6.4.08

Hidup Ahmad Albar!

-Tobucil, Kamis 03 April 2008-

Langit Inspiriasi

“Dunia ini, panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah …”

Panggung Sandiwara – Ahmad Albar

Setelah sebulan absen, Klab Seni Pertunjukkan yang menamakan diri “Langit Inspirasi” kembali berpertemuan. “Iya, kemaren kita sibuk ‘pelayanan’,” kata Sophan Adjie Ajie, nahkoda Langit Inspirasi. Ternyata, sebulan yang lalu teman-teman Langit Inspirasi sibuk dengan pementasan Paskah.

Bersama Sophan AdjieAjie yang akrab dipanggil Ophan ini, hadir Mas Alis. “Saya guru. Ngajar drama di SD dan agama di SMP, aneh, ya ?” sambil tertawa kecil Mas Alis memperkenalkan diri, “Dulu malah saya ngajar sosiologi di SMA,” tambahnya.

Selanjutnya Tobuciler ikut duduk-duduk di beranda Tobucil. Ritme obrolan Langit Inspirasi hari itu melompat-lompat selincah katak dan beragam seperti isi Pasar Gasibu. Pada awalnya mereka membahas pementasan Paskah; mengevaluasi apa yang kurang, apa yang cukup baik. Sebentar kemudian pembicaraan melompat ke pementasan Perempuan Menuntut Malam. Sebentarnya lagi, Ophan mengungkapkan cita-citanya membuat sendratari bertema Ibu Fatmawati menjahit bendera.

Bukan cuma itu. Ada pula pembahasan mengenai orientasi mahasiswa, politik-politiknya, masa ketika harga rokok naik-turun, sampai cerahnya prospek warnet di Subang. Tobuciler mulai pusing. Tobuciler mulai pusiingggg …

Menjelang sore, datang lagi salah satu teman mereka. Namanya Dave. Perawakannya kekar, mengenakan busana serba hitam dan banyak asesoris. Bersama Dave mereka membicarakan rencana membuat film.

Tapi pembahasan dalam pembuatan film itu pun beragam sekali. Mulai dari ide, film yang komersil dan tidak, teman yang ulang tahun dan berencana menraktir mancing, siapa yang cocok menjadi humas, sampai membahas sekelompok cewek manis yang datang membeli buku ke Tobucil.

“Jadi gitu. Lo ngerti, nggak?” tanya Ophan setelah pembicaraan hampir ditutup. Dengan wajah kerijud Tobuciler menjawab terus terang, “Enggak …”

Hari itu hanya satu yang Tobuciler pahami. Ahmad Albar benar. Selama sekitar dua jam, lagunya seperti mengiang men-soundtrack di sepanjang pertemuan ….

(Sundea)

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin