14.12.08

Kehangatan Keluarga di "Rumah Nenek"



Crafty Days 02 Recycle Attack
“Dateng ke sini kayak liat reuni keluarga…,” komentar Dani, personil Sungsang Lebam Telak, ketika hadir di Crafty Days 02 Recycle Attack. “Terutama kalo liat yang itu,” tambahnya sambil menunjuk workshop merajut yang digelar di bawah pohon. Workshop merajut termasuk workshop yang diminati. Rudy, aktivis baru kita, dan Reni, tetangga Tobucil yang baru kelas empat SD, didaulat menjadi tutor merajut. Si Kecil Reni ternyata guru yang berbakat, sebab Irvan dan Ridzki mengerti dengan cukup jelas saat Reni menerangkan.



Selain sekedar suasana, ada pula keluarga sungguhan yang bersama-sama datang mengikuti workshop. “Saya kepingin liat workshop kantung kresek ini, soalnya di rumah banyak kantung kresek, biar bisa dimanfaatin,” kata Alex, mahasiswa seni rupa tingkat tiga Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Sementara Asna, adik Alex yang baru duduk di kelas tiga SD, asyik mengikuti workshop melipat kertas. Setelah dibujuk Alex, akhirnya Asna mau juga menjawab pertanyaan Tobuciler, “Asna paling suka origami,” katanya saat ditanya tentang spot favoritnya di Crafty Days. “Kenapa?” tanya Tobuciler lagi. “Suka aja …,” jawabnya malu-malu.
Stand-stand barang dagangan, meriah dikunjungi. Antar penjaga stand saling berkenalan dan mengobrol akrab. “Udah bikin kayak begini dari kapan …?” “Laku berapa … ?” “Wah … lucu, ya, saya juga punya …”
Pada saat yang bersamaan, sebuah robot remote control yang tubuhnya dibuat dari blender bekas, berlalu-lalang di seputar Tobucil. Robot ini ramah, hangat kekeluargaan, dan cinta lingkungan. Ia menyodorkan abak kalengnya ke mana-mana dan menyanyi untuk setiap abu rokok yang dimasukkan ke asbaknya. “Artinya ‘thank you, thank you …’,” Evan, si pencipta, menerjemahkan nyanyian robotnya.
Menjelang sore, langit mulai gelap. Si Robot berhenti berkeliling. Ia berdiri di bibir beranda, tengadah menatap langit dan hujan yang turun rintik-rintik. Tak lama kemudian … WERRR … hujan jadi deras. Semua orang kocar-kacir mencari tempat berteduh ….

Apakah kehangatan keluarga itu terguyur dan jadi luntur … ? Tidak juga. Berdesakan di bawah lindung kanopi beranda justru membuat kehangatan kekeluargaan itu jadi lingkaran yang lebih rapat …
*Untuk melihat keterangan mengenai “Rumah Nenek”, klik di sini


Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin