selalu menjadi sengketa kepentingan. Dan ini dialami oleh beberapa negara di dunia ketiga termasuk Indonesia. Bangsa ini memang masih jauh dari urusan selesai dengan karakter dan sumber daya manusianya.
* refleksi dan liputan diskusi Klab Baca Minggu Sore 26 Oktober 2014
~ ping

Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin