-Tobucil, Jumat 19 September 2008-
Conversation Club
“We live in a political world!”
Political World – Bob Dylan
… dan hari itu, Dylan yang tidak ber-Bob berkunjung ke Tobucil. Bukan untuk menyanyi, tapi untuk me-native speaker-i teman-teman di English Club. “I have received a lot from Indonesia. And now, I’m trying to give something back to Indonesia,” ujar profesor dari Kanada tersebut.
Obrolan yang dibiarkan mengalir ternyata bermuara pada masalah-masalah politik. Berbicara mengenai demokrasi, jurnalisme, dan kebenaran, Mbak Tarlen mengungkapkan euphoria jurnalis di Indonesia pasca-reformasi, “They talk about anything without responsibility.” Mbak Tia menambahkan dengan jengkel, “It (reformasi) has been ten years left, so it isn’t new anymore. It becomes a habit!”
English Club sore itu pun berbicara mengenai pengadilan. Dengan penuh kegeraman, teman-teman dari Indonesia memaparkan kekaburan hukum, ketidaksadaran masyarakat akan hak-hak mereka, dan kekuatan “money politic” di Indonesia. Dylan lalu berbagi cerita tentang “money politic” di negaranya, “In America, corruption sometimes mentioned as ‘influence’. Obama much better than McCain, but the influence of business is so strong.”
Menurut Dylan, kuasa di Amerika dipegang oleh perusahaan yang banyak memberi donasi dan lapangan pekerjaan. Hmmm … tahu-tahu Tobuciler teringat Montgomery Burns di film “The Simpsons” …
“America claim itself as the most democratic country in the world. Do you think so?” Dylan melempar pertanyaan. “No! Racisms are anywhere!” Mbak Tia langsung tidak setuju. “But at least American people are more lucky because they are protected with rules,” Mbak Tarlen berpendapat. “The most important thing is education. We have to educate people,” ujar Pram yang punya ibu seorang guru. “People must understand their rights,” kata Mbak Tarlen lagi.
Sebetulnya apa, sih, esensi demokrasi ? Do we really need it actually?
Cuplikan “Union Sundown”-nya Bob Dylan menjawab pertanyaan yang mengambang di udara, “Democracy don’t rule the world, you’d better get that in your head …”
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment