-Tobucil, Senin 06 Juli 2009-
Klab Nulis
Wow ! Klab Nulis sudah memasuki masa persidangan. Agak berbeda dengan sebelum-sebelumnya, kali ini sidang klab nulis dilakukan secara tertutup. “Tujuannya, supaya publik Tobucil mendapatkan karya-karya terbaik yang sudah dimantapkan oleh pihak Tobucil,” ungkap Ophan sang tutor. Melalui sidang tertutup ini, para juri yang terdiri dari Ophan (tutor Klab Nulis), Wikupedia (koordinator klabs), dan Agus Bebeng (fotografer Antara yang pernah menjadi penulis cerpen anak-anak), akan memilih karya dan siswa terbaik untuk disidangkan pada sidang terbuka 10 Agustus 2009 mendatang.
Takdir memilih Atta dan Jre sebagai peserta sidang tertutup pertama hari itu. ![]()
Atta
Attamenulis cerpen berjudul “Dalam Sebuah Perjalanan Pulang”. Cerpen ini berkisah tentang Kisa, gadis yang terbawa arus pergaulan bebas. Meski mendapat beberapa koreksi logika dan bahasa dari dewan juri, menurut Ophan cerpen Atta cukup menarik. “Cara bercerita kamu lugas dan jelas, pemilahan paragrafnya bagus, dan saya suka endingnya,” puji Ophan. Cerpen Atta ditutup dengan sepucuk surat dari Ibunda Kisa, berisi berita mengenai kecelakaan yang menimpa ayah Kisa.
Seakan menyambung perihal surat dalam cerpen Atta, cerpen Jre diberi judul “Surat yang Tak Sampai”. Dengan ekspresif Jre bercerita tentang Robin, tokoh dalam cerpennya, yang menaruh dendam terhadap Darwin. Robin menuduh Darwin telah membakar tempat Alin, adiknya, bekerja, dan menyebabkan kematian Alin.
Jre
Namun ternyata dendam itu salah alamat. Alin tidak meninggal. Ia menjadi seorang tour guide setelah menitipkan surat untuk Robin melalui ibu pemilik toko. Ibu pemilik toko itu sendiri meninggal karena tak sengaja menyenggol lilin hingga terjadi kebakaran. Ternyata selama ini mayat yang disangka mayat Alin adalah mayat ibu pemilik toko.
Cerpen yang seharusnya tragis ini jadi berkesan jenaka karena cara bercerita dan jawaban-jawaban Jre yang tak terduga. “Ini ada kalimat ‘rel yang sedang tergilas kereta api’. ‘Tergilas’ di sini memberi kesan ‘tidak sengaja’,” ujar Mas Bebeng. Jre pun berdalih, “Ya… iya, Mas, kereta api kan benda mati. Dia nggak punya rasa, dia juga tidak berniat menggilas rel itu …” TAK JEDES !
Lalu apakah Jre dan Atta akan tampil dalam sidang terbuka Klab Nulis tanggal 10 Agustus kelak ?
Entah. Kita nantikan saja kabar selanjutnya …
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment