“Andai kujadi kupu-kupu, trima kasih untuk sayapku …”
-lagu sekolah minggu-

Setelah beberes, Dea siap-siap pergi ke Tobucil. Di depan rumah, ada beberapa kupu-kupu lagi. Mereka terbang-terbang di sekitar rumput, nggak jelas ngapain. Di sekitar gerbang belakang juga ada kira-kira empat kupu-kupu. Semuanya putih dan kecil-kecil. Waktu mereka terbang-terbang di sekitar gerbang karatan, karat nggak lagi bikin si gerbang keliatan tua dan sakit-sakitan.
Sambil nunggu angkot, Dea senyum-senyum sendiri. Menyenangkan sekali ngeliat banyak kupu-kupu hari itu. Artinya ada banyak ulet yang baru-baru ini lolos dari kepompongnya. Mereka pasti bahagia karena bisa terbang dan ngerasa cantik.
Hal-hal yang sempet ngeganggu Dea jadi nggak terlalu ngeganggu lagi. Kumpulan kupu-kupu itu bikin Dea ngerasa mengupu-kupu juga.
Semoga hari-hari ke depan Dea bisa terbang-terbang dan mengupu-kupukan orang lain juga. Supaya ada lebih banyak lagi manusia kupu-kupu. Abis itu ulet –ulet bakal bilang, “Liat, ada banyak manusia yang baru lolos dari kepompongnya … mereka pasti bahagia karena bisa terbang dan ngerasa cantik … “
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment