8.12.08

Matahari Terbungkus Plastik


-Tobucil, Senin 01 Desember 2008-

Bedah novel “9 Matahari”

Petang itu, langit di seputar Tobucil gelap gulita. Hujan turun deras tanpa ampun. Sementara itu, sembilan kali belasan matahari ter-display diam di beranda Tobucil.

“Mungkin cahaya matahari di sekitar sini terserap buku-buku itu, ya,” duga Tobuciler sambil mengamati tumpukan “9 Matahari” di atas meja. Mereka semua terdekap rapat oleh plastik bening.

“9 Matahari” adalah novel pertama Adenita, berkisah tentang Matari, gadis muda dari keluarga kurang mampu, yang berjuang keras membiayai kuliahnya. Matari yang harus berhutang ke sana kemari mendapati betapa besar uang yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kuliah. “Kuliah itu kesempatan mewah, tapi banyak yang tidak sadar dan menyia-nyiakannya. Saya ingin menumbuhkan awareness terhadap hal itu,” ungkap Adenita.

Sayangnya, Adenita malah terjebak pada kesan materialistis. “Saya seperti membaca catatan hutang,” pendapat Mbak Tarlen. Sekedar kalkulasi, tanpa pendekatan cerita yang cukup memadai, membuat segala sesuatu seperti diukur dengan uang. Nilai manusia pun berpusat pada atribut seperti gelar, keternamaan almamater, profesi yang berkelas, dan gelimangan materi. Di atas semuanya, kuliah dipandang sebagai jalan untuk meraih atribut-atribut tersebut.

Tergelitik oleh fenomena itu, Mas Paskalis, alumnus Universitas Parahyangan jurusan Filsafat, mengajukan pertanyaan sederhana yang dalam maknanya, “Lebih penting m

ana, hidup atau kuliah … ?” Bagaimana menurutmu … ?

Novel naratif ini seperti terlalu sesak dengan kisah dan permasalahan. Ia jadi kehilangan ruang untuk memaknai setiap peristiwa secara mendalam. Namun, “9 Matahari” justru dapat menjadi tolok ukur stereotipe masyarakat kita, sebab, di dalam cerita ini, Matari sendiri adalah tokoh yang tumbuh sebagai bagian dari stereotipe tersebut.

Ada sembilan kali belasan matahari terbungkus plastik bening. Selepas bedah buku, hujan belum kunjung berhenti

Sundea



Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin