Temukan Arsip Tobucil

Loading...

Sunday, June 8, 2008

Ketika Modem Tobucil Jebol

“Hari ini kamu nggak bisa ngupload, modemnya jebol,” kabar Mbak Elin Senin itu begitu Tobuciler tiba di Tobucil. “Yah … terus gimana, dong ?” Tobuciler mendadak bingung. “Nggak tau. Tadi aja saya musti ke warnet pas mau chatting sama Tarlen …,” sahut Mbak Elin.

Apa jadinya kehidupan Tobucil tanpa koneksi internet ? Hampir seluruh aspek hidup Tobucil tergantung di sana. Apa jadinya perdagangan benang, hubungan dengan Ibunda, blog Tobucil, email, bahkan kehidupan teman-teman AJI, tanpa internet ? Sambil mengupload di BEC, Tobuciler mencoba mereka-reka.

Ternyata, ketiadaan koneksi internet membangun koneksi lain di Tobucil. Teman-teman AJI, Kru Tobucil, bahkan Roy, budayawan bule yang sering nongkrong untuk berhotspot di Tobucil, saling berkoneksi dengan hangatnya.

Teman-teman AJI, yang biasanya serius dengan berita, tahu-tahu membagi setumpuk tebak-tebakan garing. Mas Andre dan Mbak Elin kompak jalan-jalan membeli jaket. Laras dan Tobuciler asyik curhat-curhatan. Bahkan Roy duduk bergosip dengan Mbak Upi sambil belajar bahasa Sunda.

Mungkin saja modem internet dan tegangan listrik yang naik turun di Tobucil memang sengaja bekerja sama. “Tobucil mulai agak dingin,” ujar mereka, “Sudah saatnya kita beri mereka kesempatan menghangatkan diri …”

Semoga kehangatan ini pun menghangatkan kamu,

Salamatahari,

Tobuciler



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin