30.8.07

KULIAH FILSAFAT ISLAM (Tingkat Dasar) ”Jalan-Jalan Menuju Islam, Jalan-jalan Penemuan Kemenangan Diri”

Madrasah Falsafah Sophia bersama Tobucil & Klabs menyelenggarakan Kuliah Filsafat Islam tingkat dasar.

TEMA:

”Jalan-Jalan Menuju Islam, Jalan-jalan Penemuan Kemenangan Diri”

PEMBICARA:
1. Bambang Q-Anees, dosen Filsafat dan Teologi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. *
2. Miftah Fauzi Rahmat*, Wakil kepala sekolah SMA Muthahhari, belajar Filsafat di Qum, Iran.
3. Dede Syarif, pejalan spiritual yang meyakini al-Quran dapat dibuktikan dalam wujud nyata, terukur, dan dapat dialami.
4. Saiful Karim*, pejalan spiritual dan menjadi koordinator pada Pesantren Misykatul Anwar, Bandung.
5. Munir A Muin, pengajar filsafat Agama dan Filsafat Islam di UIN SGD Bandung *
6. Hendariyadi, M.Ag, Pengajar Tafsir dan Hermeneutika al-Quran di UIN SGD Bandung

* dalam konfirmasi

WAKTU DAN TEMPAT
20 s/d 25 September 2007
Pk. 15.00 – 17.30 WIB
Tempat: Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung Telp. 022 4261548

SASARAN KEGIATAN
Profesional, mahasiswa, peminat kajian Islam

BIAYA KEGIATAN
Biaya untuk mengikuti kuliah ini adalah Rp. 150.000/orang sudah termasuk materi kuliah, snack untuk buka puasa.

INFORMASI DAN PENDAFTARAN
Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung
Telp. 022 4261548
tobucil@yahoo.com

MATERI PERKULIAHAN

1. Kamis, 20 September 2007

Jalan Iman: Tauhid sebagai Paradigma Hidup
Pemandu: Bambang Q-Anees

Tauhid bukan sekadar monoteisme, namun pandangan hidup yang mengkerangkai semua aspek. Dalam Tauhid dapat ditemukan prinsip bahwa penciptaan Tuhan adalah esa, tauhid menolak segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, kelas, garis keturunan, kekayaan, dan kekuasaan. Tahuid menempatkan manusia dalam kesamaan, menyatukan manusia dan alam sebagai kelengkapan penciptaan Tuhan. Keesaan Tuhan adalah keesaan kehidupan, yaitu tidak ada pemisahan antara spiritualitas dan keduniawian. Tauhid adalah jaringan relasional Islam, yaitu penyatuan seluruh aspek kehidupan dalam satu hukum, satu tujuan dalam Kehendak Allah. Tujuan tauhid adalah untuk menciptakan suatu saling hubungan yang sempurna antar manusia.
- Apa itu Tauhid?
- Memahami Iman, Islam, Ihsan
- Tauhid sebagai Paradigma Hidup
- Tauhid sebagai prinsip Relasional
- Tauhid dan Kesadaran Murni Manusia

2. Jumat, 21 September 2007
Jalan Membaca: Al-Quran sebagai Kitab yang Hidup
Pemandu: Dede Syarif

Islam adalah satu-satunya peradaban yang bertumpu, bersumber pada sebuah Buku Besar: al-Quran. Dari muara al-Quran, lahirlah sebuah peradaban yang menciptakan penemuan yang menakjubkan. Karena itu, Al-Quran bagi orang beriman adalah Kitab yang Hidup, ia terus menyertai kehidupan Manusia dan memberikan jawaban-jawaban atas masalah manusia (kapanpun dan dimanapun).
Bagaimana menjadikan al-Quran sebagai Kitab yang Hidup? Bagaimana mengaktifkan diri sehingga al-quran dapat berbicara pada diri kita? Menjadi materi utama dari sesi ini:
- Mengimani al-Quran sebagai Manual Book bagi Diri dan Kehidupan
- Beberapa Keajaiban al-Quran perspektif al-Quran Visual
- Membaca Diri melalui Ayat-ayat Al-Quran.

