-Tobucil, Selasa 28 Juli 2009
Klab Menulis Kreatif Anak
“Jangan dibaca, yang baca kutilan, yang bales jerawatan, yang ga bales tompelan, yang ga baca bau”
Pesan dilematis itu tertempel pada botol surat Reni dan Kayla, dua peserta Klab Menulis Kreatif Anak. Setelah saling bertukar cerita dan mendapat “teman baru”, kedua gadis cilik itu diajak menulis surat untuk “teman baru” mereka. “Tapi suratnya rahasia, ya, Kak, Kakak jangan dibaca,” pinta Kayla.
Jadi begini, Teman-teman. Hari itu, Klab Menulis Kreatif Anak seri dua dibuka dengan kegiatan “menyimak”. Reni dan Kayla saling bertukar cerita, lalu menuliskan kembali pengalaman sang teman. “Boleh ditambah-tambahin, lho. Misalnya di pengalaman Reni tau-tau ada Kaylanya, ato di pengalaman Kayla ada Reninya. Asik kan …?” ujar Tobuciler.
Maka berceritalah Reni tentang M, teman sekolahnya yang badung setengah mati. “Dia gigit-gigit gabus dan jilat-jilat kaos kakinya sendiri,” cerita Reni. Hiii …
Selanjutnya, Kayla menceritakan pengalamannya main ke Istana Plaza bersama kedua temannya. Di sana, karena melihat kartu “happy birthday” yang menarik, Kayla spontan membeli kartu dan hadiah ulang tahun untuk mamanya. Manis sekali, ya … ?
Kayla dan Reni saling bercerita
Selanjutnya, Kayla dan Reni menulis. Kayla menuliskan pengalaman Reni dan memunculkan dirinya sendiri di sana. Ceritanya, Kayla yang sedang libur dan berkunjung ke sekolah Reni, melihat sendiri tindakan M. Reni pun memasukkan dirinya sendiri ke dalam pengalaman Kayla. Ia ikut berkunjung ke mall, berkenalan dengan kedua teman Kayla, dan ditraktir es krim oleh Kayla.
“Nah, sekarang kan kalian berdua punya temen baru, tuh … Kayla kenal sama M, Reni kenalan sama temen-temennya Kayla. Gimana kalo kalian nulis surat untuk temen-temen baru kalian itu, terus suratnya kita kubur ?” Kedua gadis kecil itu setuju.
Setelah ditulis, surat dimasukkan ke dalam botol bekas yang telah mereka hias. Kami lalu bergegas pergi ke GOR Saparua, mencari sekedar tanah berantah untuk menimbun surat-surat rahasia itu.
Meski agak sulit, akhirnya kami menemukan tanah yang cukup gembur untuk digali. Bermodalkan bambu seadanya dan sendok bebek yang ditemukan di lapangan, kami menggali. Mengubur. Menyamarkan gundukan itu dengan daun-daun kering yang kami kumpulkan.
Apa isi surat itu ? Entahlah. Hanya Reni dan Kayla sendirilah yang tahu. Mungkin
kedua botol itu adalah bibit menulis yang mereka tanam sendiri. Yang kelak akan tumbuh tinggiiii … sekali sampai ke luar angkasa.
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment