11.10.09

Virus

-Tobucil, Rabu 07 Oktober 2009-

Madrasah Filsafat

clip_image002

Setelah hampir sebulan tidak mengunjungi Madfal karena satu dan lain hal akhirnya Rabu kemarin, tepatnya tanggal 7 oktober 2009 saya menginjakan kaki kembali ke Tobucil. “Kangen juga sama ni tempat!” batin saya. Itu juga yang membuat saya langsung mengiyakan permintaan Dea untuk membuatkan laporan pandangan mata untuk madfal kali ini.

Kali ini saya datang membawa serta seorang teman, Ruri. Datang cukup terlambat sekitar pukul 6 sore, kami langsung disambut oleh senyum manis penghuni Madfal. Pada kesempatan kali itu, madfal dihuni oleh Maria,Mas Heru, Mbak Echi, Theo, Mas Iman, serta Mbak Uci yang datang sedikit lebih terlambat dari saya.

Setelah sedikit dorong-dorongan kata antara Mbak Echi dan Mas Heru, akhirnya Mas Heru membuka Madfal dengan tema virus itu secara sah . Tema virus ini terlintas ketika minggu lalu, Mbak Echi membawa sekotak anti virus kaspersky baru dengan tampang Jacky Chan pada covernya. “Hal pertama yang akan terlintas di kepala saya jika mendengar kata virus adalah matrix” aku Mas Heru. Di sana diperlihatkan bahwa virus itu bukannya membunuh, tapi ingin mengambil alih dan mengeksplor semua kekayaan yang ada pada “inang”. Lalu mas Heru sampai di kesimpulan yang membuat semuanya senyum-senyum simpul sambil mikir, melihat cara kerja virus, mungkin bisa kita katakan manusia juga adalah virus bagi dunia.

Saya segera menimpali kesimpulan iseng Mas Heru dengan candaan, jadi suatu saat jika tak ada lagi yang bisa kita eksplore di bumi, mungkin kita akan pindah ke Mars dan berganti nama menjadi alien? Obrolan tentang virus kembali menjadi jelas, karena kebetulan Ruri adalah anak farmasi. Kami memintanya untuk menjelaskan apa itu virus dan bagaimana cara kerjanya. Info baru yang saya dapat, ternyata virus memiliki fase dorman. Fase dorman bisa kita samakan seperti hibernate pada komputer. Faseini yang membuatnya tak bisa dikategorikan sebagai makhluk hidup ataupun benda mati.

Virus adalah makhluk yang tidak dapat menghidupi dirinya sendiri, dia butuh “inang” untuk bisa bertahan hidup. Makhluk setengah hidup dan setengah benda mati ini berperan seperti parasit yang mengambil dan menyedot makanan dari “inang”nya. Jika virus merasa terdesak atau terpojok, maka virus akan memasuki fase dorman. Fase di mana virus seperti mati dan meminimalkan metabolisme tubuhnya. Berhemat sebisa mungkin!

Mas Iman melontarkan sebuah pertanyaan, “Bukankah ada virus yang baik seperti imunisasi yang dilakukan pada anak-anak?” Pada saat imunisasi, ke tubuh anak-anak memang disuntikan virus, guna memancing imunitas tubuh anak-anak. Namun virus yang disuntikkan tersebut, terlebih dahulu di”jinak”an agar tidak berbahaya. Hal ini dimaksudkan untuk memberi ingatan pada sel darah putih kita tentang virus tersebut.

Diketahui ada sebuah sel yang bernama Bmemori yang merupakan bagian dari sel darah putih. Sel ini berfungsi untuk mengingat tentang riwayat penyakit yang pernah dilawannya. Ini akan berguna ketika suatu saat si penyakit kembali menyerang, sel Bmemori hanya perlu mencari formula penawarnya di tumpukan ingatan. Ingatan sel Bmemori ini akan membuat tubuh menjadi tidak rentan diserang penyakit.

Jadi pada dasarnya virus tetap lah virus yang membutuhkan “inang” untuk menghidupinya. Tapi manusia ternyata jauh lebih berkuasa. Dalam posisi sebagai “inang” pun, manusia masih bisa memanfaatkan virus. Apakah ini membuktikan betapa pintarnya manusia, atau betapa lebih bervirusnya manusia ketimbang virus itu sendiri. Maaf, kami hanya bisa menjawabnya dengan menggerakan bahu dan tersenyum simpul.

Bandung, 2009-10-09 ( 11.21 pm)

Ivy

Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin