14.12.09

Menyaksikan Plastik dan Persoalannya


Foto diambil dari sini
Klab Nonton 

Klab Nonton hadir jua, kedua kalinya di bulan Desember. Klab yang baru saja pindah hari dari tadinya tiap Sabtu, sekarang tiap Minggu. Sekarang pun, Klab Nonton bekerjasama dengan Cinema Politica. Cinema Politica adalah semacam media independen dari Montreal, Kanada, yang secara non-profit menjaringkan film-film ke seluruh dunia. Adapun Cinema Politica bergerak dengan berbasiskan donasi dan sumbangan sukarela.

Hari Minggu kemarin, Klab Nonton menayangkan film berjudul Addicted to Plastic. Film yang dibuat oleh sutradara Kanada bernama Ian Connacher tersebut, berkategori dokumenter. Dokumentasi yang katanya dibuat di dua belas negara dan lima benua tersebut, bercerita soal bagaimana plastik pernah diciptakan bagi kemaslahatan umat manusia, tapi kemudian juga menciptakan banyak masalah baru. Bahkan secara ekstrim, gerak-gerik manusia sekarang ini, tidak bisa lepas dari plastik, dan maka itu, persoalan terus melekat. Persoalan itu dititikberatkan terutama, pada kenyataan bahwa plastik sulit diuraikan, dan bahkan tidak bisa terurai hingga ratusan tahun. Selain itu, plastik juga diketahui punya kadar racun tertentu yang berbahaya bagi lingkungan atau bahkan tubuh manusia. Dioxin misalnya, yang secara urban legend diketahui berbahaya, dan itu berada dalam botol minuman plastik yang biasa kita minum.
 
Film Addicted to Plastic tidak cuma menerangkan masalah-masalah yang ditimbulkan dari plastik, tapi juga solusi kreatif yang mungkin ketika, itu tadi, plastik tidak bisa diuraikan dan lenyap bersama alam. Persoalan lain dari plastik lainnya, memang, kenyataan bahwa plastik punya banyak jenis, tidak seperti kaca. Maka itu penting untuk mengenali jenis-jenis plastik semisal PVC atau stereofoam, dan bagaimana cara menyikapinya. Klab Nonton kemarin yang hadir tiga orang. Ada Dian, Rudi dan Mas Tikno. Rudi mengaku tidak mengerti keseluruhan isi film, tapi ia jadi tahu, oh, jangan keseringan pakai plastik. Atau kalaupun memang tidak bisa lepas dari jerat-jerat plastik, sikapilah dengan kreatif.
Google Twitter FaceBook

No comments:

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin