27.8.07

Pelatihan Critical Discourse Analysis (CDA)

Download flyer (Critical Discourse Analysis Workshop.pdf)

Salah satu ragam riset yang berkembang pesat dalam studi komunikasi berfokus pada kajian media. Tidak lagi berkutat pada analisis isi dan kajian kuantitatif, riset media kini merambah pendekatan-pendekatan baru yang diperkaya lewat kontribusi paradigma-paradigma mutakhir dalam kajian komunikasi. Salah satu ragam kajian yang berkembang adalah Analisis Wacana Kritis, atau Critical Discourse Analysis, (CDA).

Sayangnya, walau penelitian dengan CDA menjamur di mana-mana, masih banyak calon peneliti yang kebingungan menerjemahkan teori-teori wacana dalam praktik penelitian maupun analisis. Pelatihan CDA yang kami tawarkan di sini dimaksudkan untuk membantu peserta memahami landasan CDA, ragam metode CDA, dan penerapan teori-teori Kritis dalam analisis. Karena itu, kurikulum pelatihan ini disusun sedemikian rupa, guna memberikan landasan teoritis yang memadai sekaligus mempraktikkan CDA.

Materi tiap pertemuan:
1. General Introduction
- pengantar menuju metode kualitatif. Memperkenalkan tujuan, signifikansi, diikuti dengan penjelasan tentang teori-teori dasar yang melandasi CDA. Dalam sesi ini, peserta juga akan diajak untuk mencermati pemetaan CDA dan karakteristiknya masing-masing. Beberapa contoh terbaik penelitian CDA akan diperkenalkan.
2. Ragam Metode Kualitatif: Norman Fairclough
- Norman Fairclough adalah salah satu teorisi dan periset media yang merumuskan model CDA. Model CDA Fairclough termasuk yang paling populer, karena walau pun ringkas, namun mampu menyentuh banyak level analisis media. Seperti apa metode CDA Fairclough, bagaimana mengaplikasikan metode ini dalam penelitian, apa spesifikasi khusus CDA Fairclough yang membedakannya dengan metode CDA lainnya, itulah yang akan dibahas dalam sesi ini.
3. Ragam Metode Kualitatif: Sara Mills
- Sara Mills dikenal sebagai perumus model CDA berbasis gender. Pada perkembangan selanjutnya, model CDA Sara Mills akhirnya tidak cuma digunakan untuk menyentuh permasalahan berwajah 'feminis'--tetapi juga dalam penelitian di ranah-ranah lain yang berkaitan dengan ketimpangan dan ketidaksetaraan. Cari tahu lebih banyak tentang model CDA Sara Mills, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam penelitian dalam sesi ini.
4. Ragam Metode Kualitatif: Teun A. van Dijk
- Model CDA Teun A. van Dijk termasuk yang paling banyak dipakai, juga yang paling banyak disalahkaprahkan. Kendati demikian, minat orang untuk mengaplikasikan model CDA Van Dijk tak pernah surut. Maklum, model CDA Van Dijk menyentuh banyak level analisis, dan tergolong sederhana namun cakupannya mendalam. Agar tidak terjebak dalam salah kaprah memahami Van Dijk dan teorinya, maka sesi ini mengangkat model CDA Van Dijk, spesifikasinya, serta evaluasi.
5. Latihan 1: Menerapkan CDA
6. Latihan 2: Menerapkan CDA
Di luar ketiga model CDA di atas, pelatihan ini menawarkan alternatif model CDA lainnya, seperti model analisis Ruth Wodak, Shoemaker-Reese, dll.

Instruktur:
Santi Indra Astuti (Dosen Fikom Unisba, Research Fellow LIPI, dan Research and Development Bandung School of Communication Studies).

Peserta pelatihan
Mahasiswa studi komunikasi, peminat kajian komunikasi, pers, LSM, dosen, dan lain-lain.

Waktu dan tempat
Pelatihan ini terdiri dari 6 kali pertemuan @ 2 x 60 menit.
Mulai tanggal 17,19,20, 24, 26,27 September 2007
Pk. 15.00 -17.00

Biaya Pendaftaran
Rp. 300.000 (termasuk workshop kit, sertifikat, dan snack buka puasa)

Tempat dan Pendaftaran Workshop
Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung
Telp. 022 4261548


Acara ini diselenggarakan oleh
Bandung School of Communication Studies dan didukung oleh Tobucil & Klabs
Google Twitter FaceBook

4 comments:

wibi said...

nice info...but di jakarta pernah ada gak? kalo ada tertarik nih untuk ikut serta.

Moh.Siddiq said...

saya ingin sekali ikutan "pelatihan discourse analysis", sudah dua kali diadakan dan dua kali juga saya kelewatan... kalo ada pelatihan CDA ini mohon di infokan ke email saya "moh.siddiq@gmail.com" thx.

suffiana said...

saya sdg menulis tentang CDA untuk thesis, mohon di kirimkan info tentang pelatihan CDA d Surabaya ke c_fina_sby@yahoo.com
Thanx

MORISSAN said...

Dapatkah kita mengatakan discourse analysis atau analisis wacana sebagai salah satu bentuk riset atau penelitian? Bisakah objektif dan ilmiah? Jika tidak bisa, sebaiknya jangan disebut penelitian karena pada dasarnya analisis wacana cenderung sebagai artikel atau tulisan opini saja

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin