31.3.08

Mercon Dingin untuk Merayakan Hari

-Tobucil, 30 Maret 2008-

Drotoktoktok … jeledag … drotoktoktok ….

“Hujan es … hujan esssss …. !!!!” seru seseorang di luar Tobucil. Spontan seisi Tobucil menghambur keluar untuk menyaksikan kejadian langka tersebut.

Bongkahan-bongkahan kecil kekristalan jatuh seperti meteor. Ada yang mencium batu, menjitak atap, dan tersangkut di jaring-jaring. Setiap orang yang membawa kamera mengabadikannya dalam kamera. Sementara yang hanya membawa hati, mengabadikannya di dalam hati.

Hari itu ulangtahun Mbak Tarlen dan welcoming party untuk si kecil Angga. Segenap alam tampak ingin ikut merayakan. Sengaja mereka memadatkan air hujan menjadi es; menciptkan bunyi “droktoktok-jeledag” yang mirip mercon tahun baru. Kenapa mercon tahun baru? Karena hari itu ada dua orang yang sedang merayakan sesuautu yang baru. Yang satu memasuki usia baru, yang satu lagi baru memasuki usia.

Sebentar saja “droktoktok-jeledag” itu berakhir. Es yang jadi air lagi mendarat dengan lebih sunyi dan santun. Pertunjukkan selesai. Semua penonton kembali ke aktivitas masing-masing.

Seperti mercon-mercon lainnya, mercon dingin hanya membuka. Ia tidak serta di sepanjang acara.

(Sundea)


Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin