Temukan Arsip Tobucil

Loading...

Sunday, October 12, 2008

Bergotong Royong Menggantung Harapan

-Tobucil, Senin 6 Oktober 2008-

Setelah berkali-kali mengalami kejebolan modem, Tobucil membeli modem baru dan mengganti sistem perinternetan.“Kita nggak akan pake wi-fi lagi, pakai kabel akan lebih aman karena listrik di sini (Tobucil) naik-turun,” jelas Mbak Tarlen. Jadi, apakah teman-teman yang berkunjung masih bisa berinternet ria di Tobucil ? Tentu, tentu. Teman-teman tinggal mencolok kabel yang tersedia di Tobucil ke laptop masing-masing.

Mas Banu, kakak Mbak Tarlen, merancang tujuh belas port di seputar Tobucil. Sebelumnya, ia telah memprakarsai sistem semacam ini di seputar rumahnya. “Namanya internet warga. Satu modem dibagi ke dua puluh rumah, dan tiap rumah hanya perlu membayar lima puluh ribu rupiah tiap bulan untuk unlimited connection,” papar Mbak Tarlen.

Sepanjang hari itu, semangat gotong royong tahu-tahu bergelora melingkupi Tobucil. Teman-teman AJI dan Kru Tobucil bahu membahu mengurai dan memasang kabel abu-abu. Seperti menggantung harapan pada sistem internet baru, Mas Agus Rakasiwi yang ketua AJI menggantungkan kabel internet pada langit-langit ruang AJI.

Sementara itu, seorang teman telentang di suatu petak Tobucil. Mulutnya yang terbuka tak pernah mengucap kata. Meski begitu, tali untuk menggantung harapan dan mengikat kebersamaan seperti tak habis mengalir dari sana …

Sundea



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin