Sunday, May 17, 2009

Mari Merangkai Diri Jadi Selimut

 

Dalam konteks tertentu, setiap kita seperti kain perca; utuh dalam kesepotongan, namun akan jadi lebih solid dalam keterjahitan.

Minggu ini blog Tobucil hadir dengan keterjahitan-keterjalinan. Ada jajaran costumer service dan costumers benang dalam “Teman Tobucil” dan “Fotobucil”. Ada pula ucapan selamat ulang tahun yang menunjukkan jahitan persahabatan. Dalam “Rak Tobucil”, ada jarum rajut penjalin benang dan buku Komik Indonesia yang membuat potongan sejarah jadi penelitian solid. Dalam rubrik “Klabs”, ada pula Klab Komik Manyala yang menyatukan komunitas-komunitas komik yang berdiri sendiri-sendiri serta Klab Klassik yang menjalin keakraban antar pencinta musik.

Keterjahitan membuat kain perca yang kecil-kecil dan berbeda-beda terangkai jadi selimut. Mereka solid dalam membentang dan selalu sepakat saat memberi kehangatan.

Mari merangkai diri jadi selimut. Dengan bergandengan, kita yang kecil-kecil ini pun dapat memberi kehangatan pada dunia.

Teman-teman, terima kasih karena telah menggenggam tangan kami erat-erat,

sebelum menghangatkan dunia, genggam tanganmu sudah lebih dulu menghangatkan kami.

Salamatahari, semogaselaluhangat dan cerah,

Tobuciler

rudypaketopi

Google Twitter FaceBook

3 comments:

agito-chan said...

post yang hangat..!!!
**pokoknya anget ja deh**

tobucil said...

Makasih, ya, Agito ... keangetan ini cuma refleksi dari keangetan kamu sendiri, lho ...

babalisme said...

Love this post.

Baru nemu nih blog nya tobucil..sudah lama sekali sejak terakhir kali bertandang ke pager gunung...

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin