30.11.08

Tukang Pijit Plus Plus Plus di Tobucil


-Tobucil, Jumat 28 November 2008-

Mas Agus Bebeng adalah pemuda multi talenta. Selain menjadi fotografer lepas di Antara, ternyata ia pun adalah tukang pijit dan pelawak lepas untuk kalangan sendiri. Siang itu, ia mendemonstrasikan keahliannya dengan Mbak Tarlen sebagai model.

Sambil memijat, ia terus berceloteh. “Pernah aya nu awakna badag, ku urang dipijit, tapi pijitna lain pijit refleksi, pijit bohemian (Pernah ada yang orangnya besar, sama saya dipijat, pijatnya bukan pijat refleksi, tapi pijat bohemian),” tuturnya. “Hah ? Maksudnya ?” tanya Tobuciler sambil mengerutkan kening. “Nya heu-euh, lamun dipijit manehna siga Bohemian Rapsody’, ‘MAAMMAAAA !!!’ (ya iya, kalo dipijat dia seperti ‘Bohemian Rapsody’, lagu Queen, ‘MAMMAAA !!’) …” Dan Tobuciler segera menyabet Mas Bebeng dengan jaket …

Selama pemijatan berjalan, bakat-bakat lain Mas Bebeng pun mulai kentara satu persatu. Ia pernah jadi penulis, pun mejelajah nusantara, meramal juga bisa, meskipun ia enggan meramal Mbak Tarlen, “Nggak mau, ah, garis tangan kamu mah kayak hutan belantara ! It’s complicated-lah pokona …”

Mengenai kepalanya yang selalu diikat kain batik, Mas Bebeng punya alasan, “Ini teh buat kungkungan. Soalnya kalo dilepas, ilmu saya liar ke mana-mana …”

Konon beberapa hari yang lalu, Mas Bebeng sempat juga memijat Mbak Elin yang masuk angin. “Tapi udahnya malah saya yang muntah,” cerita Mas Bebeng. Apakah muntah adalah salah satu bagian dari bakat dan elmu-elmunya … ? Tidak tahu juga. Bisa jadi.

Berpenampilan agak-agak tradisional, berbicara dengan logat Sunda yang kental, dan entertaining by nature. Hmmm … tidakkah dia agak mirip dengan Kabayan ? Lalu, siapa yang mau jadi Iteung –nya ?

Sundea



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin