13.4.08

Hap ! Lalu Ditangkap



-Tobucil, Kamis 10 April 2008-

Seekor lalat hijau terbang-terbang di ruan belakang Tobucil. Suaranya ribut tak menentu, "Ngreeeengrewwwwng ..."

Dia lincah sekali, peka terhadap setiap gerakan yang mengancamnya. Seberhati-hati apapun, Tobuciler tidak berhasil enangkap si lalat. Akhirnya Tobuciler menyerah. Meskipun terganggu, Tobuciler terpaksa membiarkan bunyi "Ngreeengreeewwwng" itu meneror telinga.

Tahu-tahu seekor cecak gendut muncul dari balik kardus buku. Tanpa suara, dia merayap ke jendela.

Si lalat terbang-terbang di sekitarnya, tanpa menyadari adanya bahaya. Setengah mendesis, Tobuciler bernyanyi, "Cicak-cicak di dinding, diam-diam merayap, datang seekor lalat ..." lalu jeda. Tobuciler mengamati kuda-kuda si cecak dan kenaifan si lalat. Ketika dengan cepat cecak memerangkap lalat di mulutnya, Tobuciler mengakhiri lagu dengan penuh kemenangan, "Hap! Lalu ditangkap!"

Bunyi "Ngreeeengngreewwwwng" pun seketika berhenti. Tobuciler kembali menulis-nulis dalam ketentraman.

Tapi ... tunggu dulu ... bunyi "ngreeengnrewwwwng" itu lalu berganti dengan bunyi "ngiiiiinggg..." yang tak putus. Kata orang itu namanya keheningan.

Apa iya? Tobuciler tidak yakin. Jangan-jangan itu lalat hijau yang sudah menghantu ...

(Sundea)
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin