18.10.09

(K)ipey Sonder Kop* di Kala Gempa

-Tobucil, Jumat 16 Oktober 2009-

“Kip sonder kop* ( ayam tanpa kepala)”

-istilah Belanda untuk “panik”-

“Gempa ! Ada gempa, ya ?!” Ipey yang biasanya cool tahu-tahu berdiri panik di sisi meja kasir. “Gempa ? Masa’, sih ?” tanya Tobuciler. “Iya. Coba, deh … tuh, tuh, liat, kipas angin sama rak benangnya goyang-goyang,” kata Ipey dengan wajah pasi. Penasaran, Erri, Mbak Upi, dan Tobuciler berdiri mencoba mengindera. Namun, meski jelas melihat rak benang dan kipas angin bergoyan-goyang, kami tak merasakan goncangan apapun. “Cuma Ipey yang perasaannya halus, jadi bisa ngerasain … hehehe …,” seloroh Erri.

Ternyata hari itu, menjelang pukul lima sore memang sempat terjadi gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter yang berpusat di Ujung Kulon. Kompas Citizen online, status facebook dan twitter riuh mencericaukan. “Tadi juga saya liat orang ramai-ramai keluar dari B-Mall. Wajahnya kelihata cemas,” warta Pak Yono. “Iya, pas gempa pertama dulu aku juga lagi di Tobucil,” sambung Ipey. Oh … pantas dia lumayan panik.

“Coba, Pey, reka adegan gimana tadi pas lo panik , mau gua foto,” request Tobuciler. “Aduh … gimana, ya …” Ipey mencoba berpose :

 

ipeysatu

ipeydua

 

 

 

 

 

 

 

 

ipeytiga 

“Aduh, nggak bisa akting …,” akhirnya Ipey menyerah. “Gini, Pey, gini !” dengan heboh Erri dan Mbak Upi mencontohkan gaya kip sonder kop dari balik punggung Tobuciler. “Gimana ? Nggak bisa,” tanggap Ipey. “Gini, Pey…,” Erri berguncang-guncang semakin menjadi. Maka, Tobuciler berbalik badan dan secepat kilat … *cekrek* … ini dia hasilnya :

 

errimbaupi

Sundea

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin