Sunday, November 1, 2009

Konser Sudah Dekat

Ada yang aneh hari itu, ya, hari dimana biasanya Ririungan Gitar Bandung (RGB) biasa berkumpul. Biasanya jam satu, orang-orang sudah berkumpul. Membawa gitarnya, siap memulai latihan. Tapi hari itu masih sepi, dan Tobuciler hanya mendapati Kang Trisna seorang diri. Biarpun tak lama kemudian, datang juga Iyok, dan menyusul Royke. Akhirnya berkumpulah kami berempat. Dan mendadak diputuskan: Ayo sekalian rapat. Kenapa? Karena, ya, memang kami ini, bolehlah sombong, biarpun tidak ada gunanya sombong, yang setidaknya paling lama nongkrong di KlabKlassik ketimbang yang lain-lain yang akan datang hari itu. Jika kami sudah lama nongkrong, maka seolah-olah berhak mengikuti rapat, entah teori dari manakah itu.
roykesyaraf Royke dan Syaraf Maulini
Oh ya, pasti bingung, rapat apa ya? Oke, begini, akan Tobuciler ceritakan sedikit. Jika kau rajin mengikuti blog ini, pasti ada posting-posting soal RGB ini. Nah, insya allah, tanggal 20 bulan ini, RGB akan dikonserkan. Seolah-olah dengan itu, mereka-mereka yang sudah berjuang untuk berkumpul dan berlatih setiap minggunya, mendapat ganjarannya. Dan rapat itu, adalah soal teknis konser nantinya: siapa panitianya (hah? Baru dibikin?), berapa durasi masing-masing penampil, lalu siapa yang bikin poster, booklet, serta bagaimana kira-kira acara itu akan dibawakan. Dan, tahukah, rapat itu, entah inspirasi darimana, telah membawa kami pada konsep yang, menurut kami, sih, baru. Yakni bahwa, untuk pertama kalinya, kami ingin mencoba konser yang sangat tidak serius. Sangat santai dan bahkan terkesan sangat main-main.
Misalnya begini: Posternya akan kami bikin begini, judulnya: Ririungan Gitar Bandung, Maen! Lalu nanti, ya, ketika konser, setiap orang dari kami berhak berbicara, bercerita, soal apa yang mau dimainkan, soal bagaimana proses kreatif, dan apa-apa saja yang mau dicurhatkan. Penampilannya pun menyuguhkan repertoar yang bermacam-macam, mulai dari Bach, Pachelbel, Brahms, hingga yang kekini-kinian seperti Guruh Soekarno Putra, Scott Joplin dan Metallica. Dan satu lagi, tak ada satupun dari kami yang boleh mengenakan jas, kemeja, dasi, dan apa-apa yang sudah stereotipe. Kami sedang menyablon kaos, isinya logo sendiri, dan isinya, slogan sendiri. Warnanya hijau lumut, yang sablon, insya allah, Mbak Tarlen.
Tobuciler pernah bilang, dan Alhamdulillah diiyakan, bahwa konser ini, adalah hadiah. Hadiah buat siapa? Buat siapapun yang pernah menjadi bagian dari KlabKlassik, dan mereka sudah dengan jiwa raganya, dalam sebuah konser yang kami selenggarakan, berusaha yang terbaik membuat senang penonton dan pengisi acara. Tapi tidakkah kalian sadari, wahai para panitia? Bahwa apakah dengan itu, kalian juga senang? Mungkin iya, tapi bagi yang tidak, maka ini saatnya. Kita, semua, para panitia, yang sudah dari dulu memikirkan kesenangan orang lain, adalah tiba saatnya memikirkan kesenangan sendiri. Pengisi acara RGB, tak lain, adalah para panitia sendiri, atau siapa-siapa yang rajin datang ke KlabKlassik. Panitia RGB tak lain, adalah dari KlabKlassik juga. MC-nya, katanya sih, juga dari kami. Dan adakah penonton kemudian kecewa karena nantinya pengisi acara terlihat egois karena memikirkan kesenangan sendiri? Tidak, insya allah tidak, karena dengan kita, pengisi acara senang, maka tertularlah mereka, yang nonton, sehingga ikut senang juga. Karena apalah musik, selain soal kejujuran. Kita tegang, mereka pun.
Jadi, buatlah kaos, berkelakarlah di panggung, buatlah suasana ceria. Seolah-olah dengan itu, mereka-mereka yang sudah lebih dahulu mengetahui seperti apa musik klasik seharusnya, diperlihatkan sisi lain dari penyelenggaraan musik klasik. Tak harus kaku, serius, dan terasa eksklusif. Karena, ah, yang penting musik itu sih, bikin senang. Bikin semua senang. Semoga kalian setuju. Sampai bertemu di konser RGB, 20 November di Auditorium CCF.
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin