Sunday, August 2, 2009

Mendengarkan Penonton Kecewa

Jumat tanggal 31 itu, seyogianya ada resital di Auditorium CCF. Namanya flute and piano recital, atau kalo diterjemahkan jadi resital Fauzie Wiriadisastra dan Andrew Sudjana. Siapakah mereka, Fauzie adalah pemain flute. Aktif di Gereja Laurentius, dan sering mengomposisi. Sedangkan Andrew adalah pianis. Aktif di dunia perpianoan, baik sebagai pianis kawinan, maupun pianis klasikan. Keduanya hebat, muda, berbakat, dan sungguh banyak penonton yang menanti jika mereka disatupadukan. Poster sudah disebar, Facebook sudah digalakan, talkshow di radio-radio sudah sering, tinggal jreng lah istilahnya. Tapi malang tak dapat ditolak, sungguh manusia cuma bisa menjalankan, tapi pak lurah yang memutuskan: Andrew mengalami musibah akibat jatuh dari motor, sepertinya tak apa-apa, tapi tangannya cedera dan tidak bisa main piano dalam waktu dekat.

fauzie1

Fauzie dan Andrew

Kabar yang masuk hari rabu malam, atau dua hari sebelum konser itu tentunya sempat membuat Tobuciler, yang kebetulan ketua panitianya, panik bukan kepalang. Fauzie pun, sebagai partnernya, pastinya juga panik. Kamis pagi, Andrew sempat diusahakan dibawa ke tukang pijit, dokter, dan banyak lainnya, pokoknya asal jangan batal. Tapi nampaknya Andrew sendiri sudah menyerah, dan kami pun akhirnya mesti menerima dengan lapang dada, bahwa resital yang telah dipersiapkan lebih dari enam bulan itu pun batal. Rencana lain pun disiapkan, termasuk mekanisme pengembalian uang tiket yang sudah terlanjur terjual, serta latihan bagaimana menolak secara halus penonton yang terlanjur datang ke CCF akibat publikasi yang gencar.

Hari jumat itu, kala semestinya konser, Tobuciler, Fauzie, Andrew, dan beberapa panitia semisal Pirhot, Yunus, dan Alia, berjaga di lokasi acara. Untuk apa? Untuk ya itu, istilahnya, mengusiri orang-orang yang terlanjur datang. Fauzie dan Andrew sepertinya tak kuasa menerima kenyataan ini, jadinya mereka duduk-duduk lesu saja di belakang panggung. Tobuciler lah yang jadinya mengurusi penonton kecewa. Adakah itu? Iya, ada, sekelompok penonton yang mendadak datang tak diundang pulang tak diantar. Jumlahnya banyak sekali, Tobuciler tak sempat hitung. Mereka tanya, “Kenapa tak jadi konsernya?” Lalu dijawab, “Itu, pianisnya cedera, jadi..” “Ah, bohong ini, pembohongan publik, mau dibawa kemana negara ini! Sudah, kembalikan saja uangnya!” “Iya, ini kami akan kembalikan” “Ah, bohong!” Tobuciler bingung karena dibilang tukang bohong, akhirnya saat itu sempat terjadi adu argumen dan sedikit cekik mencekik (lihat gambar). Untungnya tak terjadi hal yang lebih buruk karena Fauzie dan Andrew sendiri yang akhirnya menengahi. ”Sudah, sudah, justru kami yang berterimakasih atas kedatangan kalian, tanpa kalian, kami bukan apa-apa” Sepertinya sedikit mengutip janji kampanye SBY, tapi toh efektif juga. Mereka-mereka pulang dengan hati senang dan puas sepertinya. Oh, Fauzie dan Andrew, lantas jadinya, kapan konser kalian itu? Apakah akan tetap direalisasikan atau dibatalkan untuk selamanya? ”Tenang saja, kami hanya mengundur, nanti habis puasa ya, Andrew mesti istirahat dulu.” Oh, oke, Tobuciler pun pulang dengan hati puas dan senang.



Catatan dari Tobuciler: Mohon maaf jika model dalam foto kurang meyakinkan dan kurang memberikan efek dramatis.

Syaraf Maulini

Google Twitter FaceBook

2 comments:

vbi_djenggotten said...

bener2 pembohongan visual...
akting di kameranya kurang oke nih...:p

tobucil said...

Iya, nih, Syaraf, buat reka adegan aja nggak meyakinkan ... hehehe ... untung dia jujur kalo dia lagi berbohong.

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin