28.6.09

Jingle Bang Bing Bung Yoo Kita Gabung

 syaraf

Asuhan Kak Syaraf Maulini

Pertanyaan dari Rie Yanti (via message FB):

Halo Kak Syaraf. Boleh ya nanya-nanya lagi.

  1. Kenapa Kak Syaraf bergabung dengan Tobucil?
  2. Bagaimana ceritanya sampai Kak Syaraf dipercaya mengasuh rubrik Off Clinic?
  3. Bagaimana perasaan Kak Syaraf ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan para pasien? Apakah Kak Syaraf harus bersemadi dulu untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu?
  4. Apa pertanyaan favorit Kak Syaraf?
  5. Mana yang lebih menyenangkan: mengasuh gitar, mengasuh Off Clinic, atau mengasuh Mbak Tarlen?
  6. Itu di foto buat Off Clinic, Kak Syaraf lagi apa? Kok tampak sedang mengetiaki kamera?
    Makasih jawabannya (musti dijawab lho. Kan udah bilang makasih).

Jawaban dari Kak Syaraf:

Halo Rie Yanti, pertanyaan yang menarik dan berpotensi bikin saya jadi terkenal.

  1. Saya terkesan dengan jingle ”bang bing bung yooo, kita gabung”, dan saya akhirnya kecewa ketika tahu bahwa jingle itu bukan bikinan Tobucil, apalagi setelah saya tahu jingle itu lirik persisnya bukan demikian. Tapi karena sudah kadung, ya sudah ceritanya saya membangun aja komunitas musik klasik. Saya tidak tahu bahwa itu adalah syarat pendaftaran untuk bergabung dengan Tobucil. Jadi untuk orang-orang yang mau bergabung dengan Tobucil, selain solat, dirikanlah juga komunitas musik klasik.
  2. Saya tidak ingat persisnya, tapi sudah lama memang saya rajin bantu membantu Sundea dalam urusan blog. Yang pasti saya tidak ada hubungannya dengan Ikang Fawzi. Karena kalau kau perhatikan di sisi kiri bawah layar iklannya, ada tulisan kecil: ”tidak buka cabang”. Soal kepercayaan, Kierkegaard mengatakan ”Percaya itu seperti masuk ke dalam sumur gelap, tak tahu apa yang ada disana, tapi kau memutuskan untuk jatuh ke dalamnya.” Nah, kalo soal kepercayaan terhadap saya untuk mengurus off clinic, jangan tanya Kierkegaard, karena di jamannya belum ada blog.
  3. Apakah pertanyaan ini ada hubungannya dengan kematian Jacko? Oke, perasaan saya, ah, tak penting untuk kau ketahui. Yang pasti, saya tak semedi, karena itu musyrik. Lebih baik saya solat tujuh waktu, terdengar lebih asyik. Jujur yah jujur, menjawab pertanyaan-pertanyaan off clinic sungguh tak mudah. Kadang-kadang saya mencari inspirasi jawaban berjam-jam lamanya untuk satu pertanyaan sederhana yang saya suudzon dia pun tak peduli apapun jawabannya. Tapi, semboyan off clinic kan, ini saya baru kepikiran, adalah, dan siap-siap karena kalimat ini cukup dalam, bahwa, “Apalah bahasa itu, selain sebuah permainan belaka.”
  4. Pernah ada yang bertanya ‘Apakah Tuhan itu ada?’. Itu pertanyaan favorit, karena tak mesti dijawab. Adapun saya senang pertanyaan-pertanyaan dari IBS, karena nampaknya jawaban apapun akan membuat dia terbahak-bahak dan kecanduan.
  5. Lebih baik mengasuh salah, agar salah asuhan. Saya bingung jawabnya, tapi yang pasti saya senang diasuh Mbak Tarlen.
  6. Ah, kenyataan tak pernah seperti tampaknya. Itu saya sedang latihan menulis halus.
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin