5.10.08

Mission Impossible

Teman-teman, coba bayangkan. Dengan sapu seperti ini :

Dea dan keluarga harus membersihkan daun kering sebanyak ini :


Di hari yang fitri, ketika semua orang membersihkan hati, keluarga Dea membersihkan kebun. Cukup gila-gilaan karena untuk menyingkirkan daun yang banyaknya sebedol desa itu, hanya ada dua sapu kuntet ringkih yang dipakai secara bergantian.

Acara bersih-bersih berlangsung cukup lama meski tidak terlalu maksimal. Sapu yang terlalu kecil sungguh seperti bulan puasa; mempunyai nilai baik, membersihkan, namun menguji ketabahan dan kesabaran seluruh umat. Dea sempat mencoba menyapu dengan ranting pohon. Apakah berhasil, Teman-teman ? Untuk menyingkirkan dedaunan, lumayan. Tapi untuk kesehatan Dea, sama sekali tidak. Getahnya yang tertinggal membuat tangan Dea perih sepanjang hari.

“Udahlah, cukup, segini aja,” kata Tante Yen, Tante Dea, agak putus asa. Seluruh keluarga mengamati kebun. Paling tidak, hampir semua daun sudah tertumpuk di pinggir kebun. Kami sekeluarga sepakat untuk mengakhiri mission impossible tersebut; bersiap masuk ke dalam rumah untuk mandi dan minum minuman dingin.

Seekor kupu terbang di sekitar daun kering, lalu ke ranting, lalu melayang lebih tinggi lagi. Dea mengamatinya, menebak-nebak sejauh apa ia akan pergi …

Sundea



Tante Yen, Tante Sundea
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin