26.10.08

Blue Moon, Now I'm No Longer Alone ...


Klab Klasik : Resital Tiga Gitar

Konon, pada tanggal 17 Oktober 2008, matahari bersinar satu setengah hari. Ternyata, menjelang senja, ia tenggelam-tenggelam saja sesuai fitrahnya. Mungkin berita tersebut memang sekedar gosip. Tapi mungkin juga … matahari terbuai suasana sentimental yang dihadirkan Resital Tiga Gitar, sehingga ia tenggelam sendiri dan membiarkan bulan menyelaraskan langit di luar dengan suasana dalam grha Kompas-Gramedia.

Malam itu, aula lt. 2 di Jln. LLRE Martadinata no.46, temaram seperti suasana terang bulan. Dicahayai lampu kecil yang (menurut Nia, tutor Klab Melipat Kertas Tobucil) mirip kunang-kunang , Pak Widjadja Martokusumo, Syarif Maulana, dan Bilawa Ade Respati, membaca partitur yang menuntun mereka memetik gitar akustik.

Resital dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama, ketiga teman kita ini melantunkan lagu-lagu yang benar-benar dikenal sebagai lagu klasik, antara lain, “Trio in A Minor”-nya Antonio Vivaldi dan “Allegro”-nya W.A Mozart, selanjutnya pada sesi ke-2, mereka membawakan lagu-lagu yang sedikit lebih “nakal”. Ada lagu waltz yang berubah ketukan di setiap barnya (“Irregular Waltz, arr: Fauzie Wiriadisastra) atau “Pileleuyan”, lagu tradisional Sunda hasil arransemen Herry Budiawan, yang bas-nya justru terdengar agak jazzy di telinga Tobuciler.

Acara ini berlangsung tertib tanpa banyak basa-basi. Selama satu setengah jam (19.30-21.00), lagu yang dimainkan mengalir secara kontinyu. Atmosfernya tidak dirusak oleh gumam penonton yang mengobrol, gangguan teknis, ataupun celetukan handphone. Sepertinya, ruang yang kecil justru meleluasakan kesahajaan gitar menyapa setiap penonton secara personal. “Kerasa seperti lagu sendiri,” komentar Mas Trisna, salah satu hadirin, setelah mendengar Resital Gitar Fiesta sesi ke dua.

Suasana gempita baru terbit di akhir acara, ketika semua lagu rampung dimainkan. Setelah mengucapkan terima kasih pada Caroonte the lighting man, Syarif tahu-tahu mengucapkan terima kasih secara khusus pada pemudi setempat yang sudah membantu “mengguntingkan partitur”. Ehm. Ada gosip apa, niiih … ? Klik di sini ;)

Di luar semua itu, tiga lelaki yang bermain gitar ini mengingatkan Tobuciler pada tokoh The Three Caballeros di cerita Disney. Coba reka, kira-kira siapa yang cocok menjadi Panchito Pistoles, siapa Joe Carioca, dan siapa Donal Bebeknya … ?

Sundea



Kiri ke kanan: Pak Widjaja, Syarif, Bilawa
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin