5.10.08

Lihat Tobucil, Penuh dengan Bunga (dinyanyikan dengan Nada "Lihat Kebunku"

-Tobucil, Senin 29 September 2008-

Hari itu, Tobucil diliputi musim semi. Sejak datang hingga pulang, Tobuciler dikelilingi bunga-bunga. Dalam postingan ini, Tobuciler meneruskan keberbungaan musim semi itu kepada Teman-teman …

Pagi

Begitu sampai di Tobucil, Tobuciler mendapati setumpuk asbak berbentuk bunga di meja Mbak Tarlen. “Wah … kapan bikinnya, nih ?” tanya Tobuciler pada Moel yang saat itu bertugas sebagai kasir. “Ente belum liat, ya ? Bikinnya dari Sabtu, buat pameran ...,” sahut Moel.

Bunga-bunga itu tajam seperti mawar berduri, dibuat dari kaleng-kaleng minuman. Mau tahu cara membuatnya ? Klik di sini




Siang

Laras datang membawa sebuah anggrek bulan. “Ini buat Mbak Tarlen,” kata Laras sambil menyerahkan bunga kuning yang segera membuat Mbak Tarlen bungah. Sebetulnya, awalnya Bunda Laras ingin memberikan bunga daendobrium. “Tapi udah dicari sampai ke Subang nggak ada. Jadi ini aja, koleksi pribadi Bunda …,” kata Laras.

Kehangatan perhatian Bunda Laras pun jadi bibit yang tertanam di kemungilan Tobucil. Kelak ia pasti akan tubuah jadi bunga yang bernama kebaikan …


Sore

Syarif dan Yuchan adalah alumnus stock opname yang belakangan sering tampak bersama. Sore itu, keduanya kembali muncul di Tobucil dan bekerja sama dengan akrab dan mesra. “Bikin apa, sih?” tanya Tobuciler. “Ini, lagi ngeguntingin partitur,” sahut Yuchan.

Partitur lagu apa, tutch … ? Lagu cintakah … ? Bunga-bunga yang seperti efek pengharum ruangan di iklan-iklan, memenuhi ruang belakang Tobucil.



Malam

Ketika menengok kulkas, baru terlihat bahwa bunga es pun telah bersemi. Putih dan lembut. Membuat kulkas seperti dilingkupi salju.

Miripkah bungan es dengan bunga Edelweiss yang tumbuh di pegunungan … ?




Sundea
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin