Sunday, September 20, 2009

Ketika R.E Hartanto feat. Klab Hobi Libur Sejenak

 

-Tobucil, Jumat 18 September 2009-

Mas R.E Hartanto datang ke Tobucil. “Progres proyek udah sampai mana, Mas ?” tanya Tobuciler. “50 % mah udah adalah,” sahut Mas Tanto dengan mata berbinar seperti biasanya. Namun, karena armada sedang sibuk mempersiapkan hari raya, untuk sementara kerja proyek diliburkan. Rapat Tobucil yang biasanya diadakan setiap hari Jumat pun diistirahatkan dulu. Jadi, di siang hari yang sepi itu Mas Tanto, Mbak Tarlen, dan Tobuciler duduk-duduk saja sambil mengobrol santai.

Pada awalnya Mas Tanto dan Mbak Tarlen membahas media yang akan digunakan untuk karya, ukurannya, dan urusan teknis seputar pengerjaannya. Obrolan pun kemudian berkembang merambah masalah seni rupa, nilai karya seni, karya dengan media gila-gilaan dan tampilan bombastis, serta “greng” dalam karya seni. “Saya kepingin bikin karya yang bisa dilihat orang banyak, bukan hanya di komunitas seni rupa. Saya ingin membuat karya yang hauntingly beautiful,” Mas Tanto membagi harapannya dengan sungguh-sungguh. Mungkin itu sebabnya ia memilih media dan cara pengomunikasian yang dekat dengan keseharian dalam berkarya ; kerajinan tangan bersama klab hobi dan obrolan hangat membumi dengan siapapun yang bertanya tentang karyanya.

Sampai di mana proyek R.E Hartanto dan Klab Hobi telah berjalan ? Sejauh apakah 50 % perjalanan itu ? Nantikan saja kelanjutannya.

Semoga karya ini akan menjadi sesuatu yang hauntingly beautiful dan menjejak dalam benak siapapun yang bertatapan dengannya kelak.

Sundea

 

gambarmastanto Gambar yang dibuat R.E Hartanto secara “refleks”, di luar proyek

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin