21.6.09

Saya

Minggu ini blog Tobucil merayakan kesayaan. Ada buku karya Nyi Vinon dan Pak Budi Praptono, ada madrasah filsafat yang menyinggung posisi “saya” dalam facebook, ada Kokorikoko, boneka kodok yang mencari makna “aku” dalam namanya, ada cerita mini Ali Singatuhan di papan tulis, ada Persepolis, film yang diangkat dari komik autobiografi Marjane Sartrapi, dan ada Mbak Endang yang memilih sendiri identitas kesayaannya.

Dalam konteks tertentu, tak ada salahnya menjadi subyektif. “Saya” adalah pilihan untuk berdiri nyaris tanpa jarak dengan obyek.

Menjadi “saya” adalah berani membaca sendiri sebuah peristiwa, sekaligus membiarkan diri sendiri dibaca sebagai bagian dari peristiwa. Di sana terkandung keberanian dan tanggung jawab sepenuh terhadap sebuah sikap.

Ketika mejadi satu mata yang memandang dengan mata hati, “saya” membuat sebuah catatan jadi tidak pucat dan bernyawa. Sifatnya yang komunikatif secara personal membuat “saya” justru tidak narsistik dan egois

Semoga kamu dan Tobucil dapat menjadi saya-saya yang membaca dan membacakan kembali.

Salamatahari, Teman-teman, semogaselaluhangat dan cerah …

Tobuciler

 

IMG_4666

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin