3.3.08

DOR !!!!


Diskusi "Emerging Queer Books"

Foto-foto "Emerging Queer Books" dapat dilihat di sini


-Tobucil, Jumat 29 Februari 2008-

Bulan Februari di Tobucil ditutup dengan kunjungan keluarga Gagas Media. Berbekal tiga buah buku yang mengusung tema queer (Roman Sarkastik karya Erza S.T., Joker karya Valiant Budi, dan Shit Happens karya Christian Simamora dan Windy Ariesanty),diskusi bertajuk “Emerging Queer Books” digelar. Keempat penulis duduk sebagai pembicara.

Hampir sepanjang diskusi, perhatian forum terpusat pada Roman Sarkastik. Novel ini menceritakan seorang gay yang mencari cinta. Secara verbal, pria ini digambarkan sebagai seorang high class society person. Namun, kesan high class society tersebut justru tidak terasa dalam pembawaan tokoh di sepanjang cerita. Diungkapkannya istilah “nafsu kuda ranjang” oleh tokoh dan pilihan “bersekutu dengan Baygon” untuk bunuh diri, yang tampaknya diharapkan sebagai efek dramatis, malah membawa kesan sinetron yang kurang elegan. Hati-hati, lho, meskipun hanya berbeda dua huruf, dramatis dan dramatisir punya makna yang berbeda.

Berbagai kritik tajam dilontarkan kepada Mas Erza yang mengaku high maintenance dalam menulis ini. Mulai dari masalah bahasa, sampai kesalahan data. Mas Erza jadi defensif. Forum pun bertambah galak. Suasana diskusi sore itu jadi mendidih-didih dan berurat-urat.

Ketika dicecar mengenai logika cerita, Mas Erza berkilah, “Ini novel. Apapun bisa terjadi di dalam novel. Monyet pun bisa berwarna biru. Di luar sana ada banyak novel lain yang logikanya juga lebih nggak masuk akal, misalnya La Petit Prince !” DOR !!!




Sebuah buku duduk cemberut di bangku panjang. Mungkin kekanakannya membuat dia tidak betah terkepung di tengah diskusi yang gerah. Atau mungkin kekanakannya juga yang membuat dia paham persis secara intuitif; fantasi
tidak sama dengan logika cerita … (Sundea)


Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin