-Tobucil, Selasa 26 Mei 2009-
“Ada yang mengkilap-mengkilap di ujung kabel-kabelnya. Kita kecos, yuk, siapa tau bisa dibikin kalung,” usul Mbak Echie Kecoswati ketika datang ke Tobucil di hari besar pengecosannya. Ia tampak cukup takjub melihat Aceh 56 yang tiba-tiba penuh sesak di hari Selasa. Kamera, kabel, lampu, artis-artis sinetron, dan mobil-mobil berdesakan mengisi pekarangan yang biasanya tampak lengang.
![]()
Hari itu Rumah Produksi Frame Ritz memang meminjam rumah keluarga “rumah nenek” untuk shooting FTV bertajuk “Ada Cinta di Rantau”. Artis-artis sinetron bulak-balik berganti kostum di ruang setrika. Thomas Nawilis sang sutradara sibuk mengarahkan. Beranda Tobucil pun sempat di-set menjadi garasi-garasian. Dan manager Tobucil tampak berbahagia menyambut kru dan artis yang keluar-masuk Tobucil untuk membeli Teh Botol.
![]()
“Emang sinetron ini ceritanya apa, sih, Pak ?” tanya Tobuciler pada Pak Ideng, salah satu tim artistik yang selalu ceria. “Kaya’nya tentang model yang terlibat ke dunia geng motor. Yah … dibumbuin kisah-kisah cinta jugalah. Tapi kaya’nya, nih, ya …,” sahut Pak Ideng. “Hmmm … kalo itu kaya’nya, miskinnya gimana, Pak ?” Tobuciler mengajukan pertanyaan iseng. “Kalau miskinnya, sih, kita yang merasakan …. hehehe ….,” sahut Pak Ideng sambil cengar-cengir. Tobuciler tergelak.
Setepat apakah “kaya’nya” yang disampaikan Pak Ideng ? Entah.
Silakan nantikan di SCTV. Menurut desas-desus yang beredar, FTV ini akan tayang pada malam hari di awal bulan Juni …
Pak Ideng
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment