17.3.08

Malam Jumat Kliwon yang Raya Ceria

-Tobucil, Kamis 13 Maret 2008-

Komunitas Komik Manyala

Komunitas Komik Manyala bergerak di bidang cergam. Setiap bulan di Tobucil, komunitas ini mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan cergam.

Malam Jumat Kliwon. Tanggal 13 pula. Horor? Tidak. Di hari yang menyandang lambang-lambang kekeramatan itu, Tobcuil justru jauh dari suasana mencekam.

Keceriaan dan kelucuan anak-anak menghisap dingin dan mendung sisa hujan yang meliputi Tobucil. Dibimbing Kak Rendra dari sekolah komik Pipilaka, anak-anak mengikuti workshop komik yang diadakan komunitas Manyala.

“Hari ini, kita membuat komik yang harus bisa dibaca dari bagian manapun,” umum Kak Rendra. Para fasilitator workshop kemudian membagikan selembar pola dadu kepada tiap peserta. Bermodal sebuah gambar di salah satu sisinya, peserta harus membuat sebuah komik yang padu. Sebentar kemudian teman-teman kecil Tobucil sudah asyik menggambari sisi-sisi dadu yang masih kosong; mencoba menjalin sebuah cerita.

Tiap teman punya gaya mengomik (baca:mengerjakan komik) sendiri-sendiri. Ada Angga yang sibuk menggambar sambil bercanda slapstick dengan Farhan atau Alam yang anteng dan asyik sendiri. Saking asyiknya, Alam dengan pasti namun tetap cool segera menolak ketika Toubuciler meminta dia menceritakan isi komiknya.

Sesuai dengan gaya bercandanya, komik Farhan agak slapstick. Menggambar orang yang gepeng tertabrak angkot, Farhan mengaku pernah melihat kakek-kakek tertabrak bus. Berbeda dengan Fadlia, satu-satunya gadis kecil yang menjadi peserta workshop. Komik perempuan berpayung yang dibuatnya tidak bersifat ke-Tom and Jerry-Tom and Jerry-an.

Seiring runduknya matahari, komik teman-teman kecil menyelesai. “Huaaaaaah …. lama,” celetuk Alam sambil menguap. Ketika teman-temannya masih sibuk melipat dan mengelem, komik Alam sudah rampung berbentuk dadu.

Selanjutnya, sambil menunggu jemputan, teman-teman kecil menikmati snack yang dibagikan para fasilitator. Saat itu pukul enam sore. Tetapi matahari-matahari kecil itu membuat hari masih seperti siang.

(Sundea)

Google Twitter FaceBook

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin