Minggu ini, ada seorang teman yang berkomentar, “Jangan pake ‘selamat pagi’. Kalo denger sapaan ini jadi males...., ga ta kenapa klo dengar ‘selamat pagi’ tuh kaya sama dengan ‘selamat bekerja’.” Tobuciler baru sadar kalau “selamat pagi” bisa membawa pengaruh yang berbeda. Bukannya menghidupkan, salam itu justru membunuh. Maknanya jadi sama dengan “I don’t like Monday” yang populer itu.
Bagi sebagian orang, bekerja adalah kegiatan yang tidak menyenangkan. Faktornya bisa macam-macam. Mungkin rutinitas yang menjemukan. Mungkin suasana kerja yang tidak menyenangkan. Mungkin jenis pekerjaan yang bersebrangan dengan idealisme. Mungkin ini. Mungkin itu. Mungkin apa saja.
Itu sebabnya, kami datang untuk mencerahkan harimu. “Selamat pagi” sama artinya dengan “selamat memulai hari yang menyenangkan”, nadanya seperti cericau burung di pagi hari. Kami pun datang di setiap Seninmu untuk membagi cerita-cerita baru, semoga dapat meniup kekelabuan “I don’t like Monday” yang menudungi awal minggu kerjamu.
Oh, iya. Beberapa waktu yang lalu, Nunuws, seorang teman dari Bandung Advertiser mewawancara Wiku, koordinator Klab Tobucil. Apa saja, sih, yang mereka obrolkan ? Cek, deh, di Bandung Advertiser edisi malam Jumat Kliwon minggu ini (26 Juni 2008). Niscaya malam Jumat Kliwon teman-teman akan jauh dari kesan horor.
Akhir kata, selamat pagi, selamat bekerja.
Semoga kami selalu mencerahkan hari
Salamatahari,
kehangatan kami akan selalu menemanimu ^_^
Tobuciler

Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment