Friday, August 31, 2007

Crafty Days Let's Get Crafty


Crafty Days - Let's Get Crafty
8-9 september 2007

tobucil + klabs, jl. aceh 56 bandung (dekat hero jl. aceh) bandung,
tlp: 022-4261548

menampilkan :
- craft + book fair
- demo
- workshop
- gathering komunitas hobi
- knitting
- crochet
- fancy card
- manik-manik
- lampu
- handmade t-shirt
- patchwork
- sulam pita
- accecoris
- frame
- lampion
- knitting yarn
- book fair bersama : omuniuum, lawang buku, tobucil
- reading corner bersama koleksi mama dino (koleksi buku dinosaurus)

craft + book fair mulai pk: 09.00 - 18.00
workshop mulai pk : 13.00 - 18.00
gathering mulai pk : 15.00 - 19.00

crafty days featuring : martina, yulia + ella, ochie, della/audi,
bengkel kreasi 19, esti, reading lights, poppie, rezza adrian, budi
adi nugroho, belinda jasmin, ririe, tipi, the men who craft, omuniuum,
lawang buku, tobucil, mama dino

for more info : www.tobucil. blogspot. com or call 022-4261548


Untuk keterangan lebih jelas, silahkan klik gambar di atas.
Jangan lupa dateng dan bergembira bersama di crafty days ya teman-teman...:)
Google Twitter FaceBook

Tamu-tamu di Klab Puisi


Pertemuan klab puisi, Jumat, 31 Agustus 2007, tampak berbeda dari biasanya. Beberapa orang teman dari jauh tampak hadir memeriahkan suasana. Ada teman-teman dari Purwakarta dan juga Ketua AJI Kediri_Mas Dwijo dan ketua AJI Medan_ Deddy ikut bergabung dalam pertemuan Klab Puisi sore itu. Kunjungan kedua ketua AJI kota ini sebenarnya dalam rangka kunjungan ke AJI kota Bandung dan AJI Indonesia yang pada tgl 1 - 2 September 2007 ini menyelenggarakan Pelatihan Jurnalisme Sadar Konflik, di Bandung. Mas Dwijo dan Deddy, antusias bergabung di pertemuan klab puisi sore itu, mereka berbagi cerita tentang kondisi komunitas puisi dan sastra di kota masing-masing. Setelah acara sharing pengalaman, beberapa partisipan membacakan puisi karyanya masing-masing untuk di apresiasi bersama. Meski nampak beberapa orang sibuk menyimak pertemuan ini sambil berhotspot ria. (Foto & teks oleh tarlen)
Google Twitter FaceBook

Bocoran Benang Rajutan Baru untuk Katalog Bulan September



Siap-siap buat para rajut mania, koleksi benang baru untuk rajutan akan segera hadir di katalog bulan September.
Google Twitter FaceBook

Prof. Mikihiro Moriyama di Tobucil




Foto-foto diskusi tentang Daya Hidup Bahasa Sunda di Era Poskolonial, Prof. Mikihiro Moriyama bersama partisipan diskusi dalam suasana santai. Foto by tarlen

Hasil diskusi akan di update pada postingan berikutnya

Tulisan tentang Profil Mikihiro Moriyama di, Suplemen Kampus Pikiran Rakyat, 30 Agustus 2007
Mikihito Moriyama
Tetap Ingin Jaga Tradisi


"Walaupun saya nanti di rumah jompo, saya tidak akan merasa kesepian. Karena sepanjang hayat saya harus terus belajar."

SENYUM yang memperlihatkan sedikit susunan gigi yang rapi kerap mengembang. Cara bicaranya santun dengan logat bahasa Sunda yang fasih. Orang pun kerap terheran-heran dengan kemampuan dari kawan dosen yang lahir di Kyoto, Jepang, pada 16 September 1960 itu.

Dia, Mikihiro Moriyama, merupakan seorang profesor pada bidang kajian Indonesia di Departemen Asian, Fakultas Studi Luar Negeri, Universitas Nanzan, Jepang. Keahliannya pada kajian sastra dan budaya Sunda.

Tahun 2005, ia membuat kalangan budayawan dan intelektual lokal mulai banyak memperbincangkan dirinya. Sebuah disertasi yang disusun selama 13 tahun berubah menjadi buku yang banyak mengundang diskursus. Buku itu berjudul "Semangat Baru: Kolonialisme, Budaya Cetak, dan Kesastraan Sunda Abad Ke-19" yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia.

"Saya hampir bosan menyusun buku itu," katanya bergurau.

Buku itu adalah buku ketujuh selama perjalanan hidup Miki. Buku tentang Sunda lainnya, misalnya, buku berjudul Sundanese Conversation (Sunda-go Kaiwa in Japanese). Selain tentang kesundaan, ia pun jatuh cinta pada karya seniman Putu Wijaya. Pada tahun 1998, mengalihbahasakan karya Putu berjudul Telegram ke bahasa Jepang.

Karya-karya itu tidak akan muncul jika cita-cita kecilnya menjadi pegawai di kantor swasta perdagangan atau menjadi diplomat diteruskan. Jika saja ia tidak bertemu budayawan Sunda, Ajip Rosidi, di salah satu kelasnya, mungkin Miki membuat karya lain.

Tinggal di kampung

Miki, pemuda desa dari Ayabe. Ayahnya adalah seorang pekerja kantor pemerintah. Ia menyebut pekerjaan di kantor pemerintahan sebagai pekerjaan yang statis dan tidak berkembang. Miki muda tidak ingin seperti itu. Ia ingin bekerja di kantor perdagangan swasta agar bisa naik pangkat.

Ia ingin keluar negeri, tetapi masih di kawasan Asia. Ia mencari negeri dengan pelajaran bahasa yang mudah dipahami. Lantas pilihan pun jatuh pada pengajaran bahasa Indonesia.

"Kawan-kawan di sana menyebut aneh. Kenapa saya pilih Indonesia?" tutur Miki.

Wajar pertanyaan itu muncul. Sejak Restorasi Meiji, Jepang sudah bercita-cita setara dengan negeri-negeri Barat dan ingin menjadi nomor satu di Asia. Oleh karena itu, banyak anak muda Jepang yang belajar ke Eropa dan Amerika Serikat. Jika ada pilihan yang tidak pada kedua wilayah itu, maka akan disebut aneh.

Namun, Miki tidak menggubris pendapat itu. Menurutnya, perjalanan ke negeri yang tidak pernah tersentuh seperti Indonesia merupakan tantangan. Tantangan itu akan membawa pada berkah pengetahuan dan pelajaran yang berlimpah. Untuk itu, ia masuk Department of Indonesian, Osaka University of Foreign Studies.

Tahun 1980, Miki pergi melihat negeri yang tak pernah dilihatnya. Modal uang 200 ribu yen hasil kerja sambilan sebagai pemandu wisata, satpam, pedagang buah di supermarket sampai guru privat.

"Tahun 1980-an, saya jalan-jalan sebulan ke Bali, Tana Toraja, Yogyakarta, sampai Bandung. Dan, saya hanya sendirian di pesawat Singapore Airlines menuju Indonesia," ujarnya mengenang.

Kembali ke Jepang, ia bertemu dengan Ajip Rosidi yang mengajar di salah satu kelasnya. Identitas Sunda yang melekat pada diri budayawan itu memberi inspirasi untuk mengenal tentang Sunda lebih dalam. Melalui dorongan (alm) Prof. Kenji Tsuchiya, ia memilih Universitas Padjadjaran (Unpad) sebagai awal membuka tabir budaya Sunda. Di kampus ini ia mendapat bimbingan dari tokoh Sunda ternama (alm) Edi S. Ekadjati.

"Saya melihat sosok Ajip Rosidi (budayawan Sunda). Integritasnya terhadap budaya Sunda memberi inspirasi kepada saya untuk mencari tahu lebih banyak tentang Sunda," ujar Miki pada Kampus saat berbincang di teras kamar penginapannya yang asri, Jumat (24/8),

Modal beasiswa Rp 75 ribu per bulan, ia manfaatkan benar. Kuliahnya dijalani seminggu sekali, Miki lebih banyak mencari seniman, budayawan, dan wartawan yang memahami budaya dan bahasa Sunda. Bahkan, ia rajin ikut rombongan tari jaipongan sampai ke pelosok Jawa Barat.

Tidak cukup bergaul di Kota Bandung, Miki memilih tinggal di kampung bernama Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat. Selama 6 bulan ia belajar bahasa Sunda, adat istiadat, sampai mengaji setelah magrib. Apakah pindah agama? Tidak, ia belajar untuk mengetahui budaya masyarakat lokal.

Dari Wanayasa, ia ke Cianjur sampai ke Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya. Dari sana ia bisa belajar menghayati kehidupan manusia dengan alam sekitarnya. Menghargai alam sebagai tempat hidup yang mesti dijaga keseimbangannya dan dijauhkan dari pengeksploitasian berlebihan. Hubungan manusia yang tidak berlandaskan kepentingan sesaat, tetapi corak kebersamaan dan toleransi sebagai individu untuk saling membantu.

Hal itu ia tidak dapatkan jika berada di kota besar. Antara kota dengan desa seperti dua negara yang berbeda. Kesederhanaan desa dengan glamor kota merupakan dua wilayah kontras yang kasat mata. Akan tetapi, ia tidak menyembunyikan bahwa kekuasaan uang pun larut di ibu kota kabupaten yang dekat dengan kota besar.

**

MIKI duduk tegap di kursi nomor dua dari belakang. Pembawaannya tenang, tetapi tidak lepas memandang tiap wajah anak-anak kelas V di SD Negeri Soka, Bandung, Jawa Barat. Senyumnya tak pernah lepas menghias wajahnya ketika anak-anak balas memerhatikannya.

Belakangan ini, dia sering datang ke sekolah-sekolah dasar dan menengah. Ia mengamati metode pengajaran bahasa Sunda di sekolah sekaligus mencari tahu bahasa pengantar anak-anak jika berada di rumahnya. Data-data ini untuk persiapan bukunya yang terbaru tentang bahasa Sunda.

Namun, ada hal lain yang ia perhatikan. Di Indonesia, anak-anak belajar ilmu pengetahuan seimbang dengan pengetahuan agamanya, terkhusus Islam. Hal yang berbeda di Jepang yang lebih mengutamakan ilmu pengetahuan dibanding agama.

Sains mengejar kebenaran, tetapi sebenarnya manusia tidak bisa mencapai kebenaran itu sendiri. Menurutnya, absolutisme kebenaran hanyalah milik pemilik jagat raya ini. Namun, tidak semua orang menyadari akan hal itu sebagaimana Miki alami sendiri di negeri lain.

Manusia, katanya, hanya bisa mendekati kebenaran itu sendiri. Manusia bisa menyadari hal ini ketika kebutuhan akan rohaninya terpenuhi. Keseimbangan antara kapasitas intelegensia dan spiritual mendorong manusia tidak ambisius, baik dalam hal materi atau apa pun. Keseimbangan akan mendatangkan kebahagiaan.

"Saya suka dengan orang Sunda di kampung karena mereka tidak ambisius. Mereka tidak menonjolkan diri mereka walaupun mereka memiliki kemampuan untuk tampil," tuturnya.

Di panti jompo

Ia mengaku, ilmu kesederhanaan dan perpaduan sains dengan agama yang ia peroleh selama penelitiannya memberi perubahan pada dirinya. Saat ini ia lebih sering bertanya bahwa dirinya terus bertanya tentang bagaimanakah manusia hidup?

Pertanyaan-pertanyaan itu lantas ia jawab dengan menekuni bidang akademis. Menurutnya, menjadi peneliti merupakan langkah untuk menjawab pertanyaan itu. Peneliti akan berjalan mendekati kebenaran dan terus mengujinya. Ruang pekerjaan akademis tidak akan terganggu oleh waktu usia menjelang tua. Walaupun nanti tinggal di panti jompo, proses menjawab pertanyaan tadi akan terus bergulir.

Sebagai akademisi, Miki tetap punya fokus yang ingin ia teruskan. Demi menjawab pertanyaan tentang makna kehidupan dirinya, eksistensinya dirasa berguna untuk mengulas tentang budaya literasi Sunda.

"Yang saya cari ilmu dan kebenaran. Dalam dua tahun, kenapa dagang tidak penting dan tidak menarik, saya ingin kembalikan apa yang saya telah peroleh dari masyarakat Sunda," katanya.

Lantas, apakah Miki mau menjadi warga negara Indonesia? "Tidak," jawabnya.

Pasalnya, sebagai anak sulung Miki punya tanggung jawab terhadap warisan nenek moyang di desanya, seperti sawah, hutan, dan makam. Termasuk tanggung jawab sebagai warga desa untuk membantu membersihkan desa setiap bulan.

Miki tetap memegang paspor Jepang, tetapi bukan berarti kehidupannya terbatas di satu tempat. Ia masih ingin berkelana untuk menjawab pertanyaannya. Hal yang bisa membawanya diam di tempat adalah tugasnya sebagai pemegang nilai tradisi nenek moyangnya.***

agus rakasiwi
kampus_pr@yahoo.com
Google Twitter FaceBook

Madrasah Falsafah Agustus: Dari Anak Perempuan Bapak sampai Hidup Normal

Foto dan review oleh tarlen

Pertemuan madrasah falsafah, setiap rabu rupanya tak pernah sepi peminat. Partisipannya pun beragam. Mulai dari mahasiswa, dosen, wartawan, pengangguran, pensiunan, guru. Tanggal 29 Agustus 2007 lalu, tema yang dibahas adalah 'Hidup Normal'. Seru karena ternyata batas antara normal dan tidak normal sangat tergantung darimana memandanganya. Di madrasah falsafah, semua partisipan bisa berbagi pengalaman hidupnya dan saling menarik pelajaran satu sama lain.



Sementara tema di minggu sebelumnya, 22 Agustus 2007, membahas hubungan 'Anak Perempuan dan Bapaknya'. Ada tiga orang bapak dari latar belakang yang berbeda hadir pada pertemuan kali ini: Pak Ismail, single parent yang membesarkan 3 orang anak perempuannya, punya hubungan khusus dengan anak-anaknya, sangat dekat bisa menjadi orang tua sekaligus sahabat; Pak Erik, bapak asal Amerika yang sudah lama tinggal di Bandung, punya anak perempuan berusia 17 tahun, hal yang menarik yang dia katakan di akhir pertemuan adalah: "Buat kalian anak perempuan, jangan segan untuk mengatakan apa yang kalian inginkan dari ayah kalian, karena sering kali mereka tidak tau apa yang kalian inginkan dari mereka." Sementara Pak Amrizal Salaya, seorang pematung mengaku terus terang, bahwa ia sering kali tidak tau bagaimana semestinya mengahadapi anak perempuannya. Baginya anak perempuannya seperti patung porselen, ia takut menghancurkannya.

Forum yang jarang terjadi, dimana para bapak-bapak ini bisa berterus terang tentang apa yang mereka rasakan dari hubungannya dengan anak-anak perempuan mereka, juga para partisipan yang sebagian adalah anak-anak perempuan bisa mengungkapkan harapan mereka dari seorang bapak.


Google Twitter FaceBook

Thursday, August 30, 2007

KULIAH FILSAFAT ISLAM (Tingkat Dasar) ”Jalan-Jalan Menuju Islam, Jalan-jalan Penemuan Kemenangan Diri”

Madrasah Falsafah Sophia bersama Tobucil & Klabs menyelenggarakan Kuliah Filsafat Islam tingkat dasar.

TEMA:

”Jalan-Jalan Menuju Islam, Jalan-jalan Penemuan Kemenangan Diri”

PEMBICARA:
1. Bambang Q-Anees, dosen Filsafat dan Teologi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. *
2. Miftah Fauzi Rahmat*, Wakil kepala sekolah SMA Muthahhari, belajar Filsafat di Qum, Iran.
3. Dede Syarif, pejalan spiritual yang meyakini al-Quran dapat dibuktikan dalam wujud nyata, terukur, dan dapat dialami.
4. Saiful Karim*, pejalan spiritual dan menjadi koordinator pada Pesantren Misykatul Anwar, Bandung.
5. Munir A Muin, pengajar filsafat Agama dan Filsafat Islam di UIN SGD Bandung *
6. Hendariyadi, M.Ag, Pengajar Tafsir dan Hermeneutika al-Quran di UIN SGD Bandung

* dalam konfirmasi

WAKTU DAN TEMPAT
20 s/d 25 September 2007
Pk. 15.00 – 17.30 WIB
Tempat: Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung Telp. 022 4261548

SASARAN KEGIATAN
Profesional, mahasiswa, peminat kajian Islam

BIAYA KEGIATAN
Biaya untuk mengikuti kuliah ini adalah Rp. 150.000/orang sudah termasuk materi kuliah, snack untuk buka puasa.

INFORMASI DAN PENDAFTARAN
Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung
Telp. 022 4261548
tobucil@yahoo.com

MATERI PERKULIAHAN

1. Kamis, 20 September 2007

Jalan Iman: Tauhid sebagai Paradigma Hidup
Pemandu: Bambang Q-Anees

Tauhid bukan sekadar monoteisme, namun pandangan hidup yang mengkerangkai semua aspek. Dalam Tauhid dapat ditemukan prinsip bahwa penciptaan Tuhan adalah esa, tauhid menolak segala bentuk diskriminasi berdasarkan ras, warna kulit, kelas, garis keturunan, kekayaan, dan kekuasaan. Tahuid menempatkan manusia dalam kesamaan, menyatukan manusia dan alam sebagai kelengkapan penciptaan Tuhan. Keesaan Tuhan adalah keesaan kehidupan, yaitu tidak ada pemisahan antara spiritualitas dan keduniawian. Tauhid adalah jaringan relasional Islam, yaitu penyatuan seluruh aspek kehidupan dalam satu hukum, satu tujuan dalam Kehendak Allah. Tujuan tauhid adalah untuk menciptakan suatu saling hubungan yang sempurna antar manusia.
- Apa itu Tauhid?
- Memahami Iman, Islam, Ihsan
- Tauhid sebagai Paradigma Hidup
- Tauhid sebagai prinsip Relasional
- Tauhid dan Kesadaran Murni Manusia

2. Jumat, 21 September 2007
Jalan Membaca: Al-Quran sebagai Kitab yang Hidup
Pemandu: Dede Syarif

Islam adalah satu-satunya peradaban yang bertumpu, bersumber pada sebuah Buku Besar: al-Quran. Dari muara al-Quran, lahirlah sebuah peradaban yang menciptakan penemuan yang menakjubkan. Karena itu, Al-Quran bagi orang beriman adalah Kitab yang Hidup, ia terus menyertai kehidupan Manusia dan memberikan jawaban-jawaban atas masalah manusia (kapanpun dan dimanapun).
Bagaimana menjadikan al-Quran sebagai Kitab yang Hidup? Bagaimana mengaktifkan diri sehingga al-quran dapat berbicara pada diri kita? Menjadi materi utama dari sesi ini:
- Mengimani al-Quran sebagai Manual Book bagi Diri dan Kehidupan
- Beberapa Keajaiban al-Quran perspektif al-Quran Visual
- Membaca Diri melalui Ayat-ayat Al-Quran.

3. Sabtu, 22 September 2007
Jalan Ibadah: Pemahaman atas Syari’ah
Pemandu: Hendariyadi, M.Ag

Syari’ah selama ini dipahami sebagai merepotkan (harus shalat lima kali sehari, misalnya) dan menakutkan (hukum pancung, misalnya). Apakah betul begitu? Secara prinsip Syariah terkait erat dengan cita-cita mewujudkan kehendak ketuhanan dan membangun bumi serta memelihara keadilan di antara manusia. Karena terkorupsi oleh pemikiran Eropa yang memandang relasi Tuhan-Manusia sebagai Penindas-Ditindas, ibadah kerap dipahami dalam relasi pemaksaan ini. Dalam terang tauhid, ibadah adalah pemunculan kemurnian kehendak untuk mengikuti jalan Muhammad agar semakin mendekati Tuhan.
Materi ini mencoba membongkar aspek-aspek peribadatan dalam Islam dan hubungannya dengan prinsip tauhid.
- Kenapa Manusia harus ada Ibadah?
- Ibadah bukan sekadar ritualitas Fiqh
- Tujuan pewajiban ibadah (maqashid syar’iyah)
- Prinsip dan Kaidah Hukum Islam (Qaidah Ushul Fiqh)

4. Minggu, 23 September 2007
Jalan Pengetahuan: Epistemologi Islam
Pemandu: Munir A. Muin

Sejak awal perkembangannya, Filsafat Islam mencoba memberikan catatan dan kritik terhadap Filsafat Yunani. Bagi Filsafat Islam, pengetahuan dapat menyesatkan bila hanya bertumpu pada esensi. Filsafat Barat, sekian lama saat setelah dilahirkan, baru menyadari bahwa esensialisme menyebabkan manusia terpasung oleh pengetahuan dan mengalami apa yang disebut Heidegger sebagai ”Lupa-akan-ada”. Bagaimana Jalan Pengetahuan dalam Islam?
Materi ini mencoba menyajikan prinsip-prinsip dasar pengetahuan dalam Islam dan beberapa contoh sederhana epistemologi dalam Islam.
- Perbedaan Ilmu, Pengetahuan, dan Hikmah
- Cara Memperoleh Pengetahuan
- Esensialisme dan Eksistensialisme

5. Senin, 24 September 2007
Jalan Pengelolaan Diri: Filsafat Etika Islam
Pemandu: Miftah Fauzi Rahmat

Keberanian sebenarnya adalah satu tingkat di atas kepengecutan dan satu tingkat di bawah Kekalapan. Kedermawanan sebenarnya satu tingkat di atas kekikiran dan satu tingkat di bawah keborosan. Inilah yang disebut dengan prinsip etika ”Jalan Tengah”. Dalam prinsip ini, ibadah ritual yang berlebihan dianggap sebagai jalan yang melemparkan diri dari kesempurnaannya.
Bagaimana perilaku sehari-hari dikerangkai oleh tauhid dan syariat? Apa yang bisa dicapai dalam Jalan Pengelolaan Diri? Materi ini mencoba mengantarkan pemahaman kita tentang etika dan perilaku sehari-hari sebagai jalan menuju Islam.
- Prinsip-prinsip Pengendalian Diri
- Jalan Tengah sebagai Etika Tertinggi
- Menemukan Tuhan melalui Pengelolaan Diri

6. Selasa, 25 September 2007
Jalan Cinta: Spiritualisme dalam Islam
Pemandu: Saiful Karim

Cinta bukan sekadar erotisme dan sensualisme, cinta adalah jalan menuju Tuhan. Cinta adalah ekspresi terlembut dari ketaatan, cinta dapat dinyatakan pula sebagai prinsip terlembut dari prinsip relasional tauhid. Beberapa sufi menganggap cinta sebagai capaian terakhir dari tauhid, Ibn Arabi misalnya menyatakan bahwa ”Agamaku adalah agama Cinta, Aku akan turut kemanapun dia pergi”.
Bagaimana prinsip cinta dalam Islam? Apa hubungan antara cinta dengan ketaatan ibadah dan tauhid? Pada materi ini semuanya akan dibicarakan:
- Tauhid, Syariat, Tarikat, dan Cinta
- Cinta dan Tangga Spiritual
- Islam sebagai Agama Cinta
Google Twitter FaceBook

Monday, August 27, 2007

Pelatihan Critical Discourse Analysis (CDA)

Download flyer (Critical Discourse Analysis Workshop.pdf)

Salah satu ragam riset yang berkembang pesat dalam studi komunikasi berfokus pada kajian media. Tidak lagi berkutat pada analisis isi dan kajian kuantitatif, riset media kini merambah pendekatan-pendekatan baru yang diperkaya lewat kontribusi paradigma-paradigma mutakhir dalam kajian komunikasi. Salah satu ragam kajian yang berkembang adalah Analisis Wacana Kritis, atau Critical Discourse Analysis, (CDA).

Sayangnya, walau penelitian dengan CDA menjamur di mana-mana, masih banyak calon peneliti yang kebingungan menerjemahkan teori-teori wacana dalam praktik penelitian maupun analisis. Pelatihan CDA yang kami tawarkan di sini dimaksudkan untuk membantu peserta memahami landasan CDA, ragam metode CDA, dan penerapan teori-teori Kritis dalam analisis. Karena itu, kurikulum pelatihan ini disusun sedemikian rupa, guna memberikan landasan teoritis yang memadai sekaligus mempraktikkan CDA.

Materi tiap pertemuan:
1. General Introduction
- pengantar menuju metode kualitatif. Memperkenalkan tujuan, signifikansi, diikuti dengan penjelasan tentang teori-teori dasar yang melandasi CDA. Dalam sesi ini, peserta juga akan diajak untuk mencermati pemetaan CDA dan karakteristiknya masing-masing. Beberapa contoh terbaik penelitian CDA akan diperkenalkan.
2. Ragam Metode Kualitatif: Norman Fairclough
- Norman Fairclough adalah salah satu teorisi dan periset media yang merumuskan model CDA. Model CDA Fairclough termasuk yang paling populer, karena walau pun ringkas, namun mampu menyentuh banyak level analisis media. Seperti apa metode CDA Fairclough, bagaimana mengaplikasikan metode ini dalam penelitian, apa spesifikasi khusus CDA Fairclough yang membedakannya dengan metode CDA lainnya, itulah yang akan dibahas dalam sesi ini.
3. Ragam Metode Kualitatif: Sara Mills
- Sara Mills dikenal sebagai perumus model CDA berbasis gender. Pada perkembangan selanjutnya, model CDA Sara Mills akhirnya tidak cuma digunakan untuk menyentuh permasalahan berwajah 'feminis'--tetapi juga dalam penelitian di ranah-ranah lain yang berkaitan dengan ketimpangan dan ketidaksetaraan. Cari tahu lebih banyak tentang model CDA Sara Mills, serta bagaimana mengaplikasikannya dalam penelitian dalam sesi ini.
4. Ragam Metode Kualitatif: Teun A. van Dijk
- Model CDA Teun A. van Dijk termasuk yang paling banyak dipakai, juga yang paling banyak disalahkaprahkan. Kendati demikian, minat orang untuk mengaplikasikan model CDA Van Dijk tak pernah surut. Maklum, model CDA Van Dijk menyentuh banyak level analisis, dan tergolong sederhana namun cakupannya mendalam. Agar tidak terjebak dalam salah kaprah memahami Van Dijk dan teorinya, maka sesi ini mengangkat model CDA Van Dijk, spesifikasinya, serta evaluasi.
5. Latihan 1: Menerapkan CDA
6. Latihan 2: Menerapkan CDA
Di luar ketiga model CDA di atas, pelatihan ini menawarkan alternatif model CDA lainnya, seperti model analisis Ruth Wodak, Shoemaker-Reese, dll.

Instruktur:
Santi Indra Astuti (Dosen Fikom Unisba, Research Fellow LIPI, dan Research and Development Bandung School of Communication Studies).

Peserta pelatihan
Mahasiswa studi komunikasi, peminat kajian komunikasi, pers, LSM, dosen, dan lain-lain.

Waktu dan tempat
Pelatihan ini terdiri dari 6 kali pertemuan @ 2 x 60 menit.
Mulai tanggal 17,19,20, 24, 26,27 September 2007
Pk. 15.00 -17.00

Biaya Pendaftaran
Rp. 300.000 (termasuk workshop kit, sertifikat, dan snack buka puasa)

Tempat dan Pendaftaran Workshop
Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung
Telp. 022 4261548


Acara ini diselenggarakan oleh
Bandung School of Communication Studies dan didukung oleh Tobucil & Klabs
Google Twitter FaceBook

Friday, August 24, 2007

Workshop Menulis Feature dan Artikel untuk Media

Download Flyer: Workshop Penulisan.pdf

Menulis Feature dan Artikel untuk Media

* Apa dan mengapa menulis media
* Feature dan artikel yang dibutuhkan media
* Jenis-jenis feature dan artikel
* Menggali ide dan mengumpulkan bahan
* Menulis ringkas, jelas dan bergaya
* Membangun motivasi menulis
* Metode Quantum Writing
* Creative Non-Fiction (teknik penulisan non fiksi kreatif)
* Jika otak buntu menulis


Workshop Intensif

* Maksimal peserta 20 orang per kelas
* Proyek akhir: peserta menulis karya jadi untuk dikirim ke media
* Total waktu belajar dan latihan 12 jam
* Waktu workshop 12 jam (2 hari)
* Sabtu dan minggu, 15-16 September 2007, mulai Pk. 9.00 - 16.00
* Biaya workshop Rp. 300.000

Tempat Workshop dan pendaftaran
Tobucil & Klabs
Jl. Aceh 56 Bandung
Telp. 022 4261548

Farid Gaban memulai karir jurnalistiknya sebagai wartawan Tempo Biro Bandung (1984). Meninggalkan kuliahnya tanpa lulus di Jurusan Planologi, ITB dan lebih memilih berkarir sebagai jurnalis. Sempat bekerja di Editor (1987-1990), Berita Buana "Manajemen Baru" (1990-1991), Republika, Tempo dan kini di kantor berita Pena Indonesia yang didirikannya.
Lebih jauh tentang Farid Gaban klik disini

Acara ini terselenggara atas sinergi:
Pena Indonesia, Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandung, Tobucil & Klabs


Google Twitter FaceBook

Agenda Madrasah Falsafah bulan September 2007

MADRASAH FALSAFAH SOPHIA
Mengundang Anda untuk Berbagi
Berfilsafat dari Kehidupan Sehari-hari

Setiap Rabu, Jam 5 Sore.
di Tobucil & Klabs
Jl. Aceh 56 Bandung 40113
Tlp/Fax: +62 22 4261548

Bahan Obrolan:
Agustus 2007
(1) 1/8/07: Hati (2) 8/8/07: Retak (3) 15/8/07: Cinta& Persahabatan
(4) 22/8/07: Girls Talk (5) 29/8/07: Hidup Normal.

September 2007
(1) 5/9/07: Bahasa Ibu (2) 12/9/07: Moment Berharga
(3) 19/9/07: Spiritualitas Maaf (4) 26/9/07: Mudik.

Salam,
Rosihan Fahmi (Ami)
Pengelola Madrasah Falsafah Sophia Bandung



Google Twitter FaceBook

Thursday, August 23, 2007

Penaklukan Bahasa: Daya Hidup Bahasa Sunda di Era Pos Kolonial

Sabtu, 25 Agustus 2007, Pk. 15.00
Tempat: Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung

Bersama:
Mikihiro Moriyama (Profesor di Jurusan Studi Asia, Universitas Nazan, Nagoya, Jepang)

Moderator: Bambang Q-Anees

Tak jarang timbul salah paham terhadap studi Mikihiro Moriyama yang dibukukan dalam buku berjudul Semangat Baru (edisi bahasa Indonesia) terutama di kalangan orang-orang Sunda sendiri----atau mungkin lebih tepat jika dikatakan bahwa studi Moriyama itu sesungguhnya membuka suatu bahan perdebatan yang sangat penting perihal formasi bahasa dan sastra Sunda, khususnya dalam konteks tatanan kehidupan pada zaman kolonial. Oleh karena studi Moriyama beranjak dari kebijakan pemerintah kolonial di Jawa Barat sehubungan dengan bahasa dan sastra Sunda, dan memanfaatkan kekayaan dokumen dan literatur dari 'zaman Belanda' (baik dari Perputakaan KITLV maupun dari Universitet Bibliotheek di Leiden, dll.), sebagian pembaca buku tersebut akan mudah beranggapan bahwa studi Moriyama masih meneruskan kecenderungan Eropa sentris dalam ilmu-ilmu sosial tentang Indonesia, sebagaimana anggapan yang dikemukakan bahkan oleh Dr Edi S Ekadjati, salah seorang promotor disertasi Moriyama di Leiden yang menulis kata pengantar untuk edisi bahasa Indonesia dari buku tersebut. Selain itu, anggapan keliru yang sangat simplistik di kalangan pembaca buku tersebut, yakni anggapan yang seakan-akan melihat bahasa dan sastra Sunda merupakan 'ciptaan Belanda'. Anggapan keliru yang disebutkan belakangan ini terutama cenderung ditekankan oleh komentator yang hendak mempersoalkan 'orisinalitas' bahasa dan sastra Sunda itu sendiri.

Kenyataan historis yang menunjukkan bahwa sebelum kolonialisme Belanda merasuk ke Tatar Sunda, masyarakat Sunda dan bahasanya sendiri sudah ada, jelas tidak bisa dipungkiri. Dalam hal bahasa, misalnya, bahkan sebelum para peneliti, sarjana dan pemerintah Belanda yang dikaji oleh Moriyama memastikan bahwa memang ada yang disebut 'bahasa Sunda', orang Inggris yang bernama Jonathan Rigg pada 1862 telah mempublikasikan 'A Dictionary of Sunda Language of Java'. Demikian pula jika kita meninjau lebih jauh ke belakang, jelas bahwa jauh-jauh hari sebelum kedatangan Belanda, di Tatar Sunda sudah berkembang tradisi lisan berupa 'carita pantun', dan tradisi tertulis berupa sejumlah manuskrip tua dari abad ke-16. Dalam hal ini, kita perlu mencatat (sekali lagi) bahwa studi Moriyama itu tidak beranjak dari zaman 'carita pantun' atau 'naskah buhun', melainkan dari awal terbentuknya tatanan politik kolonial Belanda hingga menjelang berdirinya Commisie voor Volkslektur (yang kelak dikenal dengan nama Balai Poestaka itu). Dalam kaitan inilah, berdasarkan studi Moriyama, kita bisa mengatakan bahwa modernisasi bahasa dan sastra Sunda beserta segala implikasi dan konsekuensinya jelas tidak bisa dilepaskan dari dampak-dampak kolonialisme Belanda di Indonesia, khususnya pada abad ke-19.

(Pengantar ini di kutip dari email yang dikirimkan Hawe Setiawan kepada Heru Hikayat untuk kepentingan acara ini)
Google Twitter FaceBook

Friday, August 17, 2007

Crafty Days - Let's Get Crafty: Open Call for DIY Project



Halo.. halo...
Buat kamu yang punya hobi prakarya terutama needle work (apapun yang berhubungan dengan jarum dan benang) dan paper work (apapun yangberhubungan dengan kertas), silahkan bergabung di crafty days pertama yang akan diselenggarakan tgl 8-9 September 2007 di tobucil & klabs Jalan aceh 56 Bandung. Kamu bisa memamerkan karya kamu, jualan karyamu sendiri, demo pembuatan atau bikin workshop di acara ini. daftarkan diri kamu segera.