3. Sabtu, 22 September 2007
Jalan Ibadah: Pemahaman atas Syari’ah
Pemandu: Hendariyadi, M.Ag

Syari’ah selama ini dipahami sebagai merepotkan (harus shalat lima kali sehari, misalnya) dan menakutkan (hukum pancung, misalnya). Apakah betul begitu? Secara prinsip Syariah terkait erat dengan cita-cita mewujudkan kehendak ketuhanan dan membangun bumi serta memelihara keadilan di antara manusia. Karena terkorupsi oleh pemikiran Eropa yang memandang relasi Tuhan-Manusia sebagai Penindas-Ditindas, ibadah kerap dipahami dalam relasi pemaksaan ini. Dalam terang tauhid, ibadah adalah pemunculan kemurnian kehendak untuk mengikuti jalan Muhammad agar semakin mendekati Tuhan.
Materi ini mencoba membongkar aspek-aspek peribadatan dalam Islam dan hubungannya dengan prinsip tauhid.
- Kenapa Manusia harus ada Ibadah?
- Ibadah bukan sekadar ritualitas Fiqh
- Tujuan pewajiban ibadah (maqashid syar’iyah)
- Prinsip dan Kaidah Hukum Islam (Qaidah Ushul Fiqh)

4. Minggu, 23 September 2007
Jalan Pengetahuan: Epistemologi Islam
Pemandu: Munir A. Muin

Sejak awal perkembangannya, Filsafat Islam mencoba memberikan catatan dan kritik terhadap Filsafat Yunani. Bagi Filsafat Islam, pengetahuan dapat menyesatkan bila hanya bertumpu pada esensi. Filsafat Barat, sekian lama saat setelah dilahirkan, baru menyadari bahwa esensialisme menyebabkan manusia terpasung oleh pengetahuan dan mengalami apa yang disebut Heidegger sebagai ”Lupa-akan-ada”. Bagaimana Jalan Pengetahuan dalam Islam?
Materi ini mencoba menyajikan prinsip-prinsip dasar pengetahuan dalam Islam dan beberapa contoh sederhana epistemologi dalam Islam.
- Perbedaan Ilmu, Pengetahuan, dan Hikmah
- Cara Memperoleh Pengetahuan
- Esensialisme dan Eksistensialisme

5. Senin, 24 September 2007
Jalan Pengelolaan Diri: Filsafat Etika Islam
Pemandu: Miftah Fauzi Rahmat

Keberanian sebenarnya adalah satu tingkat di atas kepengecutan dan satu tingkat di bawah Kekalapan. Kedermawanan sebenarnya satu tingkat di atas kekikiran dan satu tingkat di bawah keborosan. Inilah yang disebut dengan prinsip etika ”Jalan Tengah”. Dalam prinsip ini, ibadah ritual yang berlebihan dianggap sebagai jalan yang melemparkan diri dari kesempurnaannya.
Bagaimana perilaku sehari-hari dikerangkai oleh tauhid dan syariat? Apa yang bisa dicapai dalam Jalan Pengelolaan Diri? Materi ini mencoba mengantarkan pemahaman kita tentang etika dan perilaku sehari-hari sebagai jalan menuju Islam.
- Prinsip-prinsip Pengendalian Diri
- Jalan Tengah sebagai Etika Tertinggi
- Menemukan Tuhan melalui Pengelolaan Diri

6. Selasa, 25 September 2007
Jalan Cinta: Spiritualisme dalam Islam
Pemandu: Saiful Karim

Cinta bukan sekadar erotisme dan sensualisme, cinta adalah jalan menuju Tuhan. Cinta adalah ekspresi terlembut dari ketaatan, cinta dapat dinyatakan pula sebagai prinsip terlembut dari prinsip relasional tauhid. Beberapa sufi menganggap cinta sebagai capaian terakhir dari tauhid, Ibn Arabi misalnya menyatakan bahwa ”Agamaku adalah agama Cinta, Aku akan turut kemanapun dia pergi”.
Bagaimana prinsip cinta dalam Islam? Apa hubungan antara cinta dengan ketaatan ibadah dan tauhid? Pada materi ini semuanya akan dibicarakan:
- Tauhid, Syariat, Tarikat, dan Cinta
- Cinta dan Tangga Spiritual
- Islam sebagai Agama Cinta
Google Twitter FaceBook

1 comment:

sam said...

sobat. siapa yang tau alamat/no.hp ust.saiful karim?
mohon di email ke kami (same.mr@gmail.com)
wassalam.

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin