Awal tahun selalu membawa awal semangat, strategi baru, ide baru dan pertemuan-pertemuan baru. Begitu juga klab di Tobucil. Sebagai sebuah komunitas yang berada di bawah naungan toko buku dan toko hobi, klab Tobucil pun berkegiatan atas jalur yang ditempuh induknya.
Tahun 2008-2009 adalah tahun kedua perjalanan klab yang digawangi oleh saya sendiri, wiku baskoro. Tahun pertama ditandai dengan kepindahan Tobucil di tempat baru, startegi klab lebih pada pengenalan rumah baru dan mulai berbenah klab, tahun kedua adalah mulai mencari bentuk, konsep serta sistem klab yang mampu bertahan, sustainable serta mampu membiayai diri sendiri, tanpa keluar jalur dari Tobucil itu sendiri.
Klab pada intinya adalah komunitas, sebuah ruang publik yang diisi dengan orang-orang dengan interest tertentu yang tersatukan atas preferensi mereka. Aturan dan tata sosial yang berlaku adalah tata sosial mereka sendiri yang dipandu oleh Tobucil sebagai tuan rumah dan pemegang program.
Pada perjalanannya, klab menemukan sebuah sistem yang diharapkan dapat mengakomodir mereka yang interest-nya sama dengan Tobucil. sebagai komunitas kecil, tentu Tobucil dan klab tidak akan mungkin mengakomodir preferensi semua orang, komunitas yang terbentu adalah komunitas yang berdasar pada preferensi yang disesuaikan dengan program-program Tobucil.
Klab di Tobucil dibagi menjadi dua, berbayar dan gratis. Penentuan konsep ini, tidak semena-mena hadir atau sebagai sebuah proses aukflarung yang ajaib, penentuan sistem ini adalah berdasar data riset perjalanan Tobucil dari 2001 - 2007. Dengan melihat perkembangan dan dinamisasai konsumen serta pengunjung dan komunitas yang telah terbentuk, maka sistem ini telah menjadi dasar dalam pelaksanaan klab Tobucil.
Karena bagi saya pribadi, komunitas bukanlah diukur dari bayar atau tidak, tapi dari kemampuannya menjadi sebuah kegiatan yang berkelanjutan, karena komunitas bukannya tidak punya tanggung jawab, tapi komunitas haruslah memberikan manfaat bagi anggotanya dari kegiatannya yang rutin, dan di banyak sisi sustainabilitas ini berhubungan dengan dana. Karena Tobucil adalah komunitas yang dibangun atas dana pribadi bukan lembaga atau donor tertentu, maka kemampuannya untuk membiayai diri sendiri bergantung pada kegiatannya tersebut. Disinilah peranan klab berbayar untuk memberikan subsidi silang pada klab non berbayar agar masing-masing klab bisa menjalankan tanggungjawabnya untuk tetap bertahan dan mengembangkan diri.
Dari dua sistem ini, kemudian dipecah kembali konsep penyelanggaraan klab, yaitu klab yang berasal dari Tobucil sendiri dan klab yang berpartner dengan komunitas lain. Pada penyelenggaraannya, klab Tobucil atau klab partner dijalankan dengan sebuah sistem simbiosis mutualisme yang kental dan saling mendukung, tanpa klaim sepihak atas kegiatan atau klab yang ada. Baik pihak Tobucil maupun pihak partner diharapkan mampu mengembangkan brand mereka dan audiens mereka sehingga masing-masing pihak akan berkembang sesuai dengan karakternya dengan sebuah irisan yang pada akhirnya membentuk kegiatan klab itu sendiri.
Dari sistem ini kemudian lahirlah klabs Tobucil yang menghiasai hari-hari Tobucil tanpa henti selama satu tahun kebelakang.
Klab Nulis Angkatan ke 6
Klab nulis Dewasa (setiap senin 17.00-19.00)
Merupakan salah satu klab tersukses yang pernah saya tangani, seteleh perubahan konsep yang cukup membuat hati berdebar, karena saya harus merubah konsep yang telah berjalan lebih dari 3 tahun.
Ada ketakutan tersendiri, selain penilaian orang, perubahan terkadang membawa resiko yang sama sekali tidak kita pikirkan. Tapi perjalanan menemukan saya pada teman-teman yang hebat dan berdedikasi. Klab nulis tahun 2008-2009 adalah sebuah perjalanan tersukses klab nulis, mempunyai 6 angkatan dengan siswa yang lulus kurang lebih 30-an lebih adalah sebuah prestasi tersendiri.
Klab nulis Tobucil sendiri menggunakan sistem kursus, lengkap dengan silabus, sertifikat serta bingkisan menarik. Klab berjalan 3 bulan dengan total minimal pertemuan 14 kali dan biaya sebesar 225.000. Yang menjadi unik adalah konsep sidang, setiap anggota klab nantinya akan diarahkan membuat karya yang nantinya akan disidang oleh mereka yang berpengalaman di dunia tulis menulis, baik itu sebagai pembaca, ediotr, penulis atau pengamat.
Pengajar klab nulis Tobucil adalah Sophan Adji (Ophan), penulis, pengajar serta pegiat sanggar Langit Inspirasi. Dengan pengalaman menulis serta mengajar di berbagai tempat, silabus serta metoda pengajajaran Ophan memberikan karya pengajaran yang autentik dan berbais komunitas, sehingga sistem pengajaran dan pendekatannya pun berdasar pada konsep komunitas, yang santai, terbuka serta egaliter.
Kini klab nulis Tobucil baru aja selesai menyidang angkatannya yang ke VI dan bersiap untuk melakukan wisuda. Dengan sistem yang baru ini, diharapkan output klab nulis menjadi lebih jelas dan terarah, selain nantinya semua karya anggota klab nulis akan di buat sebuah zine yang berisi kumpulan karya-karya mereka.
Klab Nulis anak
Perkembangan klab nulis dewasa ternyata memberikan ide bagi Tobucil untuk juga membuat klab
nulis yang diperuntukkan bagi anak-anak (SD-SMP). Dengan pengajar Sundea, klab nulis anak telah menghasilkan kelas sebanyak 2 angkatan. Dengan pendekatan yang khas anak-anak, yang lebih menekankan pada fun writing, klab nulis anak juga diharapkan memberikan output yang jelas yaitu karya tulis bagi anggotanya.
Dalam perjalanannya serta beberapa evaluasi, untuk sementara klab nulis anak ini harus mengakhiri perjalanannya akhir tahun ini.
Wailan di Pesta Filsuf 2009
Klab Filsafat
Klab filsafat adalah salah satu contoh dari klab non berbayar yang dalam perjalanannya dimasukkan dalam kategori sukses. Dengan pertemuan rutin setiap rabu sore jam 17.00 - 19.00 klab filsafat telah memberikan ruang-ruang diskusi atas filsafat sehari-hari yang mudah-mudahan memberi manfaat bagi yang datang.
Klab filsafat juga adalah salah satu jenis klab yang merupakan klab dengan konsep partnership, bernama resmi Madrasah Falsafah Sophia, klab ini merupakan kerjasama Tobucil dengan Madrasah Falsafah Sophia, sebuah komunitas yang mengkhususkan pada filsafat sehari-hari.
Madrasah faslsafah sophia atau klab filsafat pada perjalanan ulang tahunnya yang kesatu menyelenggarakan sebuah gelaran akbar yang berjalan satu hari penuh, yaitu Pesta Filsuf, sebuah marathon diskusi filsafat sehari-hari yang berjalan dari pagi 09.00 - 20.00 juli 2009, dibagi menjadi 3 sesi diskusi dan satu sesi nonton film, menghadirkan lebih dari 12 pembiacara diantaranya Bambang Sugiharto, Donny Grahal, Damhuri Muhammad, Moh. Syafari Firdaus, Tarlen Handayani, Ahmad Gibson Al Bustomi, Bambang Q-Anees, Amrizal Syalayan, Teuku Ismail Reza dengan moderator Desiyanti, Heru Hikayat dan Rosihan Fahmi . Diselingi dengan sarapan, makan siang serta makan malam gratis, dan tidak lupa suguhan musik ala klab klasik, kegiatan ini telah menjadi sebuah pesta yang dihadiri para penikmat filsafat namun dengan pendekatan yang hommy, santai serta fun.
Klab filsafat, selain menghadirkan tema-tema rutin juga menghadirkan tema-tema khusus seperti diskusi buku yang menghadirkan penulisnya sendiri.
Perjalanan klab ini bukannya tanpa kendala, dengan sistem komunitas yang tidak terikat dan sangat cair, faktor pengunjung yang datang dan pergi adalah sebuah kondisi yang harus pintar-pintar disiasati. Dengan moderator klab Rosihan Fahmi dari madrasah falsafah, kendala ini disiasati dengan terus berganti-ganti konsep tema serta pendekatang agar variatif dan tidak membosankan, sambil terus menemukan pendekatan yang tepat, klab ini mampu tetap terus menghadirkan ruang untuk filsafat sehari-hari yang tidak perlu jelimet, tidak perlu berkerut kening, hanya perlu pikiran terbuka dan keinginan untuk saling mendengarkan dan berbagi cerita.
Belajar Membuat Sekma Cerita di Klab Komik Manyala
Klab Komik
Klab ini juga merupakan salah satu klab yang dikelola secara bersamaan atau partnership. Tobucil bekerjasama dengan klab komik Manyala mengadakan klab komik. Selama perjalanannya, klab komik ini sempat vakum namun kini sedang bergerak kembali dengan pertamuan rutin setiap hari jumat jam 16.00 - selesai. Beberapa kegiatan yang pernah dijalankannya adalah Wrokshop komik bersama Tita Larasati, serta berbagai workshop rutin. Beberapa hari yang lalu klab komik juga menjadi tempat penyelenggaraan Ulang Tahun salah satu komunitas komik di Unikom.
Klab Manyala sendiri merupakan wadah komunitas komik yang didalamnya terdapat berbagai komunitas komik lain. Dalam penyelenggaraan klab komik ini, Tobucil lebih berperan sebagai penyedia tempat dan membantu publikasi, sementara seluruh tema diskusi maupun workshop dikelola dan dikembangkan oleh Manyala daan untuk publikasi, Tobucil selalu menyertakan identitas Manyala sebagai partner.
Mentor Klab Merajut Mengajarkan Yubiami (finger knitting) pada anak-anak
Klab Merajut
Pada tahun kedua ini, penekanan semua program Tobucil & klabs yang berfokus pada Hobi semakin di gencarkan. Tidak hanya melalui display toko yang semakin memberi ruang display bagi produk-produk hobi dan craft, tapi juga melalui beragai klab yang ada di Tobucil.
Dari sekian banyak klab dan dari sekian hari yang tersedia untuk kegiatan klab, Tobucil memilih hari Sabtu dan Minggu sebagai hari hobi, dan semua klab yang berhubungan dengan per-hobian dimasukkan dalam dua hari itu, Sabtu dan Minggu.
Salah satu klab yang mengusung semangat hobi adalah klab rajut, setelah perjalanan yang semenjak kepindahannya ke Jl. Aceh 56, klab merajut termasuk salah satu klab yang diandalkan, tidak hanya sebagai mesin ekonomi tapi juga sebagai penekanan, bahwa Tobucil dengan semangat kemandiriannya membuka pintu untuk berekspresi lewat hobi.
Klab rajut sendiri adalah sebuah klab dengan sistem kursus yang secara pokok berbayar. Untuk mengikuti kursus rajut ada 3 sistem yang disediakan, per pertemuan, perbulan serta per 3 bulan, dengan kelebihan dan fasilitas yang masing-masing berbeda. Diselenggarana setiap sabtu dan minggu dari jam 13.00 - 15.00.
Tahun ini klab rajut berkembang menjadi dua tipe kursus, yaitu breyen dan crochet, dengan dua pengajar yang berbeda dan pengalaman atas bidangnya.
Klab rajut sendiri dalam pelaksanaannya telah memberikan peran yang sangat signifikan untuk Tobucil sebagai sebuah toko, dengan bisnis benang dan peralatan rajut dan perlengkapan serta produknya, klab rajut juga membantu branding Tobucil dengan berbagai liputan yang didapatkannya dari media lokal (Jabar), maupun nasional, cetak, radio maupun televisi.
Tidak hanya menggelar kursus, tetapi klab rajut juga mengikuti pameran atas undangannya untuk mengikuti pameran Typografi yang diselenggarakan oleh majalah Still Loving Youth dan bertempat di Gedung Indonesia Menggugat.
Selain itu, tahun ini juga meruakan tahun yang sangat menyenangkan bagi para lelaki yang merajut, yang berkibar dengan nama The Man Who Knit, berawal dari iseng dan membutuhkan sebuah komunitas para lelaki merajut, The Man Who Knit hadir bukan hanya untuk berkomunitas saja, tapi juga untuk mengkapanyekan bahwa lelaki pun bisa merajut dan tidak perlu malu.
Di tahun ini juga, selain liputan dan berbagai kegiatan, seperti di undang menjadi pembicara di festival merajut Indonesia, talk show di IMTV sampai menjadi tutor untuk workshop yang diselanggarakan oleh Rumah Cantik Citra dan Nova, membawa perjalanan The Man Who Knit pada sebuah tahun yang sangat fun.
Tidak hanya itu, beberapa video tentang perjalanan dan tutorial juga telah dihasilkan The Man Who Knit. Bahkan satu video di embed di salah satu blog favorit kami: crativism.com.
Kedepannya The Man Who knit akan terus berkarya, dan memperbaharui statement mereka tentang merajut.
Mulyana, koordinator baru klab Origami sedang mengajarkan cara membuat balon origami pada siswa-siswi Semipalar
Klab Origami
Sempat sangat aktif pada tahun 2007-2008, Klab origami megalami kevakuman yang cukup lama di tahun 2009. Tapi dengan semangat hobi yang tetap sama, kini klab origami mulai berkarya kembali dengan instruktur yang baru Mulyana atau yang lebih dikenal dengan Moel.
Dengan jam konsep workshop atau kursus, klab origami mulai berkarya kembali, semoga di taghun depan, tidak hanya workshop tapi pameran juga akan dilaksanakan.
Klab Klasik
Klab klasik termasuk klab tertua di Tobucil, bekerja sama dengan klab klassik yang bisa ditemui di klabklassik.blogspot.com. Klab ini juga sangat sustainable dan sangat aktif, selain dikusi yang merupakan pengembangan dari perjalanan klab klassik, acara-acara konser juga rutin mereka adakan.
Salah satunya yang baru saja menandai tutup tahun bagi klab klassik adalah RGB atau Ririungan Gitar Bandung.
Selain pertemuan rutin setiap hari minggu sore minggu ke 2 dan 4, klab klasik juga kerap tampil di berbagai acara yag diselnggarakan Tobucil, seperti penutupan klab nulis, pesta filsuf, crafty days, serta acara rutin musik 2 mingguan musik sore.
Dalam perjalanannya, Tobucil selain membantu publikasi untuk klab ini, menyediakan tempat latihan dan partnership acara-acara klab klasik sebagai tempat penjualan tiket. Untuk lebih lengkap bisa klik klabklassik.Tobucil.blogspot.com
Klab Nonton
Setelah vakum beberapa tahun, akhirnya klab nonton kemabli digelar tahun 2009. Setelah hadir teman baru Tobucil sebuah tv lengkap dengan player, maka klab nonton pun kembali digelar dengan pemutaran film-film yang bekerjasama dengan komunitas lain atau film-film koleksi Tobucil.
Meski sering sepi pengunjung, tapi kami tetap menjalankan klab nonton ini, sebagai apresiasi pada film-film keren dan terutama memberdayakan TV dari pada ngangur :D Akhir tahun klab nonton pindah menjadi hari minggu yang sebelumnya hari sabtu, seperi bioskop klab nonton dibuka tepat jam 18.30 malam setiap minggunya. Tahun depan, semoaga saja ditemukan sebuah konsep seru lain yang bisa meramaikan klab nonton ini.
Kegiatan diluar Klab
Selain berbagai kegiatan rutin, Tobucil juga kerap mengadakan kegiatan non rutin atau rutin tapi dengan jangka waktu yang cukup jauh. Dan berbagai kegiatan ini juga di kordinatori oleh klab Tobucil.
Beberapa kegiatan yang berlangsung dalam tahun 2008-2009 adalah:
Musik Sore di Tobucil
Musik Sore
Sebuah program musik rutin 2 bulan sekali (menurut jadwal dan kalau tidak musim hujan) yang merupakan kolaborasi klab di Tobucil, khususnya antara Tobucil dan klab klassik. Tahun ini menjadi tahun digelar 3 musik sore dengan para penampil:
Musik sore 1 Feb 2009: Jack & sally, Babyeatcrackers, Ririungan Gitar Bandung, Klab Klassik String Duo, dll
Musik sore 2 April 2009: Angsa dan Serigala, Tesla, Trio Fandago dan D'Java String Qoartet (pre konser) serta klab klasik
Musik sore 3 Juni 2009: D'Java, Deu galih, Tesla, Yeyen-dian (duet vokal) serta klab klasik
Musik sore adalah konser mini tapi kami harapkan akan meerbikan apresiasi yang maksimal, kedekatan antara penampil dan penonton diharapkan memberikan pengalaman intens yang lebih dan yang pasti tidak didapatkan di konser kebanyakan, denngan konsep full akustik, selama berjalan, apresiasi para penonton yang meski sempat beberapa kali konser terguyur hujan, namun tetap apreasisasi tetap maksimal.
The Mogus di Crafty Days #3
Crafty days #3 Toys Are Us
Merupakan salah satu acara favotir Tobucil juga merupakan acara terbesar sepanjang tahun berjalan tobuil & klabs. Crafty Days adalah acara dimana semua klab ikut ambil bagian, sekecil apapun, sebanyak apapun, acara ini seperti pesta kebun yang terbuka bagi siapa saja untuk ikut ambil bagian.
Untuk tahun ini Craty Days mengambil tema Toys R Us, yang di jewantahkan pada pameran keluarga Mogu karya Mulyana. Crafty Days adalah sebuah bazzar kreatif yang diisi oleh para stand yang menjajakan barang-barang handmade. Sejak awal, selain untuk bazzar yang berujung pada penjualan, crafty days lebih diharapkan menjadi semacam ajang kumpul-kumpul komunitas hobi dan para pelaku hand made, serta tentu komunitas lain yang masih satu tema.
Tahun ini Tobucil mencoba untuk menyewa stand lebih besar untuk kenyamanan, meski tetap saja diguyur hujan dan masih ada kekurangan disana-sini, Crafty Days #3 bisa terlaksana juga atas dukungan para pengisi stand serta komunitas yang mendukung acara tersebut.
Selain bazzar, seprti biasa crafty days juga menampilkan workshop dan acara musik yang dikelola oleh klab klasik.
Pecha Kucha
Tahun 2009 Tobucil juga mendapatkan kesempatan ikut ambil bagian dalam acara pecha kucha, sebuah ajang presentasi unik yang digelar rutin. Ada dua presentasi yang Tobucil tampilkan, Tobucil dan klabs dan klab merajut. Acara ini digelar bulan Mei 2009 di Gedung Indonesia Menggugat.
Amenk Mufti Priyanka sedang mempresentasikan karyanya
Vitamin A[rt]
Vitamin A adalah program baru di Tobucil & klabs bersama ResArt yang merupakan presentasi karya-karya seniman, desainer, arsitek, musisi, programer, ilustrator, handmade artist, crafter, yang memiliki karakter dan cita rasa seni, kepada khalayak umum.
Presentasi ini dimaksudkan untuk membangun dialog dan jembatan antara kreator dan audienceny dan membangun kemampuan saling mengapresiasi satu sama lain. Para seniman yang pernah melakukan presentasi adalah: Erik Pauh Rihzi, Muhamad Akbar, Amenk dan Ucup.
Crafty Kids Club Edisi Liburan
Crafty Kids
Selama liburan di tahun 2009, Tobucil and Klabs juga mengadakan acara hobi yang dikhususkan untuk anak-anak, dengan nama crafty kids, workshop 4 hari pada bulan Juli ini diikuti oleh 4 orang anak yang diajari berkarya handmade, selain mengisi liburan program ini juga menghasilkan produk yang dibuat oleh anak tersebut dan bisa dibawa pulang.
Tahun 2009, selain tahun yang seru dan dinamis, Klab tidak luput dari kesedihan, selain beberapa perubahan tentang kru Tobucil yang mengundurkan diri atau berhanti, Klab kehilangan sahabat, teman, dan pengajar yang berdedikasi serta baik hati. Bulan Desember, Mas Paskalis, salah satu pengajar klab nulis Tobucil, pulang kehadiratnya, tepat ketika beliau sedang memberikan asistensi pada klab nulis, setelah sempat kejang, beliau meninggal dunia di perjalanan menuju rumah sakit.
Diakhir tahun ini, saya sebagai kordinator klab, mempersembahkan seluruh kegiatan klab untuk menghormati dan memberikan penghargaan sebesar-besarnya untuk Mas Paskalis, yang telah berkenan ikut ambil bagian dalam perjalanan Klab secara khusus dan Tobucil secara umum.
Tahun sudah berakhir kembali, tapi perjalanan klab masih terus terbentang, saya sadar bahwa klab adalah komunitas kecil dan hanya bisa memberikan peran yang kecil juga, dan tentu kami tidak lepas dari kesalahan dan kekurangan.
Semoga di tahun depan klab-klab Tobucil bisa memberikan manfaat serta pembaruan-pembaruan yang menyenangkan dan berkesan. Sampai jumpa di hari-hari klab. :D
Wiku Baskoro,
Koordinator Klabs Tobucil & Klabs
Gagal ke Malaysia sebagai kontingen Pertukaran Pemuda setelah training 2,5bulan
Dipercaya bikin logo pariwisata kota Tanjungpinang