Syarat pendaftaran:
Semua produk merupakan hand made produk.
Bisa peroragan atau kelompok.
Biaya pendaftaran: Rp. 100.000/meja untuk 2 hari atau Rp. 100.000 perworkshop atau Rp. 50.000 untuk titip jual produk.
Mengisi formulir pendaftaran.

Informasi dan pendaftaran hubungi:
Tobucil & Klabs Jalan aceh 56 Bandung telp. 022 4261548...

Pendaftaran selambat-lambatnya tgl. 25 agustus 2007..
buruan jangan sampai ketinggalan..!!!

Brought to you by
tobucil & klabs
Supporting Do It Yourself Project
Google Twitter FaceBook

The Men Who Craft

Merajut bukan cuma monopoli cewe-cewe loh, Danu dan Christopher salah duanya cowo-cowo yang enjoy dengan kegiatan ini .... mereka berdua lagi hobi bikin pon.. bola-bola dari benang seru deh.. craft is cool, man..!


Google Twitter FaceBook

Crafty Day





Pemandangan rutin di tobucil setiap sore saat teman-teman berkumpul dan merajut bersama..
Google Twitter FaceBook

Wednesday, August 8, 2007

Katalog Buku Baru Tobucil Agustus 2007


Judul buku : The Kid
Pengarang : Kevin Lewis
Harga Asli : Rp. 29.000,-
Harga Tobucil : Rp. 27.000,-

Review :
Kevin Lewis, penulis buku ini, tidak pernah punya kesempatan. Tumbuh di sebuah kawasan kumuh dam miskin di pinggiran kota London, dipukuli dan dibiarkan kelaparan oleh kedua orang tuanya, terus-menerus mengalami gangguan di sekolah dan kurang beroleh perhatian dari Dinas Sosial, iatidak pernah “memiliki” kehidupannya sendiri. Bahkan, sesudah berada dalam perawatan dan pengasuhan sekalipun, ia masih terjerembab dalam kehidupan jalanan dan dunia kejahatan yang mengenalnya dengan julukan “Sang Bocah” (The Kid). Akan tetapi, Kevin sanggup bertahan dan akhirnya berhasil mencapai taraf kehidupan yang lebih baik serta menempuh jalan hidup yang benar. Inilah kisahnya yang mengharukan dan membangkitkan inspirasi..

Judul buku : Tragedi Kegemukan
Pengarang : Amy S. Wilensky
Harga Asli : Rp. 32.500,-
Harga Tobucil : Rp. 29.500,-

Review :
Sebagai dua orang gadis remaja yang berselisih umur setahun, Alison dan Amy Wilensky nyaris tidak bisa dibedakan satu sama lain. Dan mereka tidak bisa dipisahkan: tumbuh besar di pinggiran kota Boston yang nyaman, mereka tidak pernah bisa jauh satu sama lain, berpakaian kembar, memainkan permainan yang sama, menyantap makanan yang sama. Akan tetapi, berat badan Alison pun mulai meningkat saat duduk di bangku Sekolah Dasar dan menjadi kelewat gemuk (dengan berat badan kurang lebih 144 kg) sewaktu ia berumur 16 tahun. Hubungan persaudaraan dua perempuan ini masih tetap erat. Namun, penghinaan dan pelecehan yang dialami Alison selama bertahun-tahun pun membentuk kembali identitas dirinya tanpa pernah bisa dihapus sama sekali dan mempengaruhi ikatan persaudaraan mereka bedua secara tak terduga. Dan, kegemukan pun nyaris melahirkan tragedy.

Buku ini menuturkan sebuah kisah universal tentang bagaimana kita menemukan apa yang membentuk diri kita dan bagaimana kita menjdi diri kita sesuai dengan keinginan kita.

Judul buku : Setengah Gila, Setengah Waras, Normalkah Aku?
Pengarang : Amy S. Wilensky
Harga Asli : Rp. 34.000,-
Harga Tobucil : Rp. 30.600,-

Review :
Buku kecil ini adalah sebuah memoir yang menuturkan secara emosional pergulatan Amy Wilensky dengan penyakit gangguan syaraf berupa gerenyet (yakni, bagian-bagian tubuh yang bergerak-gerak sendiri di luar kendali pengidapnya) dan juga sindrom Tourette yang paling sering disalahpahami. Sebagai seorang yang mengidap sendiri kedua penyakit itu, Wilensky melukiskan hubungannya dengan orang-orang yang sangat dikenalnya : keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan juga dirinya sendiri. Kisah hidupnya yang menggetarkan ini –kadang sedih dan kadang gembira— memperluas pemahaman kita tentang pikiran manusia yang sangat kompleks dan menggugat dengan halus dan apik pandangan kita tentang apa sesungguhnya yang disebut sebagai “normal”.

Judul buku : Waiting, Sebuah Penantian
Pengarang : Ha Jin
Harga Asli : Rp. 54.900,-
Harga Tobucil : Rp. 49.500,-

Review :
Tuntutan-tuntutan akan kerinduan manusiawi pun berhadapan dengan adapt-istiadat yang sudah berurat-berakar kuat selama berabad-abad dalam karya Ha Jin, sebuah novel yang sarat dengan kekayaan tak terduga dan gaung universal . setiap musim panas, Lin Kong, seorang dokter di Angkatan Bersenjata CIna, pulang ke kampung halamannya untuk mengakhiri perkawinannyayang tanpa cinta dengan Shuyu yang setia dan rendah hati. Akan tetapi, lagi-lagi, Lin harus kembali ke kota dan memberitahu Manna Wu, seorang perawat berpendidikan modern yang dicintainya, bahwa mereka harus menunda pertunangan mereka sekali lagi. Terjebak di antara klaim-klaim yang saling bertentangan dari dua wanita yang berbeda ini dan terperangkap dalam budaya yang memandang nahwa perzinaan bisa menghancurkan kehidupan dan karier, Lin harus menunggu selama 18 tahun. Tahun ini, janjinya, akan berbeda.

Judul buku : Blood Money
Pengarang : T. Christian Miller
Harga Asli : Rp. 68.000,-
Harga Tobucil : Rp. 58.500,-

Review :
Selubung persengkokolan… Tak lain tak bukan motif pendudukan Irak : Uang Haram Wartawan senior Los Angeles Times, T. Christian Miller, menyuguhkan hasil investigasi mendalam tentang perputaran ‘uang haram’ atas nama pembangunan Irak Baru. Sejumlah nama tenar akan banyak pembaca temui si sepanjang buku ini; baik itu pebisnis papan atas, politisi elite Gedung Putih, kontraktor kelas kakap hingga birokrat-birokrat ulung yang dengan rapid an lihai membingkai bisnis manipulatifnya di Irak. Tapi, serapi dan secantik apa pun praktik itu berlangsung, ‘investigator’ sekelas dan segigih Miller mampu mengendusnya.

Judul buku : Barack Obama
Pengarang : -
Harga Asli : Rp. 99.900,-
Harga Tobucil : Rp. 90.000,-

Review :
Barack Obama berhasil meniti tangga sukses menjadi senator kulit hitam kelima dalam sejarah Amerika Serikat, setelah sebelumnya menjadi dosen di Universitas Chicago, senator junior di Negara Bagian Illinois, dan presiden Afrika-Anerika pertama kalinya pada jurnal bergengsi, Harvard Law Review, sewaktu ia masih belajar di Universitas Harvard. Kini ia adalah salah satu calon kuat wakil Partai Demokrat dalam pemilihan Presiden AS pada 2008. Seiring dengan meningkatnya popularitas dirinya secara internasional, Obama menuliskan riwayat dan pandanagn hidupnya. Dalam buku ini, ia menyampaikan berbagai hal; mulai dari kehidupan pribadinya, dunia kebijakan, politik, masalah sosial, agama, hingga hubungan internasional. Di tengah-tengah amukan dan serangan publik dunia terhadap ketidakbecusan Bush memimpin Amerika, lahir seorang heal-maker (pemimpin yang merangkul) sekaligus deal-maker (seorang yang mampu menjawab persoalan-persoalan praktis). Ia muncul secara tak terduga dan dalam waktu relatif singkat mampu mengubah peta politik, menumbuhkan harapan dan gairah baru.

Judul buku : Devdas
Pengarang : Saratchandra Chattopadhyay
Harga Asli : Rp. 35.000,-
Harga Tobucil : Rp. 31.500,-

Review :
Inilah kisah tentang Devdas dan Parvati, dua anak manusia dari dunia berbeda yang saling menyayangi sejak lama sekali. Mereka berpisah ketika Devdas disekolahkan ke Kalkutta. Ketika beranjak dewasa, Parvati meminta Devdas meminang dirinya. Namun, orang tua Devdas menolak rencana itu karena mereka memandang rendah derajat sosial keluarga Parvati. Akhirnya, Parvati menikah denagn seorang duda kayapilihan ayahnya. Sebaliknya, Devdas membenamkan dirinya dalam minuman keras, ditemani Chandramukhi, seorang pelacur jelita yang mencintainya sejak pandangan pertama. Inilah salah satu cerita cinta paling tragis pada zaman kita. Sejak terbit pertama kali di India, seperti Romeo-Juliet dan Layla-Majnun, kisah ini kerap diperbincangkan dari masa ke masa.

Judul buku : Jangan Sebut Mereka Hantu
Penerbit : Lawang Buku
Pengarang : Kathleen McConnell
Harga Asli : Rp. 37.000,-
Harga Tobucil : Rp. 33.500,-
Review :
Buku ini bertutur tentang sebuah kisah nyata bagaimana Kathleen McConnell mengenal, mengasuh, dan kemudian “merawat” arwah tiga anak –anak yang mendiami kamar loteng di Fontaine Manse-Bidadari Kecil, Buddy, dan Si Bayi. Mulai dari bermain bola bersama Kathleen hingga menyelamatkan anak lelaki Kathleen, Duncan, dari tenggelam di bak kamar mandi,arwah anak-anak itu pun menjadi bagian dari kehidupan keluarga McConnel dalam skala besar maupun kecil. Akhirnya, sebuah keputusan mengharukan pun memicu terjadinya peristiwa yang dramatis dan tak terduga: arwah anak-anak itu pun menghilang dan pergi tanpa pernah kembali lagi.

Judul buku : From China with Love
Pengarang : Emily Buchanan
Harga Asli : Rp. 44.000,-
Harga Tobucil : Rp. 39.600,-

Review :
Saat Emily Buchanan menikah dengan suaminya, Gerald, setelah melalui suatu kisah roman, dia berharap akan segera memiliki anak-anak. Perkawinan yang sempurna mestinya mengantar kepada keluarga yang sempurna pula. Emily memang meraih kesuksesan dalam karier dan memperoleh suami yang amat mencintainya, namun ia sadar bahwa ia belum merasa puas jika tidak juga dianugerahi keturunan.
Tetapi perjalanan untuk menjadi seorang ibu ternyata masih jauh dan menyakitkan. Tiga kali keguguran yang dialaminya membuatnya berjuang melawan stigma kemandulan dan menjadikannya ragu apakah ia bisa menjadi seorang ibu. Ia lalu memutuskan untuk berpaling kepada adopsi.

Keinginan Emily dan Gerald untuk mengadoopsi anak yang masih bayi berarti pencarian melintsi batas-batas yang luas. Sebagai seorang jurnalis, Emily tahu betul tentang penderitaan sebagian anak-anak di negara-negara berkembang yang diperjual-belikan kepada kepada pasangan-pasangan dari Barat. Ia bertekad anaknya nanti harus berasal dari Negara di mana adopsi lebih teratur; dan Cina – di mana banyak bayi perempuan ditelantarkan – telah menjadi pilihannya. Perjalanan yang membawanya kepada proses adopsi yang sulit itulah yang mengingatkannya kembali pada kehidupan dan kematian tragis ibu kandungnya sendiri.

Judul buku : Tataplah Wajah Bunda, Nak!
Pengarang : Patricia Stacey
Harga Asli : Rp. 49.900,-
Harga Tobucil : Rp. 45.000,-

Review :
Pada 1997, Patricia Stacey, penulis buku ini, bersama suaminya, Cliff, mengetahui bahwa anak laki-laki mereka yang berumur 6 bulan, Walker, mungkin tidak akan pernah bisa berjalan atau berbicara, atau bahkan mungkin tak akan mampu mendengar atau melihat. Patricia dan Cliff pun memulai “petualangan” lima tahun yang mengantar mereka berdua pada dunia kedokteran alternatif dan pemahaman baru tentang autisme. Akhirnya, mereka bertemu dengan Stanley Greenspan, seorang psikiater pelapor dalam perkembangan anak-anak, yang membantu mereka menyelamatkan masa depan Walker dan membuatnya menjalin kembali hubungan dengan dunia ini.

Buku ini bukan hanya sebuah kisah yang mengharukan dan membangkitkan inspirasi bagi para orang tua dan mereka yang menaruh perhatian dan kepedulian pada anak-anak pengidap autisme dengan berbagai kebutuhan khusus lainnya, melainkan juga sebuah karya awal yang sangat mengagumkan. Buku ini akan memikat siapa saja yang peduli pada kehidupan anak-anak dan kasih-sayang keluarga yang mengutamakan mereka dalam mengatasi berbagai hambatan besar.

Judul buku : Praha (Prague)
Pengarang : Arthur Phillips
Harga Asli : Rp. 54.900,-
Harga Tobucil : Rp. 49.500,-
Review :
Sebagai sebuah novel dengan lingkup dan ambisi mencengangkan, Praha menggambarkan Generasi yang Hilang, menyusul kedatangan lima orang ekspatriat Amerika ke Budapest pada awal 1990-an untuk mengundi nasib. Mereka memendam kecurigaan yang samara-samar bahwa rekan-rekan mereka di Paraha bernasib lebih baik. Namun, mereka masih saja berharap bisa menemukan petualangan, ilham, tambang emas, atau sejarah yang sedang terbentuk.

Judul buku : City of God (Kota Tuhan)
Pengarang : E.L. Doctorow
Harga Asli : Rp. 54.900,-
Harga Tobucil : Rp. 49.500,-
Review :
Dengan goresan pena yang berani dan brilian, Doctorow menyusun secara amat mempesona segenap memori, berbagai peristiwa, visi, pemikiran provokatif, yang semuanya berpusat pada ide tentang realitas Tuhan di zaman modern. Di tangan Doctorow, kisah ini menjadi sebuah cerita detektif memukau tentang sebuah salib yang hilang dari sebuah gereja di wilayah Lower East Side dan muncul kembali di atas atap sebuah sinagog di wilayah Upper West Side. Seorang novelis terkenal –dengan kemampuan otaknya bagai gudang yang menyimpan berbagai ide dan nestapa zamannya– merasa tergugah dan ingin mengetahui misteri ini. Demikian pula halnya dengan seorang pendeta Gereja Episkopal dan seorang rabbi wanita yang menyelidiki penghinaan dan penistaan aneh seperti itu.

Judul buku : Mengembara Mencari Tuhan
Pengarang : Syaikh Nadim Al-Jisr
Harga Asli : Rp. 53.000,-
Harga Tobucil : Rp. 48.000,-

Review :
Buku berbentuk novel ini bertutur ihwal liku-liku perjalanan para filosof maupun ilmuwan–di Timur maupun di Barat, di masa lalu maupun di zaman modern– dalam pengembaraan mereka mencari Tuhan. Sebagian besar dari mereka memang benar-benar menemukan “Tuhan.” Namun, sebagian lainnya tenggelam dalam “igauan” yang tak jelas ketika mencoba memaksakan diri untuk menjangkau esensi Tuhan. Mereka mengembara terlalu jauh di belantara metafisika. Akibatnya, tak sedikit dari mereka yang terjebak dalam perangkap skeptisisme dan bahkan ateisme vis-á-vis keimanan kepada Tuhan. Seperti apa dan bagaimana sosok orang-orang yang mengembara mencar Tuhan itu? Anda bisa membaca dan menyimaknya tuntas dalam buku ini.

Judul buku : Tamsil Tubuh Terbelah, Kumpulan Puisi Amien Kamil
Penerbit : Mata Angin Publisher
Pengarang : Amien Kamil
Harga Asli : Rp. 40.000,-
Harga Tobucil : Rp. 36.000,-

Review :
Salah satu hal yang layak disyukuri dalam dunia perbukuan kita sejak awal reformasi adalah membanjirnya buku-buku sastra dari beragam genre. Celakanya, cukup banyak buku puisi kita belakangan ini memposisikan ‘kebebasan ekspresi’ dan ‘kecanggihan estetika’ secara keliru. ‘Kecanggihan estetika’ dijadikan majikan. ‘Kebebasan ekspresi’ ditundukkan dibawahnya. Amien Kamil berhasil bebas dari jebakan itu. Ia menjadikan kebebasan ekspresi sebagai majikan. Kecanggihan estetika ditundukkan di bawahnya. Walhasil, inilah puisi-puisi ekspresif yang tak selalu menyenangkan tapi hampir selalu menyenangkan tapi hampir selalu mencerahkan.

Judul buku : Edensor
Penerbit : Bentang
Pengarang : Andrea Hirata
Harga Asli : Rp. 39.000,-
Harga Tobucil : Rp. 35.100,-

Review :
Aku ingin mendaki puncak tantangan, menerjang batu granit kesulitan, menggoda mara bahaya, dan memecahkan misteri dengan sains. Aku ingin menghirup berupa-rupa pengalaman lalu terjun bebas menyelami lanirin liku-liku hidup yang ujungnya tak dapat disangka. Aku ingin mendamba kehidupan dengan kemungkinan-kemungkinan yang bereaksi satu sama lain seperti benturn molekul uranium; meletup tak terduga-duga, menyerap, mengikat, mengganda, berkembang, terurai, dan berpencar ke arah yang mengejutkan. Alu ingin ke tempat-tempat yang jauh, menjumpai beragam bahasa dan orang-orang asing. Aku ingin berkelana, menemukan arahku dengan membaca bintang gemintang. Aku ingin mrngarungi padang dangurun-gurun, ingin melepuh terbakar matahari, limbung dihantam angina, menciut dicengkeram dingin. Aku ingin kehidupan yang menggetarkan, penuh dengan penaklukan. Aku ingin hidup! Ingin merasakan sari pati hidup!


Judul buku : Seratus Tahun Kesunyian
Penerbit : Bentang
Pengarang : Gabriel Garcia Marquez
Harga Asli : Rp. 64.500,-
Harga Tobucil : Rp. 58.050,-

Review :
Cerita ini dimulai dari sekelompok petualang yang mendirikan sebuah desa di tengah hutan di Amerika Selatan. Peristiwa ini menandai awal dari sebuah dunia, sebuah keluarga besar dan seabad kejadian-kejadian luar biasa. Anda keluar dari novel ini seperti bangun dari mimpi, dengan pikiran puncak… di mana Garcia Marquez naik ke atas panggung bersama Gunter Grass, peraih Nobel Sastra 1999, dan Vladimir Nabokov, novelis termasyhur Amerika kelahiran Rusia.

Judul buku : The March
Pengarang : E.L. Doctorow
Harga Asli : Rp. 49.900,-
Harga Tobucil : Rp. 45.000,-

Review :
Pada 1864, Jenderal William Sherman membakar Atlanta dan menderapkan barisan enam puluh ribu tentaranya menuju timur, melalui Georgia ke laut, dan kemudian sampai ke Carolina. Pasukan yang dipimpinnya bertempur melawan pasukan Konfederasi dan berhasil menguasai wilayah itu, merambah perkebunan-perkebunan Selatan, merampas ternak dan hasil panen untuk kepentingan mereka sendiri, menghancurkan berbagai kota dan mengumpulkan penduduk berkulit hitam dan pengungsi kulit putih hingga yang tersisa hanyalah kehidupan peralihan yang membahayakan dari eklompok tercerabut, terempas, dan pihak yang menang. Hanya seorang novelis jagoan sajalahyang mampu melukiskan dengan kuat dan penuh keharuan kehidupan orang-orang yang bergabung dalam barisan pasukan itu.

Judul buku : The Dante Club
Pengarang : Matthew Pearl
Harga Asli : Rp. 59.900,-
Harga Tobucil : Rp. 54.000,-

Review :
Boston, 1865. Terjadi serangkaian pembunuhan, yang semuanya diilhami oleh adegan-adegan dalam “Inferno,” dalam Divina Commedia, karya Dante Alighieri (1265-1321 M), sastrawan Italia. Hanya segelintir Begawan sastra dan ahli tentang Dante di Amerika kurun awal sajalah –Henry Wadsworth Longfellow, Oliver Wendell Holmes, James Russell Lowell, dan J.T. Fields– yang sanggup mengungkap dan memecahkan misteri itu. Polisi dibuat terheran-heran. Semakin banyak jiwa yang terancam, dan masa depan karya sastra Dante benar-benar dipertaruhkan. Tak pelak lagi, Klub Dante atau The Dante Club mesti menyoroti kembali eksistensinya, menemukan sang pembunuh, dan sekaligus juga menghentikan aksi pembunuhannya.

Judul buku : The Falls
Pengarang : Joyce Carol Oates
Harga Asli : Rp. 64.900,-
Harga Tobucil : Rp. 58.500,-

Review :
Sebuah kisah yang selalu membayang tentang daya-tarik sangat kuat Air Terjun Niagara pada dua generasi dalam sebuah keluarga, yang melahirkan tragedi, cinta, kematian, dan –akhirnya– penebusan.



Judul buku : Mesin Penindas Pers
Pengarang : -
Harga Asli : Rp. 89.000,-
Harga Tobucil : Rp. 80.100,-

Review :
Di zaman sekarang ini, dibutuhkan lebih banyak kecerdasan da nyali untuk menjadi seorang wartawan yang berkarakter. Wartawan bergerak di lingkungan yang secara ekstrem berada di antara racun dan kebenaran, yang dicemari kerahasiaan resmi, kepentingan bisnis, aliansi-aliansi pemerintah-bisnis, dan kampanye public relations korup yang dilancarkan melalui orang dalam maupun luar pemerintah.

Para wartawan yang menjadi kontributor buku ini diibaratkan seperti “burung-burung kenari yang terbang menuju gergaji bundar (buzzsaw).” Para penambang batubara mengamati perilaku burung-burung kenari untuk mendeteksi adanya gas beracun di lokasi itu. Jika burung-burung itu tiba-tiba menjerit dan mati, penambang tahu bahwa mereka harus cepat-cepat pergi.

Inilah sebuah buku yang membongkar mitos kebebasan pers di Amerika dengan menyajikan fakta hasil investigasi briian dan merekam kesaksian sejumlah wartawan top AS korban pemberangusan sistematis yang, ironisnya, justru meraih penghargaan di bidangnya. Itu pula sebabnya buku ini sendiri meraih A National Press Club Award Winner di negeri yang menjadi sasaran investigasi mereka.

Judul buku : Pistol & Pembalut Wanita, Trik & Pengalaman Liputan
Pengarang : -
Harga Asli : Rp. 45.000,-
Harga Tobucil : Rp. 40.500,-

Review :
Secara teori, mencari berita itu amat gampang. Wartawan melakukan wawancara tatap muka. Semuanya terasa enak, narasumber ramah, wartawan duduk manis dengan recordernya. Akan tetapi tidak demikian adanya saat di lapangan. Hal-hal yang tak terbayangkan kerap terjadi. Buku ini menghimpun trik dan pengalaman sejumlah wartawan. Sekedar nostalgia. Syukur apabila dapat dijadikan referensi bagi pemula.

Judul buku : Kekuatan Kata Tidak
Pengarang : William Ury
Harga Asli : Rp. 45.000,-
Harga Tobucil : Rp. 40.500,-

Review :
Kata “TIDAK” mungkin adalah kat terpenting dan terhebat. Setiap hari, kita mendapati diri kita berada dalam situasi yang menuntut kita untuk mengatakan TIDAK –baik itu di tempat kerja, di rumah, maupun dalam masyarakat kita– karena TIDAK adalah kata yang harus kita gunakan untuk melindungi diri kita dan untuk mempertahankan segala sesuatu dan semua yang penting bagi kita.

William Ury –mediator dan negosiator terkenal di dunia– menunjukkan kepada Anda cara mengutarakan dan mempertahankan kepentingan utama Anda, cara agar penolakan Anda kuat dan tegas. Dia menawarkan saran dan contoh konkret untuk mengatakan TIDAK dalam hampir segala situasi. Apakah Anda perlu mengatakan TIDAK ke pelanggan, rekan kerja, karyawan, eksekutif puncak, pasangan hidup, atau anak Anda, Anda akan menenmukan rahasia untuk mengatakan TIDAK dengan jelas, santun, dan efektif tanpa kehilangan kesepakatan atau hubungan.

Judul buku : Persib Aing
Pengarang : Dani Wihara, Endan Suhendra
Harga Asli : Rp. 56.000,-
Harga Tobucil : Rp. 50.500,-

Review :
Menjadi ikon Jawa Barat, Persatuan Sepal Bola Indonesia Bandung atau Persib, selalu mencari perhatian bobotoh. Buku ini menceritakan prestasi, fanatisme, serta intrik di tubuh Persib, ditulis dengan gaya jurnalistik, “Persib Aing” menyuguhkan sejumlah fakta tersembunyi.


Judul buku : Risalah, Antologi Puisi Wartawan Bandung
Pengarang : -
Harga Asli : Rp. 25.000,-
Harga Tobucil : Rp. 22.500,-

Review :
Puisi-puisi para wartawan ini menjadi semacam puncak “orgasme”. Puncak kenikmatan yang tidak mereka dapatkan pada saat membuat berita atau katakanlah kumpulan puisi ini semacam interupsi sejenak dari hiruk pikuk tugas yang padat. Layaknya penyair, para wartawan ini menulis puisi berdasarkan kenyataan hidup yang kerap kali dijumpainya tiap hari di lapangan, sarat dengan pemburuan berita, ada yang kontemplatif, bicara alam, peristiwa, kritik sosial, bahkan sampai religiusitas yang nyaris sempurna.

Judul buku : Dasar-dasar Ekowisata
Pengarang : Luchman Hakim, S.Si.,M.Agr.Sc.
Harga Asli : Rp. 37.250,-
Harga Tobucil : Rp. 34.000,-

Review :
Buku ini mendiskusikan aspek-aspek ekoturisme, yang saat ini ramai didiskusikan sebagai bagian dari strategi pencapaian pertumbuhan ekonomi dan kawasan, berdasarkan penggunaan smber daya alam secara berkesinambungan. Untuk memudahkan pembaca memahami buku ini, penulis menyajikannya dengan bahasa yang mudah dipahami, serta mengetengahkan kasus-kasus lokal agar berguna bagi pengambil kebijakan dan peminat masalah ekoturisme.

Judul buku : Buku Pintar Sejarah Nabi Muhammad SAW
Pengarang : Sayyid Muhammad bin “Alawi
Harga Asli : Rp. 22.000,-
Harga Tobucil : Rp. 20.000,-

Review :
Buku ini ditulis oleh seorang ulama terkemuka di Tanah Suci Makkah yang juga merupakan guru dari banyak ulama Di Indonesia. Dalam buku ini, Anda akan menemukan berbagai informasi baru yang tidak ditemukan dalam buku-buku sejarah Nabi lainnya. Menurut hemat kami, nuku ini penting untuk dibaca para remaja serta guru-guru mereka di sekolah –sekolah umum, pesantren-pesantren, dan madrasah-madrasah. (H.M.H. Al- Hamid Al-Husaini)

Judul buku : Cinta yang Terlambat
Pengarang : Luchman Hakim, S.Si.,M.Agr.Sc.
Harga Asli : Rp. 48.000,-
Harga Tobucil : Rp. 43.200,-

Review :
Aariz Ali adalah seorang pemuda Pakistan berusia 26 tahun, tampan, kaya, dan terdidik. Dia anak tunggal sebuah keluarga terhormat. Ayahnya pengusaha terkenal di Karachi. Aariz rupanya tengah jatuh cinta pada seorang gadis Pakistan yang telah lama tinggal di London, Komal namanya. Komal memang cantik, pintar, modern dan, sebagaimana Aariz, ia berasal dari keluarga pengusaha yang kaya pula. Sayangnya, Komal berasal dari “sekte” alias mazhab yang berbeda dengan keluarga Aariz, terutama ibunya, menentang keras hubungan mereka.
Stres yang begitu berat itu akhirnya mengantar Aariz ke rumah sakit jiwa. Selama dua tahun ia menjalani rehabilitasi kejiwaan di sana, sebelum akhirnya ia dinyatakan sembuh total. Setelah kesembuhan yang menakjubkan itu, Aariz mulai menyadari bahwa orang yang paling cocok dan didambakannya adalah Zesst, gadis desa yang dipilihkan ibunya untuknya. Ia adalah gadis yang tabah, suci, dan siap memberikan cinta sepenuhnya kepada suaminya. Namun, di manakah AAriz harus mencarinya? Bukankah ia sendiri yang telah mengusirnya dua tahun yang lalu? Simak kisahnya secara tuntas dalm novel ini.

Judul buku : Shadow Divers
Pengarang : Robert Kurson
Harga Asli : Rp. 59.900,-
Harga Tobucil : Rp. 54.000,-

Review :
Sebuah kisah yang benar-benar mencekam tentang penemuan yang muncul sedekat yang bisa diberikan buku mana pun kepada pembaca berupa sensasi-sensasi menylam di kedalaman lautan dan kehidupan di dalam sebuah kapal selam yang terlibat dalam perang, dan meninggalkan banyak kesan tentang ketabahan, keberanian, keharuan seorang kru U-boat dan dua penyelam Amerika yang mempertaruhkan segala sesuatunya demi menyingkap misteri dalam misi terakhir mereka. (Senator John McCain, penulis Faith of My Fathers dan Why Courage Matters)

Judul buku : The Amber Room
Pengarang : Steve Berry
Harga Asli : Rp. 57.000,-
Harga Tobucil : Rp. 51.300,-

Review :
Ditempa dari mutiara tulen dan murni yang sangat indah, Ruang Amber (The Amber Room) adalah salah satu peninggalan harta karun terbesar yang pernah dibuat oleh manusia dan menjadi satu dari sekian misteri yang paling menggugah rasa penasaran dalam sejarah manusia. Pasukan Jerman yang menginvasi Uni Soviet pun merampas Ruang Amber pada 1941. Saat pasukan Sekutu mulai membombardir mereka, Ruang Amber disembunyikan dan tidak pernah terlihat lagi sejak saat itu. Namun, pemburuan itu kini dimulai lagi.

Judul buku : Memburu Raja Atum-Hadu
Pengarang : Arthur Phillips
Harga Asli : Rp. 69.900,-
Harga Tobucil : Rp. 63.000,-

Review :
Pengarang novel laris Praha, Arthur Phillips, kali ini hadir kembali dengan sebuah novel cerdas, jenaka, berdaya cipta, dan dikonstruksi dengan cemerlang di tangan pembaca ini, Memburu Raja Atum-Hadu: The Egyptologist. Novel ini bertutur tentang seorang ahli Mesir kuno yang sedang meneliti arsitektur, prasasti, bahasa, dan adapt-istiadat Mesir kuno. Ia berusaha memasuki dan enemukan makam raja yang kemudian diragukan kebenarannya. Labirin gelap kisah ini dimulai dengan hamparan gurun pasir di Mesir pada 1922, dan kemudian melintas dari kawasan kumuh di Australia hingga ruang-ruang dansa di Boston melalui Oxford, medan pertempuran Perang Dunia Pertama, dan istana kerajaan yang dilanda huru-hara. Sungguh-sungguh misteri di atas misteri.

Judul buku : Dangerous Relationships
Pengarang : Noelle Nelson, PH.D.
Harga Asli : Rp. 59.900,-
Harga Tobucil : Rp. 54.000,-

Review :
Dangerous Relationships wajib dibaca oleh setiap individu yang mulai menjalin hubungan yang meragukan. Dr. Nelson dengan jelas mengemukakan beberapa pedoman yang menunjukkan tanda-tanda peringatan dari sebuah hubungan yang disertai kekerasan. Buku ini melukiskan jenis-jenis hubungan seperti apa yang sudah tidak sehat dari awal, dan hubungan seperti apa yang kemungkinan akan berhasil. Cara Dr. Nelson menggambarkan karakter penganiaya itu sangat jelas. Ketika hubungan berjalan, tampak nyata bahwa penganiaya itu mengikuti suatu pola dalam mengembangkan hubungan mereka. Dr. Nelson membekali kita dengan kesadaran dan sarana untuk mengambil pilihan-pilihan yang lebih cerdas dan, akhirnya, lebih arif dalam pencarian kita akan cinta dan kasih sayang.

Judul buku : Perempuan Terluka
Penerbit : Mizan
Pengarang : Qaisra Shahraz
Harga Asli : Rp. 50.000,-
Harga Tobucil : Rp. 45.000,-

Review :
Sebuah prasangka yang membutakan, menyeret diadakannya kacheri, pengadilan terbuka, yang dihadiri seluruh penduduk desa. Bagaikan taifun, tragedi itu menyapu seluruh penduduk Desa Chiragpur, mengubur mereka dalam rasa bersalah sepanjang hidup.
Tiga wanita belia mengalami kisah tragis yang menghantui kehidupannya masing-masing di Desa Chiragpur –asal mula Zarri Bano sang Perempuan Suci. Naghmana, perempuan glamour dari kota; Chaudharani Kaniz, sang maharani; dan Gulshan, istri tak berdosa.
Google Twitter FaceBook

Koleksi Benang Rajut Tobucil Edisi Agustus 2007

Lihat foto dan katalog lengkap, klik disini

Bagi teman-teman yang senang merajut, ini koleksi benang rajut yang ada di tobucil. Bagi teman-teman yang berada di luar bandung, bisa pesan via online.

Spesifikasi:
Berat : 50 - 100 gr (tergantung jenis)
Harga satuan : Rp. 10.000/ gulung

Pemesanan dan pembayaran melalui transfer ke nomer rekening:
7770466533 BCA KCU Dago
a/n Tarlen Handayani

Informasi lebih lanjut bisa hubungi: Tarlen (0818421940) atau tobucil (022 4261548)
Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin