22.6.08

Hari Menggambar di Tobucil

-Tobucil, Rabu 18 Juni 2008-

Begitu tiba di Tobucil hari itu, Tobuciler mendapati Reni asyik menggambar di meja beranda. Dengan segera, Tobuciler mengambil kamera.

“Mau ngapain, Kak … ?”

“Motret kamu.”

“Kalau mau motret, motret gambarnya aja, jangan aku.”

“Gambarnya juga udah dipotret, kok … “

Belakangan, Reni memang tampak sedang hobi menggambar dengan cat air. Dia membuat gambar warna-warni untuk siapa saja; untuk Mbak Elin, Mas Chandra (suami Mbak Elin), Angga kecil, Laras dan Dhilla, bahkan untuk Tobuciler. Gambar Reni warna-warni dan kaya ornamen; meriah seperti dirinya sendiri.

Ternyata, pada saat yang bersamaan, Mul, penjaga kasir Tobucil pun bertugas sambil menggambar. Gambarnya juga kaya ornamen, tapi hitam-putih detail, ditoreh dengan drawing pen 0.1. “Ini teh namanya jenis gambar apa, sih ? Vignet, bukan ?” tanya Mul ketika menunjukkan kumpulan gambarnya pada Tobuciler.

Hari itu tampaknya hari menggambar di Tobucil. Kemungilan wilayah Tobucil diawali dan diakhiri oleh teman-teman yang asyik menggambar hari.

Sundea

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin