9.11.08

Mabuk ABG



-Tobucil, Rabu 05 November 2008-

Tahu-tahu segerombol gadis imut berseragam memasuki Tobucil. “Wah … kunjungan dari mana, nih …?” tanya Tobuciler. “Pribadi,” sahut salah satu dari antara mereka. Pribadi, kok, banyak begini ? Apa mereka lima bersaudara yang selalu berseragam garong ?

Ternyata, Teman-teman, Pribadi Billingual School adalah sekolah menengah kerja sama Indonesia dengan Turki. “Di sekolah mereka mau ada ekstrakurikuler art and craft. Anak-anak mintanya breyen, kebetulan gurunya bisa, jadi gayung bersambut,” papar Bu Santi, Ibu dari Weta, salah satu siswi.

Putra, customer service Tobucil, langsung bungah. Cita-citanya dikelilingi cewek tercapai meski sesaat. Dengan ceriwis dan menggemaskan, gadis-gadis itu bertanya macam-macam pada Putra,

“Aku nggak mau yang berbulu! Ada nggak yang nggak berbulu?”

“Ih, kan nggak boleh pandang bulu! Yang ungu! Ungu! Pokoknya mau ungu!”

“Ini untuk satu syal cukup, nggak …?”

“Yang bagus yang mana, ya ? Cute-cute gitu …”

Klontang … “Ooops! My bad!”

Dengan kedewasa-dewasaan, Putra menanggapi kelima remaja belia tersebut, “Apa lagi, Adik-adik …?”

Sepulangnya siswi-siswi Pribadi Billingual School, Putra menyantap nasi timbelnya dengan kelaparan. “Pusing juga …,” ia mengakui. Tahu-tahu Mas Argus Firmansah, salah satu teman dari AJI, menyeletuk, “Mabuk ABG !”

Hmmm … iya juga, ya. Ketika teman-teman ABG kita mabuk benang saat memilih, customer service kami malah mabuk ABG …

Sundea




Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin