28.6.09

Naik-naik ke Puncak Gunung Bersama D’Java Strings Duet

-Jumat 26 Juni 2009-

Seperti gigi seri dan gusinya, dua personil D’Java Strings Quartet, Rama dan Ade, datang ke Tobucil bersama Syaraf Maulini, manager mereka. “Personil yang dua lagi mana ?” tanya Tobuciler. “Nyusul,” sahut sang manager. Sambil ngabuburit, Mbak Tarlen, Syaraf, Rama, Ade, dan Tobuciler bertamasya ke Selasar Sunaryo. “Siapa tau taun depan kalian bisa main di sana,” kata Mbak Tarlen pada para personil D’Java.

Perjalanan menuju Selasar Sunaryo bagai “naik-naik ke puncak gunung”. Ketika mobil Syaraf semakin menanjak, Ade sang pemain cello tampak panik, “Ini jauh banget. Apa nanti ada yang mau nonton ?” “Ada, ada, pasti ada,” Mbak Tarlen menenangkan. Setelah pada akhirnya mobil Syaraf terparkir dengan damai di Selasar Sunaryo, kedua personil D’Java menarik nafas lega.

Ketika melihat panggung terbuka Selasar, lagi-lagi Ade panik, “Tapi kalau ujan gimana ?” “Kan ada pawang,” sahut Mbak Tarlen. “Iya, ujannya dipindahin. Jadi kalo pas hari kalian main tau-tau di Tobucil ujan, orang-orang di sana pada tau, ‘Wah, artinya D’Java udah mulai main’,” Syaraf menyimpulkan.

adengintip Setelah melihat-lihat, ternyata kedua personil D’Java Strings Quartet segera jatuh cinta pada Selasar Sunaryo. Ade tampak senang melihat adanya backstage yang unik dan Rama tampak menyukai suasana Selasar. “D’Java foto di sini, yuk, biar profile picture di facebook fotonya ganti, masa’ itu-itu terus ?” usul Rama. “Adik kamu foto pre-weddingnya juga di sini, lho,” kata Mbak Diah, pemegang dokumentasi Selasar Sunaryo. “Ya, jadi kesannya sekalian kan ? Ntar di belakang fotonya sekalian ditulisin ‘D’Java Wedding. Terima …’,” usul Rama lagi. Sebagai informasi, di hari pernikahan adik Rama nanti, D’Java Strings Quartet didaulat untuk tampil.

Setelah puas berkeliling, kami pamit pulang. Di dalam mobil, kami berkhayal-khayal tentang tampilnya D’Java Strings Quartet di Selasar. “Di sana kan dingin. Berarti kita pakai jas,” kata Rama. Tahu-tahu, entah dari mana, tercetus ide mengenakan kostum baju rajutan dari Tobucil. “Oh, iya, kita endorse, tapi nanti di belakangnya ada tulisan kayak di backdrop ‘Tobucil : Sedia Aneka Benang Rajut’ hahahaha …,” kelakar Mbak Tarlen.

Seperti apa penampilan mereka di Selasar kelak ?

Tunggu, tunggu, masih ada yang lebih dekat. Minggu (28/06) D’Java Strings Quartet tampil di Musik Sore #3 Tobucil. Silakan simak liputannya ^_^ v

Sundea

berempat

Google Twitter FaceBook

2 comments:

vitarlenology said...

kenapa ini fotonya seperti yang di majalah itu.. heheheheheh...

tobucil said...

Hehehe ... tapi ... majalah yg mana, ya, Mba ... ? =p

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin