Sebetulnya kesepian sudah terasa sejak bulan puasa. Tobucil sempat mengadakan beberapa kursus yang dapat pula mengisi waktu ngabuburit, namun sepi peminat. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap penjualan. Untuk beberapa waktu, pemasukan dari penjualan benang dan warung sempat menurun.
Namun, ada kabar gembira. Sejak sekitar tanggal 25 Oktober, setelah tutup buku, Tobucil mulai ramai kembali. “Karena orang gajian, mungkin, di akhir bulan,” duga Mbak Elin. Yang menarik, pengunjung yang datang adalah pengunjung-pengunjung baru, bukan pengunjung yang sebelumnya kerap datang ke Tobucil sebelum Lebaran.
Buku-buku diskon yang berjajar di salah satu rak di Tobucil pun menarik minat. Ada cukup banyak buku menarik dengan diskon yang tidak tanggung-tanggung. Misalnya Cintapuccino. Novel populer karya Icha Rahmanti tersebut turun dari harga Rp 32.000,00 hingga Rp 19.200,00, lho.
Anda berminat ? Ditunggu kedatangannya di Tobucil.
Bookmark this post: |
No comments:
Post a Comment