31.3.08

Benang di Tangan Kananmu, Kripik di Tangan Kirimu … (dinyanyikan nada lagu Madu dan Racun)

-Tobucil, Senin 24 Maret 2008-

Di luar ruang Tobucil, lepas dari kemeriahan yang diciptakan Trio Macan Plus, ada seseorang yang tampak asyik dengan kesoliterannya. Sambil ngemil kripik, Mas Andre menggulung benang. Dua meja dirapatkan. Benang yang sedang digulung diletakkan di bawah, sementara benang-benang yang sudah digulung tertumpuk rapi sesuai warna di keluasan meja.

“Enakan mana, Mas, nggulung di sini ato di dalem?” tanya Tobuciler. “Di sini. Abis kalo di sana (meja kasir-red) semua barang numpuk. Terus semuanya goyang-goyang, sampe monitor aja goyang-goyang,” papar Mas Andre. “Lagian meja yang ini lebih megang kalo dipasangin ini (alat penggulung benang-red), lebih enak aja jadinya,” lanjutnya sambil terus menggulung.

“Emang benang-benangnya harus beres digulung hari ini, ya?” tanya Tobuciler lagi. “Enggak juga, sih, gue aja yang pengen cepet beres biar bisa dijual. Udah banyak pesenan, Bo!” sahut Mas Andre.

Sampai bersaat-saat berikutnya, Mas Andre masih sibuk menggulung benang. Dan mulutnya pun belum berhenti menggulung kripik.


(Sundea)



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin