8.11.09

Fiction Journey Writing

-Tobucil, Senin 2 November 2009-
Klab Menulis
Klab Menulis digelar kembali. Kali ini memasuki angkatan ke-6. Dari antara sepuluh peserta, hanya satu yang tidak hadir. “Yang nggak hadir Mbak Rini, katanya lagi les dansa,” ujar Dicky, peserta yang terpilih sebagai peserta Klab Menulis paling potensial pada angkatan sebelumnya. Dari antara peserta-peserta baru, Rini dan Dicky adalah peserta yang telah mengikuti Klab Nulis angkatan sebelumnya.
Kelas hari itu dibuka dengan menonton film produksi Lontar. Film pertama menceritakan perjalanan Danarto, sastrawan sekaligus pelukis yang telah banyak menelurkan karya-karya besar. Berikutnya ditayangkan film mengenai perjalanan almarhum W.S Rendra. Menurut Ophan, film-film tersebut menjadi refrensi bagi peserta Klab Menulis mengenai bagaimana jika seseorang memilih jalan hidup sebagai sastrawan.
Selepas menonton, Ophan memancing para peserta untuk menemukan kesadaran berkata-kata dalam kehidupan sehari-hari. Tentang bagaimana seorang sastrawan memandang setiap hal lebih jauh ketimbang fungsi pragmatisnya. “Bagi seorang ilmuwan, air hanya H20. Tapi bagi seorang sastrawan, air bisa memberi macam-macam makna,” Ophan mencontohkan.
Tema yang diambil Ophan kali ini adalah “Fiction Journey Writing”. Dalam tema ini, peserta dilatih untuk menanggapi segala sesuatu dalam kehidupannya secara original, tidak terprediksi, dan penuh kejutan. Fiction Journey Writing adalah perjalanan menuju kebebasan dalam merespon.
Selamat berperjalanan, Klab Nulis Angkatan VI. Semoga selamat tiba di kebebasan …
pesertaklabnulis Klab Menulis Angkatan VI
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin