11.10.09

Bakox_keren dan Gadis Galau Bertanya

kaksyarafdua asuhan Kak Syaraf Maulini

Pertanyaan dari bakox_keren@yahoo.com (via FB chat):

Selamat malam Bung Syaraf, saya lagi sedang tidak bingung, namun bingung.

1. Kenapa ya anda memilih gitar klasik sebagai lahan anda?Apakah karena anda merasa wajah anda seklasik musik klasik atau karena di jalur mainstream sudah banyak saingan?

2. Apa yang anda pilih: Facebook, Plurk, Twitter, Netlog, atau Hi5? Sebutkan alasannya?

Pertanyaan yang terakhir kalau malas tak usah dijawab ya.

Jawaban dari Kak Syaraf:

Bagaimana bisa tidak bingung namun bingung? Itu sungguh menandakan anda rajin menabung. Karena ngang nging ngung yo, kita bingung.

1. Saya kira saya tidak akan mengambil jalur main stream, karena itu sudah milik pegawai PLN. Atau jika yang kau maksud adalah main setrum. Saya memilih gitar klasik seolah-olah ada panggilan dari teman-teman komplek pakai sepeda, “Syarif, maen yuuuu!” Itu betul, seperti itu rasanya.

2. Saya sedang tidak malas, tapi saya tidak mau menjawab boleh kan ya? Tapi saya tahu saya tidak boleh, karena akan mengecewakanmu kalau saya tidak menjawab itu. Dan saya tidak mau itu terjadi. Jadi saya jawab aja boleh kan ya? Saya pilih facebook, karena saya tidak tahu keempat lainnya. Kecuali Twitter yang isinya semisal status-status. Tapi menurut saya itu tidak mendidik, karena, kan, bukan Ki Hajar Dewantara. Kalau Plurk saya tidak suka mendengarnya, seperti apa gitu ya, jorok lah pokoknya. Kalau Netlog sepertinya kasar sekali, saya sering denger aja kalo sedang bergaul, “Netlog ah maneh mah!” atau “Eh lu mah yang begini aja gak bisa, dasar netlog!” Biarpun saya tahu sebenarnya pendengaran saya yang diburuk-burukin. Kalau Hi5, itu terdengar seperti kuntilanak SMSan.

Pertanyaan dari Gadis Galau Jakarta (via FB chat):

Halo Dik Syaraf, saya seorang galau yang bekerja di Nokia, dan saya mau bertanya:

1. Mengapa sepertinya perasaan tidak esensial lagi jika pria atau wanita sudah kebelet ingin menikah? Bahasa sederhananya: yang penting nikah, rasa bagaimana nanti.

2. Mengapa mesin Nokia 5630 dan E52 belum datang juga? Padahal customer sudah banyak yang menanyakan.

3. Mengapa saya suka sekali makan?

Jawaban dari Kak Syaraf:

Hai, saya kira kegalauan itu cuma ada di Bandung dan di Samsung.

1. Karena apalah artinya kebelet itu, selain harus didahulukan ketimbang yang lain-lain? Kebelet adalah kependekan dari Keinginan yang Betul-betul ingin dan tidak disarankan bagi yang leLet. Jadi kalau kau kebelet pipis atau ee, pastilah tidak dipikirkan bagaimana perasaan itu. Yang kau tahu, kau ingin mereka segera keluar dari hidupmu, barulah setelah itu bisa kau rasakan. Jika dalam bahasa ateisme, tidak ada kehidupan setelah kematian. Maka lawanlah prinsip itu dengan bahasa kalbu (catet ya): kehidupan ada setelah kebelet diatasi.

2. Karena mesin ya cuma mesin, bagaimana mungkin ia datang tanpa diantar orang. Dan orang tak akan datang kalo dia cuma ditanyakan. Orang itu mesti disuruh dulu untuk datang. Dan datang itu juga sebaiknya diiming-imingi, minimal surga. Tapi kok orang sekarang banyak ya yang seperti mesin? Mereka datang, tak ada yang bertanya, tak ada yang menyuruh, tak ada iming-iming. Tapi berbuat seolah harus melakukannya. Padahal di dunia ini, adakah yang harus?

3. Pertanyaan bagus. Kamu hanya boleh sebatas suka sama makanan, itu udah takaran yang pas. Kalo kamu cuma ngeceng atau berlebih hingga sayang, maka niscaya kelaparanlah kau.

 

kirimkan pertanyaanmu tentang apaaaaaaaa … saja ke tobucil@gmail.com. Kak Syaraf akan menjawabnya.

Google Twitter FaceBook

2 comments:

Sundea said...

Syaraf, gua ngakak2 baca jawaban lo tentang "Hi5" dan ngebayangin bunyinya dlm persepsi lo.

Kalo tentang, kebelet, gua suka pernyataan "kehidupan ada sedelah kebelet diatasi". Filosofis. Tentang mikir lebih panjang ke hal-hal di balik si kebelet itu.

Great ^_^

Syarif Maulana said...

Tengkyu, Dea.. memang pikir-pikir, kehidupan gak jalan yah kalo masih punya perasaan kebelet? hehehe..

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin