31.3.08

Naga Kesepian dan Gadis Kecil Tiga Belas Bulan

-Tobucil, Sabtu 29 Maret 2008-

Klab Dongeng Interaktif
terselenggara atas kerja sama Tobucil dan Semi Palar

Namaku Uniqua. Umurku tiga belas bulan. Hari ini aku ikut kakakku Rendi ke Tobucil. Katanya ada Klab Dongeng Interaktif. Apa itu ? Aku penasaran. Jadi, waktu abangku dan teman-temannya duduk di beranda Tobucil mengikuti Klab Dongeng, aku berdiri merapat pada kursi panjang yang memagar membatasi arena Klab.

“Sekarang Cyrusnya kita panggil dulu, yuk. CYRUUUUUS ….,” ajak Kak Caroline. “CYRUUUUUS ….,” kakakku dan teman-temannya mengikuti. “Udah keluar, belum? Belum, ya? Ayo kita panggil lagi. CYRUUUUUUS ….,” panggil Kak Caroline lebih kuat. “CYRUUUUUUSSSSS !!!!!” kakakku dan teman-temannya berseru tak kalah kuat. Lalu, di layar putih luas, tampil gambar naga hijau berwajah sedih. Oh … ternyata naga itulah yang bernama Cyrus.

Cyrus tinggal kesepian di lautan. Dia mencoba mengajak hiu berteman. “Kira-kira hiunya mau, nggak, berteman dengan Cyrus? Siapa yang bilang mau?” tanya Kak Caroline. Beberapa teman kakakku mengacungkan jari. “Siapa yang bilang enggak?” tanya Kak Caroline lagi. “Jangan diangkatin tangannya, nanti hiunya jadi nggak mau main sama si naga, nanti naganya sedih!” larang Kak Sabit, salah satu teman kakakku.

… tapi harapan Kak Sabit tidak terpenuhi. Si hiu tetap tak mau berteman dengan Cyrus. Cyrus tetap kesepian. Dia malang melintang di lautan tanpa seorang teman pun.

Pada suatu kali, sebuah kapal terhuyung di lautan. Badai menghantam dan merusak layarnya. Cyrus yang baik hati dengan sigap menjadikan tubuhnya layar. Maka, selamatlah si kapal dari ketenggelaman. “Kalau tenggelem nanti kayak pesawat Adam Air!” komentar Kak Chrissy, teman kakakku yang berambut panjaaaaang sekali.

Namun, masalah si kapal tidak selesai di sana. Sekelompok bajak laut tahu-tahu datang menyerbu. Lagi-lagi Cyrus menyelamatkan. Dengan kepalanya yang kuat, Cyrus menghantam kapal bajak laut sampai berkeping. Meskipun menjadi pusing, Cyrus merasa senang. Kenapa? Karena ketika menarikkan kapal yang diselamatkannya, Cyrus jadi punya teman. Dia berkenalan dengan para awak kapal.

Kakakku dan teman-temannya seperti betul-betul bertemu dengan Cyrus. Mereka bisa ikut berperan dalam jalannya cerita, mencoba menarik kapal seperti Cyrus, bahkan ikut tidur ketika Cyrus tidur. Aku jadi kepingin ikutan. Maka, akupun mencoba melampaui kursi panjang yang membatas. Heup …hup …ughhhh … aduh ! Ternyata aku tidak berhasil, teman-teman. Bukan hanya pembatas arena yang tak dapat kulampaui, tetapi juga batas usia. Aku baru tiga belas bulan, sementara acara ini diadakan untuk kakak-kakak berusia empat sampai enam tahun …
***

Setelah didongengi, teman-teman peserta pindah ke pekarangan Tobucil. Di sana, mereka diajak membuat naga warna-warni. Pertama-tama, mereka menggambar wajah naga pada karton putih. Selanjutnya, tubuh dan buntut si naga dibuat dengan kertas minyak dan krep warna-warni. Terakhir, teman-teman kecil memasang sumpit di ujung depan dan belakang si naga. Lalu si naga siap merentang dan mengkerut. Siapa nama nagamu?

(Sundea)

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin