-Tobucil, Rabu 22 Juli 2009-
“… from a million heart we choose …”
-How I Remember You, Michael Franks-
“Dari semua NU Green Tea yang ada, kenapa saya ngambil yang ini ? Itu artinya saya jodoh sama NU Green Tea yang ini. Menurut saya, jodoh itu ditemukan,” ujar Noel sambil menggenggam botol NU Green Tea-nya. Masih seputar teh-tehan, Mas Oyeah berpendapat, “Jodoh itu ketika standar-standar sudah luntur. Jodoh itu mencari. Tadi saya pesen Lemon Tea, tapi karena nggak ada saya menurunkan standar saya jadi teh biasa.”
Jadi, jodoh itu ditemukan atau dicari ? Itulah yang dipertanyakan dalam madrasah filsafat edisi 22 Juli 2009.
Meski pengertian “jodoh” cenderung mengarah pada “orang yang cocok menjadi suami-istri” (setidaknya itulah pengertian utama “jodoh” dalam KBBI), dalam forum madrasah filsafat “jodoh” lebih luas pengertiannya. “Teman yang cocok itu jodoh,” pendapat Mira yang datang bersama Myra, saudara kembarnya. Theoresia, penyiar Sky FM yang lahir di Ambon, merasa berjodoh dengan kota Bandung. “Di sini banyak banget klik-nya. Sama komunitas, kerjaan, jatuh cinta pertama kali di usia dewasa juga di sini,” papar Theo.
“Jadi, jodoh itu dicari atau ditemukan ?” tanya Mas Dauz, kembali kepada pertanyaan utama.
Mas Oyeah lalu bercerita tentang kedua orangtuanya yang baru bertemu di atas pelaminan. “Tapi mereka langgeng sekali. Saya tidak pernah melihat mereka bertengkar. Bahkan, meski dengan bahasa Sunda yang sangat kasar, Bapak saya selalu bilang kalau Ibu saya masuk surga, pasti karena melayani ayah saya,” cerita Mas Oyeah. Kisah romantis ini memancing Mas Dauz untuk kembali mencurhatkan kisah cinta platonisnya yang sudah bertahan lebih dari satu dekade; mengenai ketidakmungkinannya bersatu dengan seseorang dianggapnya sebagai cinta sejati. Lalu apakah menurut Mas Dauz ada jodoh yang tidak bersatu ? “Ada. Bahkan merpati yang katanya tak pernah ingkar janji pun …,” ujarnya nelangsa dan dramatis.
“Jadi jodoh itu ilahiah atau tidak ?” meski dengan bahasa yang berbeda, Mas Heru kembali pada pertanyaan utama.
“Jodoh itu takdir yang dicari,” ungkap Mbak Teny.
“Jodoh itu negosiasi,” ungkap beberapa teman yang hadir.
“Jodoh itu ketika standar-standar sudah luntur,” Mas Oyeah bersikukuh.
Hmmm … menurutmu sendiri, jodoh itu takdir atau dicari ?
Myra dan Mira diwawancara Bandung TV
Yang pasti, malam itu reporter Bandung TV datang mencari berita.
Bisa jadi ia memang ditakdirkan untuk meliput madrasah filsafat.
Menurutmu, apa itu berarti Bandung TV berjodoh dengan diskusi kami ?
Bookmark this post: |
1 comment:
::likey::
Post a Comment