24.3.08

Tobuciler dan Benang

-Tobucil, Selasa 18 Maret 2008 –

Tobuciler ingin ikut menggulung benang. Jadi, sore itu Mas Andre mengajarinya. “Pertama, ambil benangnya, terus masukin ke sini,” kata Mas Andre sambil meloloskan benang ke semacam lubang jarum besar, “Abis itu ke sini,” lanjutnya sambil menyelipkan benang tadi ke sebuah celah di kepala penggulung benang. “Terus puter sampe segini,” Mas Andre menunjukkan segulung benang yang sudah dilabeli. Tobuciler mengangguk-angguk paham.

Ternyata menggulung benang tak semudah kelihatannya. Ketika tahu-tahu kekusutan terjadi, Tobuciler kebingungan. “Udah, lo cabut aja dulu benang yang ini, terus lo gulung ulang. Kalo gulungannya udah bener, baru kita sambung lagi,” Mas Andre menyarankan. Kemudian dia mencabutkan benang dari penggulung dan memutus hubungan gulungan dengan pusat benang.

Gulungan kecil benang melantai. Tobuciler menarik ujungnya dan memasangnya di alat penggulung. Ketika Tobuciler mulai mengayuh, si gulungan kecil melompat-lompat tak tentu arah. Sepertinya dia berusaha melarikan diri. “Ketauan … ketauaaaaaan … kamu pasti kusut karena mau kabur, ya …?” tebak Tobuciler.

Benang tidak menjawab. Tetapi semakin cepat kayuhan Tobuciler, semakin menggila juga lompatannya.

(Sundea)
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin