4.4.08

Jazz and Books 6 April 2008

Laila Majnun

Pengarang : Nizami

Penerbit : Ilman Books

Review

Salah satu karya sastra yang paling populer dari dunia Islam adalah “Laila Majnun”. Selama lebih dari seribu tahun, beragam versi dari kisah tragis ini telah muncul dalam bentuk prosa, puisi, dan lagu dalm hampir semua bahasa di negara-negara Islam Timur Dekat.

Nizami telah memetakan kemisteriusan dunia cinta secara utuh, tidak menyisakan satu daerah pun tanpa tersentuh. Bahasanya mungkin adalah bahasa Persia abad kedua belas, namun temanya adalah sesuatu yang menembus semua batasan ruang dan waktu.

(Dr. Colin Paul Turner, Durham University)

Million Dollar Baby

Pengarang : F.X. Toole

Penerbit : Banana

Review

Dalam kumpulan cerita yang luar biasa dan mengharukan ini, F.X. Toole menghadirkan karakter-karakter kuat yang memancarkan intensitas dunia yang mereka lakoni:

- Seorang cut man tua yang gemar makan tarcis

- Si pemberani Maggie Fitzgerald dan perjalanannya menjadi seorang juara tinju

- Senora Cabrera yang membuat kacang goreng rendah lemak agar petinju kesayangannya selalu dalam kondisi prima

“Kau tak perlu mencintai tinju—atau bahkan peduli dengannya—untuk menghargai debut gemilang Toole” –Washington Post

Info Literasi

Atap

Novel karya Fira Basuki, diterbitkan pertama kali oleh penerbit Grasindo, Jakarta, 2003. Atap, sebuah bagian dari rumah paling atas. Atap, juga tempat June dan Bowo bertemu. Untuk mereka berdua, di sana adalah tempat yang sepi dan luas. Di sana pula June bisa bercerita panjang lebar sementara kakaknya mendengarkan dan berkomentar. Akhirnya! June berkelana mengembara mencari cinta dan menemukan jawaban. Juga jawaban siapakah Mr.X or Mr.X-Man, si pengagum gelap. Sementara Bowo, kian mengasah indera keenam atau mata ketiganya. Ia juga menentukan pautan hatinya.

(sumber: Ensiklopedi Sastra Indonesia)

Mengapa artikel tidak dimuat?

Naskah artikel yang kita kirimkan ke redaksi media pers belum tentu dengan sendirinya dimuat. Bahkan, lebih banyak naskah artikel yang ditolak lalu dikembalikan kepada kita sebagai penulisnya daripada artikel yang dimuat. Tetapi naskah yang ditolak dan dikembalikan tidak berarti dianggap tidak layak muat. Sering terjadi, banyak naskah yang layak muat tetapi kemudian tak bisa dimuat. Terdapat beberapa kemungkinan untuk itu:

  1. untuk satu topik tertentu yang sedang menjadi bahan pembicaraan dan sorotan masyarakat, redaksi misalnya memutuskan untuk menurunkan sembilan judul artikel, sedangkan artikel yang diterima redaksi sebanyak 90 naskah. Karena itu, redaksi melakukan penyeleksian ketat hingga terpilih sembilan naskah yang akan dimuat.
  2. naskah yang kita kirimakan, setelah diseleksi sebenarnya dinyatakan memenuhi syarat, maka layak muat. Sayangnya, naskah terlalu panjang. Sebagai contoh, naskah yang diperlukan hanya 22-26 paragraf, sedangkan naskah yang kita tulis panjangnya 52 paragraf. Karena naskah artikel bukan naskah berita yang bisa dipotong dengan mudah, maka redaksi memutuskan lebih baik mengembalikan naskah itu kepada penulisnya daripada dimuat tetapi terkesan dipaksakan.
  3. naskah artikel kita dinyatakan kehilangan momentum akibat terlambat dikirimkan. Sering terjadi, penulis mengirimkan naskah pada saat atau justru setelah momentum diperingati atau dirayakan. Karena kehilangan momentum, walau naskah kita layak muat, redaksi tetap tidak akan memuatnya. Bagaimanapun redaksi harus menjaga reputasi dan kredibilitas media yang dikelolanya.

(sumber: Menulis Artikel dan Tajuk Rencana, Drs. AS Haris Sumadiria M. Si.)

Hadiah Jazz and Books 6 April 2008:

Laila Majnun




Google Twitter FaceBook

1 comment:

Ditaur said...

SECURITY CENTER: See Please Here

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin