30.11.08

Welcome to ... Marlboro Country ?


-Tobucil, Sabtu 28 November 2008-

Sabtu itu, pria berbusana ala lagu-lagu Tantowi Yahya, duduk-duduk di sekitar kasir Tobucil. “Gua mau potong rambut. Rambut gua udah jelek, Bo !” ujar lelaki itu sambil melepas topinya. “Oh … jadi topi itu buat nutupin rambut, toh … kirain …,” “Iyalah. Lo kira gua mau going country apa … ?” tanggap lelaki itu.

Kunjungan Mas Andre, alumnus tampuk kekasiran Tobucil, membuat kemungilan Tobucil meriah seperti hari raya. Berbagai cerita seru dan celetukan spontan melompat-lompat lincah dari mulutnya. “Udin (udah), gue udin ke sana … “ atau “Hah ? Tintus (tidak) !” atau “Bo ! Sex and the City itu kayak fashion show. Bajunya keren-keren bangetttt …”

Enam bulan bekerja sebagai stylist Centro membuat Mas Andre punya banyak cerita. “Gue berangkat jam enam pagi. Kantor gue, sih, masuk setengah sembilan. Tapi kalo gue berangkat jam tujuh-setengah delapanan, jalan macet sama anak sekolah, dan kalo gue berangkat jam delapan, nyampenya jam sembilan,” ceritanya, “Kalo gue sampe, satpam-satpam pada bilang ‘KE DUA !’ Gue kira maksudnya apaan, ternyata karena gue orang ke dua yang dateng. Tau, nggak, Bo, kalo gue dateng, kadang gue masih dikonciin. Biasanya paling gue nunggu sambil denger lagu ato jajan ketoprak …” .

Sukanya pun ada. “Gue bisa nge-tek-tek-in barang (dagangan Centro) duluan … hihihi …,” kata Mas Andre.

Setelah bercerita segala rupa, Mas Andre tampak kehausan dan kelaparan. Ia pun menyambangi warung Tobucil. “Fruitang ! Gue udah lama nggak minum Fruitang !” soraknya girang. Setelah mengambil segelas Fruitang dan seplastik makanan ringan, ia mengudap dengan penuh semangat.

“Mas, inget, nggak, dulu kan Mas Andre pernah cerita tentang temen-temen Mas Andre yang kerja di Jakarta dan jadi euforia gitu pas liat makanan-makanan murah …,” Tobucil mengingatkan. “Iya, ya, sekarang gue juga gitu… hehehe …,” sahut Mas Andre sambil terus mengudap.

Beberapa saat kemudian, Mas Banung, kakak Mbak Tarlen dan Mbak Upi, muncul di kemungilan Tobucil. “Eh … ada Si Eta (Si Itu)…,” sambut Mas Banung begitu melihat Mas Andre. “Ihhh … dia udah ada rambutnya !” Mas Andre membalas sapaan Mas Banung.

Iya, ya, Tobuciler baru ingat kalau Mas Banung pernah botak. Waktu enam bulan bergerak hampir tak terasa, seperti rambut yang bertumbuh.

World spins quietly. Some things change, but some parts stay …

Sundea



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin