23.11.08

Ketika Agus Rakasiwi Memarkir Motor

-Tobucil, Jumat 21 November 2008-


Seorang pemuda, sebut saja pemuda W, menghampiri Tobuciler, “Saya request berita, dong …”

“Apa … ?”

“Itu, Agus Rakasiwi kalau parkir motor teu balek. Mustinya kan parkir berjajar di samping. Dia selalu lurus di tengah-tengah. Udah gitu, kalau udah sore, orang-orang parkirnya jadi nurutin dia, lagi …”

“Ya udah, tulis, gih …”

“Nggak, ah … wartawan blog aja yang nulis … “

Posisi parkir kesukaan Mas Agus Rakasiwi memang bukan hal baru. Tapi Tobuciler baru tahu kalau ternyata itu meresahkan masyarakat tertentu. “Kan jadi ngehalangin gerbang,” pemuda W beralasan. Hmmm … begitu, ya …

-Tobucil, Sabtu 22 November 2008-

Saat Tobuciler sedang duduk-duduk di ruang belakang Tobucil, pemuda W tergopoh-gopoh menghampiri, “Sini, geura, lihat bukti Agus Rakasiwi parkirnya ngaco,” katanya. Jadi, berbekal kamera, Tobuciler berlari-lari ke tempat parkir. Bersama pemuda W, Tobuciler memotret motor Mas Agus.

“Di ruang AJI kan dia nulis ‘Buang sisa makanan mu ke tempat sampah ! Huntu !’ Mustinya kita juga nulis di sini ‘Parkir motormu di tempat yang benar ! Huntu !’” tukas pemuda W.

Hmmm … memarkir motor di posisi yang berbeda mungkin cara Mas Agus mengekspresikan semangat perubahan dan kebebasan. Kharismanya sebagai ketu AJI Bandung, membuat dia segera punya banyak pengikut di sore hari.

Well … but is it … ? Hanya Tuhan yang tahu …

Sundea



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin