30.11.08

Apa Kabar Sampah Bandung ?


Meski Bandung, tidak lagi menjadi lautan sampah, namun bukan berarti persoalan sampah di Bandung selesai begitu saja. Ancaman datangnya gelombang lautan sampah yang lebih besar, menghadang di depan mata. Bagaimana tidak, warga Bandung tercinta ini ternyata menghasilkan 25 TON SAMPAH SETIAP JAMNYA

Jumlah yang sangat mengerikan. Bayangkan, dalam sehari saja, 600 TON (25 Ton dikali 24 Jam) tanpa sadar dihasilkan oleh warga Bandung. Bagaimana dengan seminggu, sebulan, setahun. Saya sendiri sulit membayangkan sebesar apa timbunan itu menggunung.

Berbagai solusi coba di tawarkan oleh pengelola kota. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Namun apakah solusi ini, benar-benar solusi terbaik satu-satunya? bagaimana dengan dampak lingkungannya? Apakah manfaat yang di dapatkan jauh lebih besar dari pada dampak negatifnya? tulisan Harry Marketia di blognya PLTASa: Maju Kena Mundur Kena memberi wawasan lain. Meski bisa membantu menyelesaikan masalah, namun PLTSa dapat menimbulkan persoalan lain yaitu pencemaran udara yang membuat kualitas udara di Bandung semakin buruk.

Sudah saatnya juga, urusan sampah ini, tidak hanya memusingkan para pengelola kota dan ahli-ahli lingkungan yang ada di kota Bandung, tapi kita semua sebagai warga Bandung, wajib membantu mengatasi persoalan sampah di kota Bandung ini. Bisa di mulai dari cara yang sederhana yaitu dengan tidak menyisakan makanan yang kita makan. Tulisan di blog www.akuinginhijau.org menjelaskan mengapa tidak menyisakan makanan yang kita makan dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah.


Tak perlu persimis bahwa memilah sampah adalah pekerjaan yang sia-sia karena petugas pengumpul sampah akan mencampurnya lagi. Teruslah melakukan pemilahan sampah, terutama untuk jenis-jenis yang dapat di daur ulang seperti: plastik, kertas, sampah organik. Saat ini semakin banyak bermunculan inisiatif masyarakat untuk mendaur ulang sampah. Ketika kita memilah-milah jenis sampah itu, berarti juga memudahkan pihak-pihak yang berinisiatif untuk mendaur ulangnya. Semakin banyak yang melakukan pemilhan, semakin besar jumlah sampah yang bisa diolah dan dimanfaatkan kembali.

Lalu setelah di pilah, harus di kemanakan sampah-sampah itu? menyerahkannya kepada pemulung yang lewat di depan rumah, atau menghubungi pihak-pihak tertentu yang bisa memanfaatkan sampah-sampah tersebut. Bergabung di milis-milis peduli lingkungan juga akan membantu memberikan informasi kemana sampah-sampah ini harus di serahkan kepada pihak-pihak yang bisa mengelolanya.

Gabung di milis Green Life Style: greenlifestyle@googlegroups.com
atau buka blognya untuk mendapatkan informasi hidup bersahabat dengan lingkungan http://greenlifestyle.multiply.com/



foto diambil dari sini


Tarlen
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin