Sunday, November 1, 2009

Pendapat Kak Syaraf tentang Miyabi

kaksyaraftiga asuhan Kak Syaraf Maulini

Nama saya Karen. Saya penggemar rubrik Off Clinic. Saya punya beberapa pertanyaan untruk Kak Syaraf Maulini sebagai pengasuh Off Clinic:
1. Kalau saya tidur terus mimpi dalam bahasa Jerman, waktu bangun pagi bahasa Jerman saya lancar juga. Tapi kalau saya mimpi pakai bahasa Indo, paginya bahasa Jerman saya langsung acak-acakan. Pertanyaannya, gimana caranya supaya saya bisa selalu mimpi pakai bahasa Jerman?
2. Dalam olahraga renang, gaya katak memang gayanya seperti katak, gaya punggung memang punggung kita di dalam air. Kenapa ada juga yang disebut gaya bebas dan gaya kupu-kupu, padahal gaya kita tidak bebas dan tidak seperti kupu-kupu?
3. Apa pendapat kakak tentang Miyabi?
Segitu dulu deh. Makasih jawabannya!

Jawaban dari Kak Syaraf:
1. Gampang, kau belajar aja bahasa Jerman yang giat. Banyak bergaul dengan teman-teman Jerman-mu, rajin bawa kamus, baca media-media harian di Jerman, nonton sepakbola liga Jerman (paling penting), makan makanan Jerman di restoran Jerman yang isinya orang-orang ngomong Jerman, dan rajin mengerjakan PR kalau kau memang seorang yang studi berbahasa Jerman. Kalau bukan, sih, tetap kerjakan ya, karena PR pasti wajib untuk nilaimu. Nah, nanti pas tidur, jangan lupa berdoa ya. Berdoanya tak perlu bahasa Jerman, karena Allah, sih, pasti ngerti. Sebelum berdoa cuci kaki dulu, tentunya pakai air Jerman karena kau tinggal di Jerman. Terus boleh lah sebelumnya minum susu. Susu yang tidak mungkin susu Indonesia karena pasti sudah basi kalau kau bawa dari sana. Susu Jerman yang dibeli di Jerman, di swalayan Jerman yang kasirnya juga orang Jerman dan insya allah, sapinya juga sapi Jerman. Nah jikalau kau sudah melakukan itu semua, kau akan selalu pintar berbahasa Jerman, biarpun dalam mimpi bicara bahasa Swahili.
2. Pertanyaan yang menyadarkan saya juga. Saya ini tidak bisa berenang, dan kalau disuruh masuk ke kolam renang, saya kecipak-kecipak asal-asalan. Tapi kok orang-orang bilang saya tidak bisa berenang ya? Bukan mengatakan saya tengah melakukan gaya bebas? Jadi saya agak curiga, bahwa ‘gaya bebas’ yang dimaksud dalam renang adalah ‘bebas-bebas saja bergaya apapun di dalam kolam renang, tapi bebas-bebas juga orang menilai kau itu sedang bergaya bebas atau bukan’. Sedangkan kenapa dinamai gaya kupu-kupu? Karena , memang mirip kupu-kupu, ah. Biarpun saya paham apa yang kau maksud, kan maksud pertanyaanmu, ‘mengapa dinamai gaya kupu-kupu, biarpun tak lebih dulu jadi kepompong lalu ulat?’. Saya beri tahu: kupu-kupu tidak melakukan itu untuk gaya-gayaan, tapi lebih ke metamorfosis.
3. Tentang Miyabi, akan saya gambarkan dalam puisi:

Miyabi, Miyabi
Seharusnya produk shampo bilang terima kasih
Karena sejak ada dirimu
Pria-pria pada rajin keramas

Miyabi, Miyabi
Tak terhitung jasa-jasamu
Membuat pemuda Indonesia jadi mengerti
Betapa berharganya sekeping CD

Dan seserpih flashdisk
Padahal mereka ini benda kecil dan ringkih
Dan dari tadinya tidak tahu apa itu Nero
Kaisar Romawi kah?
Sekarang jadi tahu

Miyabi, Miyabi
Pernahkah terpikir jadi seorang muslimah?
Maka sudah kusiapkan nama jikalau memang iya:
Miya binti Mini

Miyabi, Miyabi
Mengapa tak jadi ke Indonesia?
Seolah-olah kau ini adalah sumber maksiat
Padahal darimu juga sumber manfaat
Manfaat bagi para kiai
Yang kehabisan bahan ceramah
Google Twitter FaceBook

7 comments:

Karen said...

Hahahaaa...!! Thanks Kak Syaraf!

Syarif Maulana said...

Sama-sama Karen, semoga Hitler masuk surga..

Yang Bersalah said...

aduh saya lagi bingung nih ada ce yang suka, dia kayak orang gila sukanya ke saya, jadi saya sekarang sters (mendekati gila) mikirin gimana cara menjelaskan pada dia bahwa saya biasa-biasa sajo ke dia?kata2 saya selalu ditafsir sangat positif oleh dia(rek ngomong dengan cara yang tegas dan lugas bahwa saya ini ilpil kepada dia, haduh teu tega). Duh gimana dong?

Yang Bersalah said...

aduh saya lagi bingung nih ada ce yang suka, dia kayak orang gila sukanya ke saya, jadi saya sekarang sters (mendekati gila) mikirin gimana cara menjelaskan pada dia bahwa saya biasa-biasa sajo ke dia?kata2 saya selalu ditafsir sangat positif oleh dia(rek ngomong dengan cara yang tegas dan lugas bahwa saya ini ilpil kepada dia, haduh teu tega). Duh gimana dong?

Syarif Maulana said...

Lebih baik dibicarakan aja baik-baik. Ato dipilah aja lah, kalau memang dia cuma mengagumi kamu, tidak apa-apa. Kamu bikin batas aja, sampai pada titik mana dia boleh 'mengganggu'. Kalau sudah lewat, bilang terus terang. Kalau belum lewat, maka biarkan aja. Selama itu menyenangkannya.

tobucil n Klabs said...

Apa ini ? Ada pertanyaan dan jawaban offclinic tapi di-comment ... hehehe ...

IBS said...

HAHAHAHA... puisi "Miyabi"-nya keren banget. Lucu dan keren lah pokokna mah. Jerooooooooooooooooo pisan ongkoh, hahahahaahahahahaha. (^_^)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin