Saturday, October 27, 2007

Pemutaran Kompilasai Shok! di Tobucil


SHOK! 30 Oktober 2007
Pk. 19.00 Wib
di Tobucil & Klabs
Jl. Aceh No. 56 Bandung

Dalam aktivitas menunggu bis, penonton dan pembuat film dihadapkan dengan kenyataan lapis ke entah. Sikap para pengguna bis kota secara bawah sadar terbentuk oleh berbagai faktor di atas. Partisipan, sebagai agen diharapkan mampu menemukan identitas kota dan refleksi diri mereka bukan semata yang dibentuk namun juga sebagai bagian dari pembentukan identitas itu sendiri.

SHOK! "Jalan-Jalan Keliling Jawa" mengangkat tema Menunggu Bis! untuk bersama berusaha menemukan identitas kota, sebagai ruang maupun atmosfir pembentuk, bukan dengan kembali menggunakan keunikan fisik historikal yang dimiliki oleh masing-masing kota.

"TERBAIK"
Umum Khusus (A. Aldorio S/ 4'53)
Gubrius (Sabiq Langlang Buono/2'39)
Patient! (Anang Saptono, Ultraman/4'05)
Injit-injit (Andry Wibowo/2'22)
Halte Insecure...?? (Henky Supriyanto, Gilang Fajar, Adjeer Van Leichtenstein/2'32)

"TERPUJI"
K.O.Y.A (Ismail Basbeth/2'56)
Ladies First (Bramantyo Suryo Putro, Dino Prihatino/2'25)
Beware!!! (Ardiy/0'34)
Songo Sewu Sono Sewu (Kgs. Alvi Afriandi/4'59)
Voice Over (Bambang "ipoenk' K.M/2'05)

SHOK! Screening Hall on Kinoki adalah forum diskusi bulanan, dikemas secara tematis dengan film pendek sebagai fokus bahasannya. Diselenggarakan sejak bulan November 2006, SHOK bertujuan untuk menyediakan diri sebagai ruang apresiasi bagi setiap pencinta dan penggiat film pendek untuk bersama mendiskusikan karya dari sudut manapun dengan cara yang menggelitik.

Tentang Kinoki: http://www.kinokijogja.blogspot.com/

Acara ini kerjasama Kinoki dan Tobucil & Klabs
Google Twitter FaceBook

Tuesday, October 16, 2007

Pemahaman Baru dari Ketidaktahuan

sedikit cerita dari buka bareng members dan klab origami tobucil



"... pernah, bikin kapal-kapalan waktu kecil"

Demikian ucap Wawa, salah seorang members yang ikut hadir pada acara buka bersama members KONUS, Sabtu (7/10) kemarin. Bertempat di ruang pertemuan members, Jl. Cikutra Baru II No.9 Wawa bersama sekitar dua puluh lima orang members lainnya aktif saling mengeluarkan opini serta pandangannya tentang origami setelah ditantang oleh penyampai materi. Dan setelah mendengar beragam opini serta pandangan tentang origami saat itu, sangat mudah ditebak. Ketika mendengar kata origami maka langsung terbayang suatu aktifitas seperti membuat kapal-kapalan, burung-burungan atau topi perang prajurit Jepang. Pun, terbayang pula kertas dengan warna-warnanya yang mencolok yang harus dibeli di toko buku atau supermarket sebagai medianya. Dan tak sedikit yang memandang origami sebagai aktifitas bagi mereka para murid sekolah yang selalu membawa bekal makanan di tasnya, taman kanak-kanak.

Maka termentahkanlah semua yang diucapkan saat itu ketika teman-teman dari Klab Origami Tobucil mengeluarkan beberapa model origami dengan ragam bentukan yang unik dan tampak nyaman di mata. Ada yang seperti butiran kuncup-kuncup bunga yang mekar yang berderet panjang membentuk spiral dengan komposisi warna yang pas. Atau kubus dengan permukaan yang tidak rata, seperti perpaduan antara dadu dan bola, juga dengan komposisi warna yang menarik. Juga lipatan yang tampak seperti bentukan kristal es dengan ragam warna dan kaya akan sudut-sudut yang indah, serta model yang lebih fungsional yang bisa digunakan sebagai frisbee.

Semua pasang mata yang ada di ruangan itu, sekejap langsung dibuat takjub tak berdaya. Terdecak kagum seakan tak percaya. Sebuah kejutan yang cukup berhasil untuk sejenak melupakan rasa lapar saat itu Apalagi ketika Nia, koordinator Klab Origami Tobucil, berucap bahwa semua model yang dibuat menggunakan kertas bekas majalah, poster dengan tanpa bantuan lem ataupun gunting. Terlebih setelah demo singkat dilakukan Nia sampai terciptanya sebuah kreasi origami dalam beberapa menit, para members seakan semakin terpacu untuk mencobanya. Terciptalah interaksi di sini disertai rasa keakraban yang kental.

Origami merupakan salah satu materi focus interest activity yang sedang coba dikembangkan di program membership KONUS. Kegiatan-kegiatan serupa dengan materi berbeda akan coba diupayakan untuk mengisi setiap pertemuan members, terutama yang sifatnya pertemuan rutin jangka pendek.

Dari apa yang dilihat, dengar dan rasakan saat itu, ada sebuah pengalaman bahkan pemahaman baru dari sesuatu yang sederhana, yang berawal dari suatu ketidaktahuan. Ya, origami yang bukan hanya sekedar seni melipat kertas, ada banyak nilai yang terkandung dari tiap bentukkan dan lipatannya. Dengan segala kandungan kekreatifan, kesabaran, keakraban serta apresiasi terhadap sesuatu yang pada awalnya dinilai tak berguna. Apalagi ketika tahu beberapa kandungan filosofis jika kita coba lihat dari runutan sejarahnya. Fantastic! (ery)

"Menuju keselarasan manusia dengan alam"


Konservasi Alam Nusantara
Jl. Cikutra Baru II No.9
Bandung 40124 Jawa Barat
t/f: +62 22 7200234
email: konusinfo@yahoo.co.id
www.konus.or.id
Google Twitter FaceBook

Thursday, October 4, 2007

Tobucil & Klabs Libur

TEMAN-TEMAN, SEHUBUNGAN DENGAN LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI, KEGIATAN KLABS DI TOBUCIL LIBUR MULAI TANGGAL 8 S/D 21 OKTOBER 2007.
SEDANGKAN TOKONYA TUTUP MULAI TGL 12 S/D 16 OKTOBER 2007.

TERIMA KASIH
Google Twitter FaceBook

Wednesday, October 3, 2007

Siapa Mau Ikutan?

klab rajut..

sulam pita..
Google Twitter FaceBook

Tuesday, October 2, 2007

Belajar Menulis Artikel dan Feature bersama Mas Farid


Tobucil kedatangan tamu yang sudah lama saya idolakan: mas Farid Gaban. Pertama kali kenal mas Farid, lewat kolom Solilokui di harian Republika pada pertengahan th 90-an. Feature-featurenya yang melaporkan kekejaman perang Bosnia, begitu menyentuh dengan bahasa yang sederhana. Sekitar akhir Juli lalu, mas Farid dan teman saya Asep Syaifullah yang sama-sama mendirikan kantor Pena Indonesia itu, tiba-tiba muncul di tobucil. Saat itu saya seperti jumpa fans dengan tokoh idola saya. Dari obrolan bersama itu, tercetus ide untuk membuat pelatihan penulisan artikel dan feature di media massa dengan mas Farid sebagai instrukturnya. Ide itu saya sambut dengan antusias, menyenangkan bisa belajar menulis langsung dari ahlinya.

Ternyata peminatnya lumayan juga. Ada 15 orang yang terdaftar di pelatihan ini: Erick Sulaiman, Andika Budiman, Anggi Dewanggarani, Goestarmono, Tofan Rachmat Zaky, Dixi N. Husna, Arlin Widya Safitri, Mieke Juwono, Basilius Bengoteku, Titi Pudji, Ketut Indriani, Sri Haryati, Ifan Ismail, Nurul Wachdiyyah, Satyo Aji Karyadi.

Tips untuk para pemula dari mas Farid: untuk memulai kebiasaan menulis, tidak usah takut dengan kesalahan tata bahasa, tuliskan apa yang ada dipikiran anda dengan gaya bahasa lisan seperti anda bicara pada orang lain. Lama-lama anda bisa menstrukturkan apa yang ada dalam pikiran anda dan menemukan gaya tulisan anda sendiri. (t)

usai pelatihan semua peserta, panitia juga mas farid berfoto bersama

peserta bisa leluasa bertanya hal-hal yang tak di pahami..

mas farid mendengarkan pendapat dari peserta..

sampai bertemu di pelatihan berikutnya...!

Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin