Temukan Arsip Tobucil

Loading...

Sunday, September 21, 2008

Kacamata Baru

Rasanya kaya baru ganti kacamata baru, karena ukurannya berubah. Biasanya beberapa hari akan terasa 'kleyeng-kleyeng' kaya juling, karena mata perlu membiasakan diri dengan ukuran baru untuk bisa melihat dengan jelas dan nyaman. Apalagi kalo ada lonjakan ukuran, misal dari minus 1 langsung loncat jadi minus 3 dan pake tambahan silindris lagi..butuh penyesuaian yang rada lama sampai mata bisa nyaman dengan kacamata baru itu.

Memang yang dilihat jadi berubah ya? mungkin objek yang terlihat sebenernya sama aja. Cuma karena kacamatanya ukuran baru, hal-hal yang dulu ga terlihat jadi kelihatan dan jadi lebih jelas juga fokus. Cara ngeliatnya yang berubah dan ternyata untuk bisa mensinkronkan dengan pikiran juga butuh waktu. Semua objek yang kemudian jadi terlihat atau menjadi lebih jelas, butuh waktu buat pikiran mencernanya. Pertanyaan menjadi datang bertubi-tubi sebagai bagian dari mengenali lagi objek2 yang ga terlihat itu atau ga fokus sebelumnya. Kenapa gini, kenapa gitu? Kok dia disini ya? kok berantakan banget ya keliatannya? Kok langit jadi lebih indah ya? kok..? kok..? sampai akhirnya semua pertanyaan itu menghilang dengan sendirinya seiring dengan perasaan mata yang mulai nyaman dengan ukuran kacamata yang baru yang dan pikiran pun telah menyesuaikan dengan perubahan pengelihatan itu.

***


Setiap kepulangan dari sebuah perjalanan jauh dan penting, rasanya seperti memakai kacamata dengan ukuran yang baru itu. Semua terlihat berbeda. Bukan objeknya yang berubah, tapi kejelasan, kejernihan, ketajamanan dan fokus pengelihatan yang berubah. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan cara melihat yang baru itu. Jika kacamata berukuran baru itu menjadi ukuran yang tepat dengan kondisi mata kita sekarang, penyesuaian itu ga btutuh waktu yang terlalu lama. Merasa juling sebentar, kemudian setelah mata dan pikiran sinkron, perasaan nyaman segera muncul.

Namun ketika pengalaman perjalanan justru memberi kita ukuran kaca mata yang ga tepat dengan kondisi mata kita sekarang, bukan cuma merasa juling yang kita rasakan, tapi juga ketidak sinkronan yang cukup parah karena disertai dengan pusing dan mual. Rasanya ada yang mengganjal di mata. Semua yang dilihat jadi terasa ga nyaman terus menerus.

Makanya 'menemukan sebuah ukuran baru yang tepat untuk mata kita' setelah kepulangan menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Semua pertanyaan yang muncul untuk membantu mengenali lagi objek dari cara pandang yang baru itu, menjadi panduan yang fleksibel sebagai proses sinkronisasi antara ukuran dan kondisi pengelihatan yang baru.

Mungkin pertanyaan-pertanyaan itu memang ga butuh jawaban yang sama sekali baru, karena pada dasarnya pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan sama yang pernah kita tanyakan sebelumnya. Mungkin memang bukan jawaban yang kita cari, tapi hanya rasa yang berbeda ketika melihat kembali jawaban-jawaban yang sudah ada itu lewat kacamata berukuran baru itu. Lalu rasa itulah kemudian memperkaya rasa yang sudah ada.



Tarlen

artikel ini juga diposting di sini

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin